Rodrigo Duterte
Asia

Rodrigo Duterte Inginkan Auditor Negara Filipina ‘Diculik dan Disiksa’

Berita Internasional >> Rodrigo Duterte Inginkan Auditor Negara Filipina ‘Diculik dan Disiksa’

Presiden Filipina Rodrigo Duterte menuduh badan konstitusional independen telah menghambat kinerja pemerintahannya. Duterte mengutuk para auditor pemerintah yang bertanggung jawab untuk memerika rekening dan pengeluaran lembaga pemerintahan, dan memang dikenal sebagai badan yang sulit. “Mereka adalah orang-orang yang harus dibunuh, pertumpahan darah bagi bangsa ini,” katanya dalam bahasa Filipina.

Baca juga: Kanker Bisa Jadi Akhir Kepresidenan Rodrigo Duterte

Oleh: Al Jazeera

Presiden Filipina Rodrigo Duterte menyarankan agar auditor pemerintah diculik dan disiksa karena telah menghambat kinerja pemerintahannya.

Dalam pidatonya di hadapan para pejabat lokal di ibukota Filipina, Manila, Duterte mengutuk badan konstitusional independen, yang bertanggung jawab memeriksa rekening dan pengeluaran oleh lembaga pemerintah.

“Mari kita menculik orang-orang dari Komisi Audit [COA/Commission on Audit]. Ayo bawa mereka ke sini, maka kita menyiksa sons of whores itu,” kata Duterte dalam pidato yang sarat sumpah serapah dalam bahasa Inggris dan Filipina. “Mereka selalu mempersulit banyak hal. Itulah yang saya tidak suka, membuat hal-hal menjadi sulit,” katanya.

Selama berbagai dekade, para auditor pemerintah di Filipina mendapatkan reputasi sebagai sosok yang sulit, karena meneliti dengan cermat pengeluaran semua lembaga pemerintah. Meskipun mereka tidak memiliki wewenang untuk menuntut, bukti yang dikumpulkan oleh auditor negara telah digunakan untuk menyeret para pejabat publik ke penjara.

Sebelumnya, Duterte telah mengecam auditor negara dengan mengatakan “mereka harus didorong menuruni tangga,” dan mengejek peraturan pemerintah sebagai “shit.

‘Mencoba membongkar pondasi demokrasi’

Sebelum menjadi presiden, Duterte memiliki hubungan dengan lembaga COA.

Tahun 2015, ketika menjabat sebagai walikota Davao, kota utama di selatan Filipina, auditor pemerintah mempertanyakan validitas keputusan Duterte untuk mempekerjakan lebih dari 10.000 pekerja kontrak yang menelan biaya pemerintah kota setara dengan 15 juta Dolar AS.

Para auditor memperingatkan bahwa keputusan untuk mempekerjakan sejumlah besar pegawai pemerintah dalam kapasitas sementara dapat menumbuhkan dukungan politik. Ada juga tuduhan bahwa banyak pekerja nyatanya tidak ada, atau disebut sebagai “karyawan hantu.”

Para kritikus mengecam Duterte karena berusaha membongkar pondasi demokratis negara lewat upaya menyerang mereka yang menentang kebijakannya, termasuk hakim dan politisi oposisi.

Dalam pidato yang sama, Duterte juga mencerca pejabat pemerintah yang “korup,” termasuk hakim, polisi, dan perwira militer. Duterte mengatakan bahwa, “rencana saya adalah membunuh mereka semua.”

Baca juga: Perang Presiden Duterte Melawan Media Filipina

“Mereka adalah orang-orang yang harus dibunuh, pertumpahan darah bagi bangsa ini,” katanya dalam bahasa Filipina.

Presiden Filipina juga mengatakan bahwa jika dia berada di pesawat yang sama dengan hakim yang tidak disebutkan namanya tersebut, yang dia tuduh telah gagal menghukum siapa pun, dia akan melubangi pesawat itu, “sehingga kita akan pergi ke neraka bersama-sama.”

“Saya akan membuka pintu keluar sehingga kita semua akan tersedot keluar dari pesawat.”

Duterte telah dikenal karena mengeluarkan pernyataan kontroversial, yang oleh para juru bicaranya kemudian dianggap sebagai olok-olok presiden yang tidak seharusnya dianggap serius. Akhir bulan Desember 2018, Duterte mengaku bahwa ia pernah mencabuli pembantu keluarganya saat remaja. Dia mengatakan dia “tidak memiliki masalah” mengatakannya di depan umum dan di depan media “karena itu hal yang sebenarnya.”

Keterangan foto utama: Presiden Filipina Rodrigo Duterte telah dikenal karena mengeluarkan pernyataan kontroversial yang banyak dikecam oleh kelompok pembela hak asasi manusia. (Foto: AP/Bullit Marquez)

Rodrigo Duterte Inginkan Auditor Negara Filipina ‘Diculik dan Disiksa’

BERLANGGANAN

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top