berita Vladimir Putin
Eropa

Ribuan Orang Protes Pemerintahan Putin, Para Pengunjuk Rasa Ditahan

Home » Featured » Eropa » Ribuan Orang Protes Pemerintahan Putin, Para Pengunjuk Rasa Ditahan

Beberapa hari sebelum pelantikan Vladimir Putin untuk masa jabatan presiden yang keempat, ribuan orang turun ke jalan untuk melakukan protes terhadap pemerintahan Putin. Para pengunjuk rasa pun ditahan oleh polisi yang berjaga. Sebelumnya, politisi oposisi Alexei Navalny meminta para demonstran untuk berkumpul di kota-kota sekitar Rusia, untuk melakukan unjuk rasa tersebut.

    Baca juga: Presiden Rusia Vladimir Putin Harapkan Hubungan Lebih Baik dengan Amerika

Oleh: Yuliya Talmazan dan Elena Holodny (NBC News)

Polisi anti huru-hara menyerbu sebuah unjuk rasa di Moskow pada Sabtu (5/5) sore, ketika ribuan orang turun ke jalan untuk menyuarakan ketidakpuasan mereka terhadap pemerintah Vladimir Putin, hanya beberapa hari sebelum pelantikannya untuk masa jabatan presiden tersebut yang keempat.

Ribuan orang berpartisipasi dalam unjuk rasa di Lapangan Pushkinskaya di Moskow, di mana beberapa pengunjuk rasa ditahan oleh polisi dan dilemparkan masuk ke bus ketika kerumunan meneriakkan slogan anti-Putin.

Pemimpin oposisi Alexei Navalny—seorang aktivis anti-korupsi yang dilarang ikut pemilu presiden 2018—ditahan dalam beberapa menit setelah muncul dalam unjuk rasa tersebut, dan diseret oleh polisi.

Navalny meminta orang-orang untuk melakukan demonstrasi di hampir seratus kota di seluruh negara terbesar di dunia itu, untuk menyampaikan kepada Vladimir Putin—yang menang telak dalam pemilu presiden pada bulan Maret, dengan lebih dari 76 persen suara—bahwa ia tidak akan diizinkan memerintah “sebagai raja”.

Dalam unjuk rasa di Moskow tersebut, orang-orang di kerumunan terlihat memegang spanduk yang bertuliskan, “Saya sudah muak” dan “Saya menentang korupsi”, meneriakkan “Putin adalah pencuri” dan “pergilah raja”.

Banyak juga yang melambaikan bendera Rusia saat polisi berjaga dan helikopter melayang di atas.

“Saya ingin hidup bebas di Rusia di mana semua orang mempunyai derajat yang sama,” kata siswa Sekolah Menengah Atas, Daniel (17 tahun), yang tidak mengungkapkan nama belakangnya, kepada NBC News ketika ditanya mengapa dia bergabung dengan unjuk rasa tersebut.

Ribuan Orang Protes Pemerintahan Putin, Para Pengunjuk Rasa Ditahan

Pemimpin oposisi Rusia Alexei Navalny berteriak selama unjuk rasa pada Sabtu (5/5) di Moskow. (Foto: AFP/Getty Images/Kirill Kudryavtsev)

Ketika pengunjuk rasa semakin banyak, polisi menyerbu masuk ke dalam unjuk rasa tersebut. Beberapa pengunjuk rasa mengatakan pada TV Rusia Rain, bahwa penahanan yang dilakukan polisi itu tampak acak dan kasar. Para pengunjuk rasa meneriakkan “kalian seharusnya malu” kepada para petugas polisi saat mereka menahan dan membawa pergi beberapa pengunjuk rasa.

Seniman Ekaterina (36 tahun), yang juga tidak ingin nama belakangnya dibagikan, mengatakan bahwa dia berharap pemerintah akan mendengar mereka.

“Ada banyak orang yang tidak setuju dengan apa yang terjadi di negara ini, yang tidak memilih saat pemilu, dan yang tidak menganggap pemilu itu sah,” katanya.

Banyak yang mengatakan kepada media bahwa mereka terinspirasi oleh peristiwa di Armenia, di mana kampanye pemberontakan warga sipil secara nasional menyebabkan pemimpin lama negara kecil Eropa Timur itu mundur.

“Armenia telah menunjukkan bahwa masyarakatlah yang seharusnya memutuskan,” seorang pengunjuk rasa di Pushkinskaya Square mengatakan pada TV Rain.

Navalny sebelumnya mengatakan bahwa Armenia seharusnya memberi “contoh yang baik bagi Rusia” tentang bagaimana kegigihan orang yang turun ke jalan dapat mendorong perubahan.

Dalam video YouTube yang telah dilihat oleh hampir 3 juta orang menjelang protes, pengacara berusia 41 tahun itu mengatakan bahwa 53 juta warga Rusia tidak memilih Putin pada Maret lalu, dan kepentingan mereka perlu dipertimbangkan.

