Senator Amerika: MBS ‘Tidak Mungkin’ Tidak Terlibat dalam Pembunuhan Khashoggi
Timur Tengah

Senator Amerika: MBS ‘Tidak Mungkin’ Tidak Terlibat dalam Pembunuhan Khashoggi

Berita Internasional >> Senator Amerika: MBS ‘Tidak Mungkin’ Tidak Terlibat dalam Pembunuhan Khashoggi

Direktur CIA Gina Haspel akhirnya telah memberikan pengarahan tertutup kepada para senator sehubungan pembunuhan Jamal Khashoggi. Setelah pengarahan itu, para senator yang sejak awal sudah menyangsikan keputusan Trump untuk membela Mohammed bin Salman, semakin yakin dengan kecurigaan mereka. Mereka mengatakan, sangat tidak mungkin Putra Mahkota tidak terlibat dalam pembunuhan jurnalis pembangkang itu.

Baca Juga: Warga Washington Ingin Namai Jalan di Depan Kedutaan Saudi Jamal Khashoggi

Oleh: Al Jazeera

Setelah pengarahan tertutup oleh Direktur CIA Gina Haspel pada hari Selasa (4/12), para senator senior Amerika Serikat (AS) mengatakan “sangat tidak mungkin” Pangeran Mahkota Saudi Mohammed bin Salman (MBS) tidak terlibat dalam pembunuhan kritikus Arab Saudi, Jamal Khashoggi.

“Pandangan-pandangan yang saya miliki sebelumnya mulai mengeras,” kata Senator Bob Menendez, anggota Partai Demokrat teratas di Komite Hubungan Luar Negeri Senat, yang telah menyerukan reaksi AS yang kuat atas kematian Khashoggi dan mendukung dibentuknya undang-undang yang akan mengakhiri semua dukungan AS bagi koalisi Saudi yang tengah berperang di Yaman.

Senator Republik Lindsey Graham mengatakan kepada wartawan, “Anda harus sengaja buta untuk tidak sampai pada kesimpulan bahwa ini direncanakan dan diatur oleh orang-orang di bawah komando MBS.”

Dia menambahkan bahwa tampaknya pemerintah Trump  tidak mau mengakui bukti keterlibatan putra mahkota.

Senator Republik Bob Corker, ketua Komite Hubungan Luar Negeri Senat, menggemakan komentar itu, mengatakan bahwa ia tidak ragu lagi bahwa Pangeran Muhammad memerintahkan dan mengawasi pembunuhan Khashoggi.

Dia menambahkan bahwa jika putra mahkota diadili, seorang juri akan menemukan dia bersalah dalam “sekitar 30 menit”.

Komentar itu muncul setelah Haspel memberi pengarahan kepada para anggota Partai Republik dan Demokrat di Komite Senat Bersenjata, Hubungan Asing, Alokasi, dan komite Intelijen. Senator lain juga hadir.

RUU Yaman

Senator dari kedua belah pihak pekan lalu marah karena direktur CIA tersebut tidak menghadiri pengarahan singkat oleh Menteri Luar Negeri Mike Pompeo dan Menteri Pertahanan James Mattis. Pemerintahan Trump membantah tuduhan yang mengatakan bahwa pihaknya mencegah Haspel agar tidak muncul.

Baca Juga: Mengapa Israel Ingin Selamatkan Para Pembunuh Jamal Khashoggi?

Pada pengarahan singkat pekan lalu, Pompeo dan Mattis mengatakan tidak ada bukti kuat yang menyatakan bahwa putra mahkota berada di balik pembunuhan itu dan mendesak para senator untuk tidak melemahkan hubungan dengan Arab Saudi atas insiden itu. Namun, CIA telah dilaporkan menilai bahwa Pangeran Muhammad memerintahkan pembunuhan Khashoggi.

Trump telah berulang kali menghindari pernyataan bahwa Pangeran Mohammed terlibat dalam pembunuhan itu dan mengatakan CIA memiliki “perasaan” bahwa kerajaan bersalah tetapi tidak terlalu yakin.

“Saya benci kejahatan, saya benci menutup-nutupi. Menurut saya: Putra mahkota lebih membenci [kejahatan] daripada saya, dan mereka telah dengan keras membantah [keterlibatan mereka],” katanya pada akhir bulan November.

Dalam pernyataan sebelumnya yang dikeluarkan oleh Gedung Putih, Trump memuji Arab Saudi sebagai “mitra yang kuat” dan mengklaim “kita mungkin tidak pernah tahu semua fakta seputar pembunuhan Jamal Khashoggi.”

Presiden AS memperingatkan bahwa setiap tindakan hukuman terhadap Arab Saudi atau keluarga yang berkuasa, bisa membuat pemerintahan Saudi untuk menandatangani kesepakatan senjata dengan Rusia dan China, bukan dengan AS.

Beberapa jam setelah pengarahan pekan lalu itu, Senat memberikan suara 63-37 untuk mengambil resolusi yang ditujukan untuk membatasi keterlibatan AS dalam perang di Yaman, di mana koalisi Saudi-UAE yang didukung AS melakukan intervensi pada tahun 2015 melalui kampanye udara besar-besaran yang menargetkan pemberontak Houthi. Pemungutan suara berikutnya pada RUU ini mungkin akan berlangsung secepatnya hari Kamis (6/12).

Khashoggi terbunuh pada 2 Oktober setelah memasuki konsulat Saudi di Istanbul untuk mengambil dokumen yang dibutuhkan untuk pernikahan yang telah direncanakannya.

Setelah memberi pernyataan yang kontradiktif, Arab Saudi mengakui bahwa Khashoggi terbunuh di dalam konsulat dan tubuhnya dipotong-potong. Kerajaan itu berulang kali mengatakan bahwa Pangeran Mohammed tidak mengetahui tentang pembunuhan itu, yang menurut Turki diperintahkan dari tingkat tertinggi kepemimpinan Saudi.

 

Keterangan foto utama: Sebuah peringatan untuk jurnalis Jamal Khashoggi yang terbunuh di Istanbul bulan OKtober 2018. (Foto: Getty Images/Chris Mcgrath)

Senator Amerika: MBS ‘Tidak Mungkin’ Tidak Terlibat dalam Pembunuhan Khashoggi

BERLANGGANAN

Click to comment

Beri Tanggapan!

To Top