Apakah Xi Jinping Jatuh ke Perangkap yang Ditakuti Deng Xiaoping?
Asia

Resmi Hapus Masa Jabatan, China Buka Jalan bagi Xi Jinping untuk Menjabat Seumur Hidup

Berita Internasional >> Resmi Hapus Masa Jabatan, China Buka Jalan bagi Xi Jinping untuk Menjabat Seumur Hidup

Kongres Rakyat Nasional (NPC) pada Minggu (11/3) resmi menghapus pembatasan yang membatasi masa jabatan kepresidenan dua periode selama lima tahun berturut-turut, yang membuka jalan bagi Presiden Xi Jinping untuk menjabat seumur hidup. Partai Komunis telah membenarkan perubahan tersebut sebagai sebuah kebutuhan untuk menyelaraskan jabatan kepresidenan dengan dua kepemimpinan Xi lainnya yang lebih kuat—sebagai kepala partai dan kepala militer—yang tidak memiliki batas waktu.

Oleh: Steven Jiang (CNN)

Beijing (CNN)—Sebagian besar parlemen di China pada Minggu (11/3), sangat mendukung sebuah perubahan kontroversial terhadap konstitusi negara tersebut, yang membuka jalan bagi Presiden Xi Jinping agar tetap berkuasa tanpa batas waktu.

Di dalam Aula Besar Rakyat Beijing, hampir 3.000 delegasi untuk Kongres Rakyat Nasional (NPC) memberikan suara mereka pada serangkaian amandemen yang diajukan—termasuk menghapus pembatasan yang membatasi masa kepresidenan dua periode selama lima tahun berturut-turut.

Dari 2.964 surat suara, hanya dua delegasi yang menentang langkah tersebut dan tiga orang tidak memberikan suara—yang menunjukkan sedikit penolakan terhadap dorongan Xi untuk memerintah seumur hidup. Diloloskannya amandemen tersebut membutuhkan dua pertiga suara, yang merupakan sebuah praktik simbolis.

    Baca Juga : China: ‘Perang Dagang dengan Amerika akan Jadi Bencana’

Partai Komunis yang berkuasa mengumumkan usulan tersebut pada tanggal 25 Februari, dan—di tengah tanggapan keras dari beberapa pihak—telah membenarkan perubahan tersebut sebagai sebuah kebutuhan untuk menyelaraskan jabatan kepresidenan dengan dua kepemimpinan Xi lainnya yang lebih kuat—sebagai kepala partai dan kepala militer—yang tidak memiliki batas waktu.

Xi yang berusia 64 tahun—yang dipuji sebagai pemimpin China paling kuat sejak Mao Zedong—pada pekan lalu memberi dukungan penuh pada perubahan konstitusi yang diajukan, yang menyebut perubahan tersebut sebagai gambaran dari “keinginan bersama dari partai dan rakyat.”

Namun beberapa kritikus mengatakan bahwa langkah tersebut tidak hanya bertentangan dengan kepentingan publik, namun juga membuat Xi secara politis rentan dalam jangka panjang.

“Dia hanya menempatkan dirinya sendiri pada situasi yang suit,” kata Li Datong, mantan editor surat kabar China Youth Daily yang dikelola pemerintah, dan merupakan satu dari sedikit suara oposisi yang terbuka.

“Batas waktu pemimpin tertinggi adalah faktor persekutuan yang dimiliki oleh semua kekuatan politik di China,” katanya. “Penghapusannya bisa memicu pertikaian politik—itulah mengapa langkah ini berbahaya.”

Namun, ketika ditanya tentang potensi perebutan kekuasaan, Shen Chunyao, pejabat senior NPC, membantah kekhawatiran tersebut.

“Saya pikir tidak ada masalah seperti itu,” katanya dalam sebuah konferensi pers pasca-pemilihan.

Bagaimana Globalisasi Ciptakan ‘Monster China’

Presiden China Xi Jinping berbicara pada sesi pembukaan Kongres Partai Komunis ke-19 di Beijing, pada tanggal 18 Oktober 2017. (Foto: Getty Images/Kevin Frayer)

Langkah Berani

Karena amandemen untuk menghapus batas masa kepresidenan juga berlaku untuk wakil presiden, banyak analis melihat tanda-tanda pengisi posisi simbolis tersebut tertuju pada salah satu letnan Xi yang paling terpercaya.

Wang Qishan—mantan kaisar anti-korupsi China yang menakutkan—kemungkinan akan menjadi wakil presiden baru pada akhir pekan ini dan diberi tanggung jawab besar, membiarkan kedua orang tersebut bergabung lagi untuk memerintah China selama bertahun-tahun yang akan datang.

Para pengamat China mengatakan bahwa langkah berani menuju masa jabatan yang panjang untuk Xi, menunjukkan karakternya.

“Dia memiliki kekuatan politik yang luar biasa—dan tidak ada politisi senior lain yang bisa atau ingin melawannya,” kata Duncan Innes-Ker, Direktur Regional untuk Asia di Economist Intelligence Unit.

“Masalahnya dengan menjadi pemimpin yang terlihat jelas adalah, bahwa setiap orang tahu di mana letak kesalahan jika ada yang tidak beres.”

Perubahan konstitusional utama lainnya yang disetujui pada Minggu (11/3), adalah pembentukan sebuah badan anti-korupsi nasional yang kuat, yang dianggap oleh banyak orang sama pentingnya dengan penghapusan batas waktu, dalam pengaruhnya terhadap politik China.

    Baca Juga : Mengapa Etnis China Masih Dilarang Memiliki Tanah di Indonesia?

Komisi Pengawasan Nasional (National Supervision Commission-NSC) akan memiliki status yang sebanding dengan kabinet, Mahkamah Agung, dan kantor kejaksaan tertinggi, yang meningkatkan kekuatan perlawanan terhadap korupsi yang ada di berbagai instansi pemerintah.

Meskipun badan tersebut akan berbagi ruang kantor dan personel dengan cabang disipliner lain partai tersebut—yang pernah dipimpin oleh Wang yang berusia 69 tahun—namun NSC dapat menargetkan siapa saja yang menjalankan otoritas publik, bukan hanya anggota Partai Komunis, yang memberi Xi kekuatan lebih lanjut untuk menghancurkan ketidaksetiaan politik apa pun.

“Ini sangat mirip masa-masa awal Putin, akumulasi kekuatan,” kata Innes-Ker, analis tersebut. “Pertanyaan yang lebih besar adalah, apakah akumulasi kekuatan di sekitar Xi ini positif atau negatif bagi reformasi.”

“Saat ini, kami tidak yakin dengan arah pemerintah dalam menjalankan kebijakan reformasinya.”

Keterangan foto utama: Presiden China Xi Jinping. (Foto: Reuters)

Resmi Hapus Masa Jabatan, China Buka Jalan bagi Xi Jinping untuk Menjabat Seumur Hidup

BERLANGGANAN

Click to comment

Beri Tanggapan!

To Top