Ribuan Orang Protes Pemerintahan Putin, Para Pengunjuk Rasa Ditahan

Para pendukung pro-pemerintah dan oposisi bertikai selama protes pada Sabtu (5/5) di Moskow. (Foto: AFP/Getty Images/Kirill Kudryavtsev)

“Mereka adalah orang yang berbeda, dengan pandangan berbeda, tetapi secara keseluruhan, mereka memiliki pemikiran dan gagasan tentang masa depan Rusia yang berbeda dari Putin,” kata Navalny. “Pendapat mereka harus didengar karena mereka adalah warga Rusia juga. Saat ini, mereka… kami… sedang diabaikan.”

Unjuk rasa diperkirakan akan dilakukan di 97 kota di sekitar Rusia, dan beberapa dari unjuk rasa tersebut tidak disetujui oleh pihak berwenang—termasuk protes di Moskow dan St. Petersburg. Navalny mengklaim unjuk rasa tersebut sesuai dengan konstitusi Rusia, tetapi telah “dilarang secara ilegal” oleh pihak berwenang.

Media Rusia melaporkan pada Sabtu (5/5), bahwa penahanan terjadi pada demonstrasi di seluruh negeri bahkan sebelum protes di ibu kota dimulai. Kantor berita Interfax melaporkan bahwa sejumlah pendukung Navalny ditahan pada Jumat (4/5)—sehari menjelang unjuk rasa tersebut.

Secara keseluruhan, lebih dari 1.200 orang ditahan dalam demonstrasi anti-pemerintah di seluruh Rusia pada hari Sabtu itu, di mana hampir setengah dari mereka berunjuk rasa di Moskow, menurut OVD-Info—sebuah kelompok yang memantau penindasan politik di Rusia.

Ribuan Orang Protes Pemerintahan Putin, Para Pengunjuk Rasa Ditahan

Polisi Rusia menangkap seorang pengunjuk rasa dalam sebuah demonstrasi oposisi yang diselenggarakan oleh Alexei Navalny di Moskow pada tanggal 5 Mei 2018. (Foto: EPA/Sergei Ilnitsky)

Namun, walaupun ribuan orang turun ke jalan, Kremlin bersiap-siap untuk pelantikan Putin pada Senin (7/5), dengan menyiapkan upacara yang kemungkinan besar akan menjadi upacara yang megah. Kemenangan pemilu Putin memperpanjang kekuasaannya menjadi 24 tahun—lebih lama dari pemimpin Rusia mana pun sejak Joseph Stalin.

Jajak pendapat terbaru menunjukkan bahwa pria berusia 65 tahun itu terus menikmati tingkat penerimaan lebih dari 80 persen, di mana banyak yang mengapresiasinya karena mengembalikan kebanggaan nasional dan memperluas pengaruh global Rusia dengan intervensi di Suriah dan Ukraina.

Kritikus seperti Navalny menuduh Putin menguasai sistem otoriter yang korup, sementara kesejahteraan keuangan jutaan masyarakat Rusia terus memburuk.

    Baca juga: Vladimir Putin vs Para Wanita Cerdas (Ancaman Baru bagi Sang Presiden)

Putin telah menyebut Navalny sebagai pembuat onar yang cenderung menyebarkan kekacauan atas nama pemerintahan Amerika Serikat.

Demonstrasi di Moskow mengingatkan kembali tentang bentrokan pada tahun 2012—yang juga menjelang pelantikan Putin. Ratusan demonstran ditangkap setelah itu, di mana banyak yang berakhir di penjara setelah persidangan yang berlarut-larut selama bertahun-tahun, yang mengakibatkan anggota parlemen Rusia menyetujui aturan baru dengan hukuman yang berat bagi siapa pun yang mengambil bagian dalam unjuk rasa tanpa izin.

Unjuk rasa yang berlangsung pada Sabtu (5/5) itu juga menyusul unjuk rasa damai yang dihadiri oleh lebih dari 12 ribu orang di Moskow pada awal pekan ini, untuk memprotes larangan aplikasi perpesanan populer Telegram.

Aplikasi itu dilarang oleh pengawas komunikasi Rusia pada bulan lalu karena sengketa enkripsi, yang memicu kecaman dari banyak masyarakat Rusia yang merasa bahwa pemerintah telah melanggar kebebasan internet.

Larangan itu diberlakukan setelah pengembang aplikasi tersebut menolak mematuhi perintah pengadilan untuk memberikan Dinas Keamanan Negara akses menuju pesan terenkripsi pengguna, untuk tujuan keamanan.

Para pengunjuk rasa meneriakkan slogan-slogan melawan pemerintah Putin ketika mereka meluncurkan pesawat kertas—merujuk pada logo aplikasi tersebut.

Navalny menghadiri unjuk rasa tersebut dan menuju ke panggung, menuduh pemerintah atas merajalelanya korupsi dan pelanggaran kebebasan dasar. “Saya tidak terima,” Navalny berteriak ke kerumunan yang bersemangat. “Kami tidak membutuhkan raja. Pergilah raja,” katanya.

Yuliya Talmazan melaporkan dari London, Elena Holodny dari Moskow.

Keterangan foto utama: Para pendukung oposisi berdemonstrasi di St. Petersburg, Rusia, pada Sabtu (5/5). (Foto: Reuters/Anton Vaganov)

Ribuan Orang Protes Pemerintahan Putin, Para Pengunjuk Rasa Ditahan

BERLANGGANAN

Click to comment

Beri Tanggapan!

To Top