Pilpres 2019
Berita Tentang Indonesia

SBY Dukung Prabowo Maju dalam Pilpres 2019

Home » Berita Tentang Indonesia » SBY Dukung Prabowo Maju dalam Pilpres 2019

Setelah pertemuan antara Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Prabowo Subianto pada Senin (30/7), SBY mengumumkan bahwa dirinya mendukung Prabowo sebagai calon presiden dalam Pilpres 2019 pada bulan April mendatang. “Kami datang ke sini dengan satu pemahaman bahwa Pak Prabowo adalah calon presiden kami,” kata SBY dalam konferensi pers setelah bertemu Prabowo Subianto.

Baca juga: Indikasi Aliansi Dua Jenderal Tantang Jokowi di Pilpres 2019

Oleh: Reuters

Mencoba mengulang kembali Pemilu Presiden 2014, mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengatakan pada Senin (30/7), bahwa ia akan mendukung seorang pemimpin oposisi untuk menantang Presiden Joko Widodo dalam pemungutan suara yang dijadwalkan tahun depan.

Rakyat Indonesia akan memberikan suara untuk anggota parlemen dan presiden pada bulan April mendatang, tetapi ketegangan sudah meningkat, karena para kandidat capres dan cawapres harus mendaftar ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebelum tanggal 10 Agustus agar bisa mengikuti Pilpres 2019.

“Kami datang ke sini dengan satu pemahaman bahwa Pak Prabowo adalah calon presiden kami,” kata SBY dalam konferensi pers setelah bertemu Prabowo Subianto, Ketua Partai Gerindra dan mantan jenderal angkatan bersenjata yang kalah tipis oleh Jokowi pada pemilu terakhir.

Jokowi—seorang mantan pengusaha furnitur dan presiden pertama yang datang dari luar politik atau militer—diperkirakan akan mencari masa jabatan lima tahun lagi. Sebagai seorang reformis yang berbicara tenang, dia telah menikmati popularitas yang kuat.

Pemilihan daerah yang diadakan bulan lalu menunjukkan bahwa para kandidat yang mendukung Jokowi menang di tiga provinsi di pulau Jawa—rumah bagi lebih dari separuh penduduk Indonesia.

Prabowo—yang telah mengkritik pemerintah tentang masalah kesejahteraan, dan hubungan Indonesia dengan Beijing—mengatakan pada konferensi pers dengan SBY, bahwa ia akan mengadakan pertemuan dalam beberapa hari mendatang untuk memutuskan pasangannya sebagai wakil presiden.

Baca juga: Pilpres 2019: Jokowi Ungkapkan Tiga Nama Cawapres Potensial

Kampanyenya untuk kepresidenan pada tahun 2014 dirusak oleh tuduhan pelanggaran hak asasi manusia saat ia menjadi seorang jenderal tinggi, khususnya selama kerusuhan yang menurunkan mantan ayah mertuanya dan diktator yang menjabat lama, Suharto, pada tahun 1998.

SBY—yang juga merupakan seorang mantan jenderal angkatan darat yang menjabat sebagai presiden dari tahun 2004 hingga 2014—memiliki hubungan yang goyah dengan penerusnya, Jokowi.

Tahun lalu ia menuduh badan-badan pemerintah secara ilegal menyadap teleponnya, dan menyabotase kesempatan putranya dalam Pemilihan Gubernur Jakarta. Pemerintah Jokowi membantah tuduhan itu.

Pelaporan oleh Gayatri Suroyo dan Fransiska Nangoy; Penyuntingan oleh John Chalmers dan Nick Macfie.

Keterangan foto utama: Mantan Presiden Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono menyampaikan pidato dalam DBS Asian Insights Conference di Singapura pada tanggal 10 Juli 2015. (Foto: Reuters/Edgar Su)

SBY Dukung Prabowo Maju dalam Pilpres 2019
Click to comment

Beri Tanggapan!

To Top