rusia
Timur Tengah

Rusia Kritik Israel karena ‘Pelanggaran Berat’ dalam Serangan Suriah

Berita Internasional >> Rusia Kritik Israel karena ‘Pelanggaran Berat’ dalam Serangan Suriah

Pemerintah Rusia menuduh Israel telah membahayakan dua pesawat sipil setelah jet F-16 meluncurkan serangan terhadap sasaran di Damaskus, Suriah. Media pemerintah Suriah mengatakan pertahanan udara negara itu telah mencegat rudal Israel di dekat Damaskus, sementara Israel mengatakan melindungi diri dari tembakan anti-pesawat. Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan bahwa tiga orang tentara Suriah terluka dalam serangan ketika pesawat-pesawat tempur Israel menjatuhkan 16 bom. 

Baca Juga: China dan Rusia: Sahabat Baru Berkat Ketakutan Amerika

Oleh: Al Jazeera

Rusia menuduh Israel telah melanggar kedaulatan Suriah dan menimbulkan ancaman terhadap dua penerbangan sipil setelah pesawat tempur Israel melancarkan serangan udara di Damaskus, Suriah pada hari Selasa (25/12).

“Kami sangat prihatin dengan serangan-serangan itu dan bagaimana serangan itu dilakukan. Ini merupakan pelanggaran berat terhadap kedaulatan Suriah,” kata Kementerian Luar Negeri Rusia dalam sebuah pernyataan hari Rabu (26/12).

Media pemerintah Suriah mengatakan pertahanan udara negara itu telah mencegat rudal Israel di dekat Damaskus, sementara Israel mengatakan melindungi diri dari tembakan anti-pesawat.

“Sebuah sistem pertahanan udara [militer Israel] diaktifkan sebagai tanggapan terhadap rudal anti-pesawat yang diluncurkan dari Suriah,” menurut akun Twitter resmi tentara Israel kemudian.

Rusia juga mengatakan serangan Israel telah membahayakan dua pesawat penumpang.

“Tindakan provokatif angkatan udara Israel telah secara langsung mengancam dua pesawat,” kata juru bicara Kementerian Pertahanan Rusia Igor Konashenkov dalam sebuah pernyataan.

Dia mengatakan serangan dari wilayah Lebanon itu terjadi ketika “dua pesawat, bukan dari Rusia, bersiap mendarat di bandara Beirut dan Damaskus.” Dia mengatakan pembatasan diberlakukan pada penggunaan sistem pertahanan udara pasukan pemerintah Suriah “untuk mencegah terjadinya tragedi.” Salah satu pesawat dialihkan ke pangkalan udara Rusia di Suriah.

Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan bahwa tiga orang tentara Suriah terluka dalam serangan ketika pesawat-pesawat tempur Israel menjatuhkan 16 bom. Dari jumlah tersebut, 14 bom telah dihancurkan oleh sistem pertahanan Suriah, menurut kementerian.

Sistem anti-rudal yang ditingkatkan

Rusia adalah sekutu utama Suriah. Intervensinya dalam perang saudara Suriah pada tahun 2015 dipandang sebagai kunci untuk menopang rezim Presiden Suriah Bashar al-Assad.

Baca Juga: Praha: Kota yang Mengawasi Mata-Mata China dan Rusia

Bulan September 2018, sebuah pesawat militer Rusia Il-20 ditabrak dalam serangan yang sama, menewaskan 15 prajurit di dalamnya. Pada hari itu, beberapa pesawat F-16 Israel memasuki wilayah udara Suriah, berharap untuk mengebom target militernya di provinsi Latakia barat laut.

Para pejabat Rusia mengatakan bahwa ketika sistem pertahanan udara S-200 Suriah menanggapi pelanggaran itu, F-16 Israel bersembunyi di belakang pesawat Rusia yang ditabrak oleh rudal Suriah. Tak lama kemudian, Rusia, menyalahkan Israel atas insiden itu, mengumumkan keputusannya untuk memberi Suriah sistem pertahanan S-300 yang telah ditingkatkan.

Israel di masa lalu telah melakukan puluhan serangan udara di Suriah terhadap apa yang dikatakannya merupakan target Iran, banyak dari mereka berada di selatan Damaskus.

Keterangan foto utama: Rusia mengatakan 14 bom telah dicegat oleh sistem anti-rudal, tetapi dua bom te;ah menghantam sasaran mereka. (Foto: AP Photo/Hassan Ammar)

 

Rusia Kritik Israel karena ‘Pelanggaran Berat’ dalam Serangan Suriah

BERLANGGANAN

Click to comment

Beri Tanggapan!

To Top