Sepucuk Surat dari Gaza untuk Justin Trudeau
Timur Tengah

Sepucuk Surat dari Gaza untuk Justin Trudeau

Para perawat Palestina, rekan-rekan Razan Al-Najjar, menangis saat mendengar berita bahwa dia terbunuh dalam demonstrasi di perbatasan Israel-Gaza pada 1 Juni 2018 (Foto: Reuters/Ibraheem Abu Mustafa)
Home » Featured » Timur Tengah » Sepucuk Surat dari Gaza untuk Justin Trudeau

“Perdana Menteri yang terhormat, mengapa Anda mendukung serangan brutal Israel di Gaza?” Kanada telah menentang resolusi Majelis Umum WHO yang berusaha mengirim tim penyelidik ke Gaza dan Tepi Barat. Berikut ini adalah sepucuk surat bagi Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau, dari Basem Naim adalah kepala Dewan Hubungan Internasional di Gaza dan mantan menteri kesehatan Palestina.

    Baca juga: Argentina Batalkan Pertandingan Persahabatan Piala Dunia dengan Israel Setelah Kekerasan Gaza

Oleh: Basem Naim (Al Jazeera)

Perdana Menteri yang terhormat,

Semoga Anda dan rakyat Kanada sehat dan sejahtera.

Kami telah menyaksikan karir politik Anda dengan penuh perhatian sejak Anda menjabat pada tahun 2015. Kami telah menyaksikan bagaimana komitmen Anda terhadap kebebasan dan keragaman yang tercermin dalam komposisi pemerintah Anda. Kami juga telah mengikuti kegiatan Anda dengan antusias, terutama yang mencerminkan kemanusiaan, keterbukaan, dukungan Anda untuk hak-hak sipil dan perjuangan melawan rasisme.

Kami telah melihat Anda terlibat dengan komunitas yang berbeda—dengan orang Arab, Hindu, Yahudi, Muslim, dan lainnya—selama hari libur mereka. Kami juga sangat menghargai dukungan murah hati Kanada untuk rakyat Palestina, khususnya, pengungsi Palestina, melalui lembaga-lembaga seperti Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB (UNRWA).

Namun, dengan rasa sakit dan dukacita kami mengetahui bahwa Kanada menentang resolusi Majelis Umum Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang berusaha mengirim tim penyelidik ke Gaza dan Tepi Barat untuk mendokumentasikan “kondisi kesehatan di wilayah Palestina yang diduduki”.

Kekecewaan kami bertambah bahkan ketika kami melihat beberapa unggahan di Twitter pribadi Anda, di mana Anda memberikan dukungan untuk serangan Israel di Gaza.

Anda mungkin tidak menyadari keadaan tragis di mana orang-orang Gaza telah terjebak. Pada tahun 2003, profesor Universitas Ibrani, Baruch Kimmerling menyebut Gaza sebagai “kamp konsentrasi terbesar yang pernah ada”.

Pada tahun 2006, blokade brutal diberlakukan di Gaza setelah rakyat Palestina, dalam pemilu yang mantan presiden Amerika Serikat Jimmy Carter puji sebagai “benar-benar jujur, sangat adil,” memilih Hamas menjadi penguasa.

Konsensus di antara organisasi kemanusiaan dan hak asasi manusia adalah bahwa blokade Israel merupakan bentuk hukuman kolektif dan itu merupakan pelanggaran mencolok terhadap hukum internasional.

“Saya melihat proses yang luar biasa tidak manusiawi dan tidak adil ini perlahan mencekik dua juta warga sipil di Gaza yang benar-benar bukan ancaman bagi siapa pun,” kata koordinator kemanusiaan PBB untuk Gaza, Robert Piper, tahun lalu. Mengutarakan persetujuannya pada hal itu, pemimpin Hak Asasi Manusia PBB Zeid Ra’ad al-Hussein baru-baru ini menyesalkan fakta bahwa warga Gaza telah “dikurung di daerah kumuh beracun sejak lahir sampai mati.”

