cvr lion air
Berita Politik Indonesia

Rekaman Suara Kokpit Lion Air yang Jatuh Ditemukan

Berita Internasional >> Rekaman Suara Kokpit Lion Air yang Jatuh Ditemukan

Penyelam Angkatan Laut Indonesia telah menemukan rekaman suara kokpit dari pesawat Lion Air JT-610 yang jatuh di Laut Jawa, Oktober lalu. Walaupun sedikit rusak, rekaman itu diharapkan bisa memberikan informasi lanjutan tentang penyebab spesifik jatuhnya pesawat Boeing 737 Max 8 yang masih baru itu. Pihak berwenang akan membutuh waktu 2-3 bulan untuk menganalisis data.

Baca Juga: Lion Air JT610: Pilot Berjuang Lawan Sistem Keamanan Otomatis

Oleh: Mike Ives dan Muktita Suhartono (The New York Times)

Indonesia telah menemukan rekaman suara kokpit dari pesawat Lion Air yang jatuh di perairan negara itu tahun lalu. Pihak berwenang Indonesia mengatakan pada hari Senin, meningkatkan harapan bahwa rekaman-rekaman itu bisa menjelaskan bagaimana pilot berjuang melawan apa yang tampaknya kegagalan teknis.

Pesawat Lion Air 610 jatuh di Laut Jawa tidak lama setelah lepas landas dari Jakarta, ibu kota Indonesia, akhir Oktober, menewaskan seluruh 189 orang yang ada di dalamnya.

Haryo Satmiko, wakil ketua badan keamanan transportasi Indonesia, mengonfirmasi lewat pesan teks pada hari Senin, bahwa penyelam Angkatan Laut telah menemukan rekaman suara kokpit di dasar laut, bersamaan dengan sisa tubuh manusia. Akan dibutuhkan sekitar dua sampai tiga bulan untuk menganalisa data.

Haryo menambahkan, bagian dari rekaman itu telah rusak, walaupun bagian itu tidak menyimpan data utama. “Kami harus menanganinya dengan sangat hati-hati,” ujarnya.

Pesawat itu adalah Boeing 737 Max 8 yang masih sangat baru, model terbaru dari armada 737 Boeing. Kotak hitamnya, yang merekam data penerbangan, berhasil ditemukan pada bulan November.

Para pilot berjuang untuk menyelamatkan pesawat hampir dari saat lepas landas, seiring hidung pesawat berulang-kali dipaksa turun. Mereka berhasil menaikkan hidung pesawat kembali berkali-kali sampai akhirnya kehilangan kendali, membuat pesawat terjun ke laut dengan kecepatan 450 mil per jam.

Data dari rekaman data penerbangan tampaknya mendukung suatu teori di antara para penyelidik bahwa sistem terkomputerisasi yang dipasang Boeing di jet-jet 737 generasi terbaru untuk mencegah mereka terhambat malah memaksa hidung pesawat turun.

Namun, penyebab pasti jatuhnya pesawat masih belum diketahui, dan laporan pendahuluan atas kecelakaan yang dikeluarkan oleh penyelidik kecelakaan Indonesia pada bulan November jelas kekurangan detil-detil penting.

Rekaman suara kokpit pesawat, dikenal sebagai C.V.R. bisa memberikan informasi lanjutan tentang langkah-langkah spesifik yang diambil pilot seiring pesawat itu kehilangan kendali. Kru pesawat telah meminta izin untuk kembali ke bandara Jakarta tapi tidak pernah memutar balik.

“Dengan C.V.R., kami bisa melihat apa yang dialami pilot, pola pikiran mereka, kenapa mereka mengambil keputusan yang mereka buat, kenapa mereka mengambil langkah-langkah tertentu,” ujar Gerry Soejatman, seorang pakar penerbangan Indonesia.

Ruth Simatupan, seorang mantan penyelidik untuk Badan Keamanan Transportasi Nasional, mengatakan mendengar apa yang pilot katakan satu sama lain bisa membantu penyelidik menentukan sampai sejauh mana kesalahan manusia menjadi faktor dalam kecelakaan itu.

Baca Juga: Peneliti: Lion Air JT610 ‘Tak Layak Terbang’ di 2 Penerbangan Terakhir

Rekaman itu juga bisa membantu penyelidik menentukan kesalahan spesifik yang mana yang menjadi tanggung jawab Boeing, Lion Air, atau pihak berwenang Indonesia.

Walaupun Boeing bersikukuh bahwa prosedur yang layak telah dimasukkan ke dalam buku panduan, pilot-pilot mengatakan sejak kejadian itu bahwa perusahaan tidak memberikan kejelasan tentang satu perbedaan vital antara sistem di 737 yang baru dengan model yang lebih lama.

Pada pesawat yang lebih lama, pilot bisa menyelesaikan masalah turunnya hidung pesawat secara tidak layak dengan menarik balik panel kontrol di depan mereka—tindak pencegahan yang tidak bekerja untuk 737 Max 8.

Pertanyaan lainnya adalah bagaimana Lion Air, armada penerbangan murah yang telah memiliki catatan bercela, berulang kali menghadapi kegagalan dalam pembacaan data pesawat selama berhari-hari sebelum kecelakaan.

Soejatman mengatakan, dia berharap rekaman suara pesawat memasukkan rekaman penerbangan sebelumnya, ketika pilot-pilot Lion Air berhasil menerbangkan pesawat itu ke Jakarta dari Bali, walaupun menghadapi masalah dengan sensor.

“Apakah itu hanya sekedar tebakan?” ujarnya tentang kemampuan pilot untuk mengatasi masalah. “Apakah mereka memiliki pengetahuan khusus, atau hanya insting?”

Para pegawai dan pakar mengatakan, lama sebelum kecelakaan tragis itu, Lion Air lebih mengutamakan pertumbuhan yang cepat dan pengaruh politik dibandingkan keamanan.

Mike Ives melaporkan dari Hong Kong dan Muktita Suhartono dari Bangkok.

Keterangan foto utama: Pihak berwenang Indonesia mencari puing-puing Lion Air JT 610 pada bulan November. (Foto: Reuters/Edgar Su)

 

Rekaman Suara Kokpit Lion Air yang Jatuh Ditemukan

BERLANGGANAN

Click to comment

Beri Tanggapan!

To Top