Raja Salman
Timur Tengah

Raja Salman Desak Tindakan atas Iran, Dukung Perdamaian Yaman

Berita Internasional >> Raja Salman Desak Tindakan atas Iran, Dukung Perdamaian Yaman

Dalam pernyataan tahunannya kepada Dewan Syura, Raja Salman menegaskan dukungannya untuk mengakhiri Perang Yaman. Namun, ia juga menekankan bahwa keterlibatan Arab Saudi di perang sipil itu merupakan bagian dari tugas negaranya melawan terorisme dan pengaruh Iran. Ia juga mendesak masyarakat internasional agar menghentikan program nuklir Iran.

Baca juga: Opini: 3 Cara Raja Salman Bisa Selamatkan Kerajaan dan Putra Mahkota Arab Saudi

Oleh: Stephen Kalin (Reuters)

Raja Salman dari Arab Saudi mendesak masyarakat internasional pada hari Senin (19/11) untuk menghentikan program rudal nuklir dan balistik Iran dan menegaskan kembali dukungan kerajaan terhadap upaya Amerika Serikat untuk mengakhiri perang di Yaman.

Pernyataan tahunan raja kepada Dewan Syura, badan penasihat pemerintah teratas, adalah komentar publik pertamanya sejak kasus pembunuhan jurnalis Arab Saudi Jamal Khashoggi di konsulat Saudi di Istanbul, Turki tanggal 2 Oktober 2018, yang menimbulkan kecaman global. Raja Salman, yang tidak menyebutkan urusan Khashoggi, mengutuk tindakan Iran, saingannya untuk menancapkan pengaruh di kawasan itu, termasuk dalam konflik di Suriah, Irak, dan Yaman.

“Rezim Iran selalu campur tangan dalam urusan internal negara-negara lain, mensponsori terorisme, serta menciptakan kekacauan dan kehancuran di banyak negara di kawasan itu,” kata Raja Salman yang berusia 82 tahun. “Masyarakat internasional harus bekerja sama untuk mengakhiri program nuklir Iran dan menghentikan kegiatannya yang mengancam keamanan dan stabilitas.”

Raja mengatakan bahwa pemerintah Arab Saudi mendukung upaya AS untuk mengakhiri konflik di Yaman, di mana koalisi yang didukung Saudi telah memerangi gerilyawan Houthi yang beraliansi dengan Iran selama hampir empat tahun, untuk memulihkan pemerintah yang diakui dunia internasional.

“Pendirian kami bersama Yaman bukanlah pilihan, tetapi tugas untuk mendukung rakyat Yaman dalam menghadapi agresi milisi yang didukung Iran,” katanya.

Houthis mengatakan pada hari Senin (19/11) bahwa mereka menghentikan serangan drone dan rudal di Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan sekutu Yaman mereka, dan mengindikasikan kesiapan untuk gencatan senjata yang lebih luas jika koalisi pimpinan Saudi “menginginkan perdamaian.”

Di bawah tekanan

Pemerintah Arab Saudi telah mendapat kecaman internasional yang terus meningkat atas tindakannya terhadap perang Yaman, yang telah membawa negara itu ke jurang kelaparan dan membunuh banyak warga sipil dalam serangan udara. Reputasi Arab Saudi, pengekspor minyak utama dunia, semakin terpukul oleh pembunuhan Khashoggi.

Raja Salman sebagian besar mundur dari kehidupan politik aktif dan menyerahkan wewenang luas kepada putra dan pewarisnya, Putra Mahkota Mohammed bin Salman, tetapi sekarang berusaha untuk meredakan krisis yang disebabkan oleh pembunuhan dan mendukung putra mahkota.

Putra Mahkota Mohammed bin Salman, penguasa de facto kerajaan Arab Saudi, akan berpartisipasi dalam KTT G20 di Argentina pada akhir bulan November 2018 sebagai bagian dari perjalanan luar negeri, dilansir dari televisi Al Arabiya yang mengutip menteri energi negara pada hari Senin (19/11).

Dalam pidatonya, Raja Salman mengatakan pemerintah Arab Saudi akan terus bekerja dengan produsen minyak OPEC dan non-OPEC untuk menjaga stabilitas di pasar energi global. Dia menegaskan kembali dukungan Saudi untuk negara Palestina dengan Yerusalem Timur sebagai ibukotanya, posisi lama yang dipertanyakan tahun 2017 ketika putra mahkota muncul untuk mendukung rencana perdamaian AS yang baru lahir yang sejalan dengan Israel pada isu-isu kunci.

Kemudian pada hari Senin (19/11), Raja Salman melakukan perjalanan ke wilayah Tabuk utara, melanjutkan tur domestik dalam penjangkauan publik terbaru yang tampaknya dimaksudkan untuk menunjukkan dukungan untuk pewaris pilihannya.

Pekan lalu, setelah menawarkan banyak penjelasan yang kontradiktif untuk hilangnya Khashoggi, pemerintah Arab Saudi mengatakan dia telah dibunuh dan tubuhnya dimutilasi ketika “negosiasi” untuk meyakinkan dia untuk kembali ke Arab Saudi gagal. Jaksa penuntut umum mengatakan akan mengupayakan hukuman mati untuk lima tersangka dalam kasus ini.

Presiden Turki Tayyip Erdogan mengatakan perintah untuk pembunuhan Khashoggi datang dari tingkat tertinggi kepemimpinan Arab Saudi, tetapi mungkin tidak dari Raja Salman, menempatkan sorotan pada putra mahkota berusia 33 tahun itu.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah menegaskan tanggung jawab utama terletak pada Putra Mahkota Mohammed bin Salman sebagai penguasa de facto. Pemerintah AS telah memberlakukan pembatasan ekonomi dan perjalanan pada beberapa individu atas dugaan keterlibatan, termasuk seorang ajudan utama Pangeran Mohammed.

Baca juga: Pangeran Saudi: Kudeta terhadap Raja Salman dan Putra Mahkota Segera Terjadi

Hari Senin (19/11), Raja Salman mengisyaratkan bahwa Putra Mahkota Mohammed bin Salman tetap diberdayakan untuk mengejar reformasi ekonomi yang ambisius, memuji “transformasi perkembangan menyeluruh” yang sedang berlangsung. Dia mengarahkan putranya, yang sedang duduk di aula, “untuk fokus pada mempersiapkan generasi baru untuk pekerjaan di masa depan.”

Raja Salman juga memuji pengadilan Saudi dan layanan kejaksaan karena telah “melakukan tugas-tugas yang dipercayakan kepada mereka,” tanpa merinci lebih lanjut.

Selain kasus Khashoggi, jaksa penuntut umum telah berpartisipasi dalam kampanye anti-korupsi yang diperintahkan oleh Putra Mahkota Mohammed bin Salman tahun 2017, di mana sejumlah pangeran, menteri, dan pengusaha Saudi ditangkap dan negara mengatakan telah memulihkan aset-aset curian senilai 100 miliar Dolar AS.

Ditulis oleh Hadeel Al Sayegh dan Stephen Kalin. Diedit oleh Gareth Jones dan Janet Lawrence.

Keterangan foto utama: Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud dari Arab Saudi tiba untuk berbicara dengan Dewan Syura di Riyadh, Arab Saudi, tanggal 19 November 2018. (Foto: Reuters/Istana Kerajaan Arab Saudi/Bandar Algaloud)

Raja Salman Desak Tindakan atas Iran, Dukung Perdamaian Yaman

BERLANGGANAN

Click to comment

Beri Tanggapan!

To Top