Tahukah Anda, Bapak Trudeau, bahwa 95 persen air di Gaza tidak layak untuk konsumsi manusia dan 97 persen air laut tercemar? Tahukah Anda bahwa warga Gaza hanya mendapat listrik selama empat jam sehari? Tahukah Anda bahwa 50 persen obat-obatan penting tidak tersedia dan sebagian besar pasien kami yang membutuhkan perawatan medis segera dilarang keluar dari Gaza? Tahukah Anda bahwa 70 persen dari populasi kami adalah pengungsi dan setengahnya adalah anak-anak?

Pada tanggal 30 Maret, kami memulai Great March of Return sebagai bagian dari perjuangan damai kami untuk kebebasan, kehidupan yang layak, dan hak untuk memiliki wilayah kami kembali. Israel telah menewaskan lebih dari 120 warga Palestina dan melukai lebih dari 14.000 (banyak dari mereka mendapat luka permanen) dalam apa yang disebut Amnesty International sebagai “serangan mematikan”.

Dan kekerasan yang mematikan dan tidak beralasan ini ditujukan pada kita meskipun para demonstran itu tidak menggunakan kekerasan dan tidak menciptakan “ancaman mendesak” terhadap penembak jitu Israel, seperti yang diamati oleh organisasi hak asasi manusia.

Orang-orang di Gaza memuji pernyataan Anda yang berani, di mana Anda menyatakan bahwa “Kanada menyesalkan dan sangat prihatin dengan kekerasan di Jalur Gaza yang telah menyebabkan hilangnya nyawa secara tragis dan melukai banyak orang. Kami terkejut bahwa Dr Tarek Loubani, seorang warga negara Kanada, termasuk di antara korban yang terluka—bersama dengan begitu banyak orang yang tidak bersenjata, termasuk warga sipil, anggota media, responden pertama, dan anak-anak. ”

Kami warga Palestina tidak akan pernah melupakan dokter Kanada ini, yang mempertaruhkan nyawanya untuk menyelamatkan kehidupan Palestina di Gaza.

    Baca juga: Protes Gaza: Dunia Berutang Sanksi atas Israel, Seperti Sanksinya Rezim Apatheid Afsel

Kami adalah manusia, Pak Perdana Menteri, yang mencintai kehidupan, stabilitas, dan kemakmuran. Kami tidak menginginkan kematian atau menggerakkan perang. Kami tidak menyerang siapa pun. Kami tidak melanggar batas siapa pun. Sebaliknya, kami menggebrak gerbang penjara raksasa, menuntut kebebasan dan kehidupan yang layak.

Bapak Perdana Menteri, kami berharap dan percaya bahwa kecintaan Anda pada kebebasan, keadilan, kesetaraan, dan kesopanan akan mendorong Anda untuk mempertimbangkan kembali beberapa pernyataan keras Anda dan mengambil posisi yang konsisten dengan nilai-nilai yang Anda junjung.

Atas nama dua juta warga Palestina yang tinggal di Gaza, saya ingin mengundang Anda untuk mengunjungi kami dan melihat dengan mata kepala Anda sendiri kondisi mengerikan yang kami hadapi setelah 12 tahun pengepungan Israel. Kami juga yakin bahwa Anda akan mendapat kenangan hangat dari orang-orang baik dan lembut kami.

Salam hormat,

Basem Naim.

Basem Naim adalah kepala Dewan Hubungan Internasional di Gaza dan mantan menteri kesehatan Palestina.

Keterangan foto utama: Para perawat Palestina, rekan-rekan Razan Al-Najjar, menangis saat mendengar berita bahwa dia terbunuh dalam demonstrasi di perbatasan Israel-Gaza pada 1 Juni 2018 (Foto: Reuters/Ibraheem Abu Mustafa)

Sepucuk Surat dari Gaza untuk Justin Trudeau

BERLANGGANAN

Click to comment

Beri Tanggapan!

To Top