reuni 212
Berita Politik Indonesia

Reuni 212: Konservatif Muslim Indonesia Lakukan Pawai Besar-besaran di Jakarta

Berita Internasional >> Reuni 212: Konservatif Muslim Indonesia Lakukan Pawai Besar-besaran di Jakarta

Puluhan ribu umat Muslim kembali berkumpul di Jakarta, dalam apa yang mereka sebut sebagai reuni. Acara Reuni 212 itu dihadiri juga oleh kandidat calon presiden Prabowo Subianto. Kelompok Islam konservatif telah meningkat di Indonesia dalam tahun-tahun belakangan ini.

Baca Juga: Muslim Indonesia Gelar Aksi Bela Tauhid, Memprotes Pembakaran Bendera

Oleh: Reuters

Puluhan ribu warga Muslim Indonesia mengadakan sebuah pawai besar di Jakarta, Minggu (2/12). Pawai ini dipimpin oleh kelompok garis keras yang telah memprakarsai dipenjarakannya gubernur Kristen kota itu, menggarisbawahi meningkatnya pengaruh kelompok Islamis jelang Pilpres 2019.

Pawai itu dihadiri oleh mantan jenderal Prabowo Subianto, seorang nasionalis dengan hubungan yang kuat dengan para Islamis. Prabowo sedang berusaha untuk menggulingkan presiden petahana Joko Widodo (Jokowi) dalam pemilihan tahun depan, setelah kalah tipis pada tahun 2014, dalam kampanye yang dilakukan secara pahit.

Kerumuman massa, sebagian besar mengenakan pakaian putih dan membawa bendera-bendera Islami, memulai pertemuan di Monumen Nasional (Monas) sejak pukul 3 dini hari, untuk melangsungkan Salat.

“Kami bangga karena Islam di Indonesia adalah Islam yang menyatuhkan dan bersatu dan akan mempertahankan kedamaian untuk semua orang,” ujar Prabowo dalam pidatonya.

Ribuan polisi berjaga mengawal pawai itu, yang berlangsung secara damai.

Baca Juga: Setelah Dipenjara, Akankah Ahok Kembali ke Dunia Politik?

Penyelenggara menyebut acara mereka sebagai “reuni” dari serangkaian pawai yang dimulai pada akhir 2016 yang menargetkan gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), etnis Tionghoa Kristen pertama yang memangku jabatan itu. Ahok dikenai tuduhan penistaan agama karena dianggap menghina Alquran.

Tekanan politis dan religius meningkat selama periode itu dan Ahok, seorang sekutu Presiden Jokowi, kalah pada pemilihan ulangnya melawan seorang rival beragama Muslim. Ia kemudian dijatuhi hukuman dua tahun penjara karena penistaan agama.

Kelompok Islam garis keras dilarang di bawah rezim pemerintahan Presiden Soeharto yang otoriter, yang berakhir pada tahun 1998. Namun mereka mendapat sokongan tahun-tahun belakangan ini, muncul dari pinggiran masyarakat di negara dengan mayoritas Muslim terbesar di dunia ini.

Jokowi, seorang moderat yang populer, telah memilih seorang ulama berusia 75 tahun, Ma’ruf Amin, sebagai calon wakil presidennya untuk Pilpres 2019. Hal ini memicu kekhawatiran di antara beberapa pihak, yang mempertanyakan apakah ia beralih ke Muslim konservatif di negara yang pluralis dengan komunitas minoritas yang signifikan.

Dilaporkan oleh Jessica Damiana; Ditulis oleh Fransiska Nangoy; Disunting oleh Ed Davies dan Robert Birsel.

Keterangan foto utama: Puluhan ribu Muslim Indonesia menghadiri pawai untuk memperingati serangkaian pawai yagn dimulai pada akhir 2016 di Jakarta, Indonesia, 2 Desember 2018. (Foto: Antara Foto/Sigid Kurniawan)

Reuni 212: Konservatif Muslim Indonesia Lakukan Pawai Besar-besaran di Jakarta

BERLANGGANAN

Click to comment

Beri Tanggapan!

To Top