Serangan Teror Kenya: 21 Orang Tewas, 50 Orang Masih Hilang
Afrika

Serangan Teror Kenya: 21 Orang Tewas, 50 Orang Masih Hilang

Pihak berwenang mengirim pasukan khusus ke hotel tersebut untuk mengusir para pria bersenjata. (Foto: Reuters/Thomas Mukoya)
Berita Internasional >> Serangan Teror Kenya: 21 Orang Tewas, 50 Orang Masih Hilang

Serangan teror di sebuah kompleks hotel Kenya pada Selasa (15/1) menewaskan 21 orang, di mana 700 orang diselamatkan namun puluhan lainnya masih belum ditemukan. Kelompok bersenjata al-Shabab disebut berada di balik serangan ini. Uhuru Kenyatta, Presiden Kenya, mengumumkan akhir pengepungan 20 jam di kompleks DusitD2, yang mengingatkan pada serangan tahun 2013 yang menewaskan 67 orang di mal Westgate di distrik yang sama.

Oleh: Al Jazeera

Pasukan keamanan Kenya telah membunuh kelima penyerang yang menyerbu kompleks hotel mewah Nairobi, yang merenggut setidaknya 21 nyawa dan menyebabkan ratusan orang melarikan diri, menurut pihak berwenang.

Setidaknya 50 orang yang diyakini berada di kompleks itu masih belum ditemukan pada Rabu (16/1), kata Palang Merah Kenya, yang meningkatkan kemungkinan jumlah kematian akhir yang lebih tinggi.

Kelompok bersenjata al-Shabab—sebuah afiliasi al-Qaeda—mengatakan bahwa mereka melakukan serangan di ibu kota Kenya, dalam menanggapi keputusan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Dua orang yang dituduh memfasilitasi serangan tersebut telah ditangkap.

Dari para korban, 16 di antaranya adalah warga Kenya, satu adalah warga Inggris, satu warga Amerika Serikat, dan tiga dari keturunan Afrika tetapi kebangsaan mereka belum diidentifikasi, kata polisi.

Uhuru Kenyatta, Presiden Kenya, mengumumkan akhir pengepungan 20 jam di kompleks DusitD2, yang mengingatkan pada serangan tahun 2013 yang menewaskan 67 orang di mal Westgate di distrik yang sama.

“Operasi keamanan di kompleks Dusit telah berakhir dan semua teroris telah disingkirkan,” kata Kenyatta dalam pidato yang disiarkan televisi, pada Rabu (16/1).

Pihak berwenang mengirim pasukan khusus ke hotel tersebut untuk mengusir para pria bersenjata. Presiden itu mengatakan bahwa lebih dari 700 warga sipil dievakuasi dari kompleks itu.

Malam yang menyiksa

Itu adalah malam yang menyiksa bagi keluarga dari mereka yang terjebak, ketika mereka menunggu di luar hotel dengan tembakan sporadis dan penyelamatan puluhan orang pada sekitar pukul 3:30 pagi waktu setempat.

Kerabat dan teman yang berduka berkumpul di kamar mayat terdekat pada Rabu (16/1). Keluarga-keluarga yang pergi ke kamar mayat Chiromo diberitahu bahwa mereka tidak dapat melihat jenazah sampai penyelidikan forensik dilakukan, yang memicu kesedihan dan kemarahan.

“Adik saya tidak ada di rumah sakit mana pun, dan terakhir kali kami berbicara dia agak tenang. Tapi tiba-tiba dia mulai menangis dan berteriak dan saya bisa mendengar suara tembakan dan teleponnya tetap menyala tetapi dia tidak berbicara,” kata seorang wanita yang memberikan namanya sebagai Njoki.

“Kami yakin tubuhnya ada di sini,” katanya, menangis.

Baca Juga: Opini: Mengapa Afrika Mencintai China

Orang-orang dievakuasi oleh anggota pasukan keamanan. (Foto: Reuters/Baz Ratner)

Serangan terkoordinasi

Rekaman CCTV yang disiarkan di media lokal menunjukkan empat pria berpakaian hitam dan bersenjata berat memasuki kompleks tersebut.

Menurut kepala polisi Kenya, Joseph Boinnet, serangan terkoordinasi itu dimulai pada pukul 3 sore waktu setempat (12:00 GMT) pada Selasa (15/1), dengan ledakan yang menargetkan tiga kendaraan di luar bank, dan pengeboman bunuh diri di lobi hotel yang melukai sejumlah tamu.

Hiram Macharia—seorang eksekutif pemasaran di LG Electronics—mengatakan bahwa para petugas keamanan menyelamatkannya dan beberapa rekannya dari kantor mereka, dua jam setelah serangan dimulai. Tetapi seorang rekan tidak selamat.

“Salah satu rekan kami pergi ke puncak gedung dan mayatnya ditemukan di sana,” katanya.

Satu sumber polisi mengatakan kepada kantor berita AFP, bahwa dua penyerang ditembak mati pada Rabu (16/1) pagi setelah baku tembak yang berkepanjangan.

“Keduanya memiliki bandana merah yang diikatkan di dahi mereka dan peluru diikatkan di dada masing-masing dengan beberapa amunisi,” kata perwira polisi senior itu. “Masing-masing memiliki AK-47 yang telah diamankan.”

Serangan di DusitD2 adalah yang pertama di Nairobi sejak serangan mal Westgate pada tahun 2013.

Pada 2 April 2015, serangan al-Shabab lainnya menewaskan 148 orang di universitas di Garissa, di Kenya timur.

Serangan Westgate mengakibatkan banyak perusahaan dan pusat perbelanjaan kelas atas di ibu kota tersebut—termasuk Dusit—memasang penghalang keamanan untuk memeriksa mobil dan pejalan kaki.

Seperti serangan di mal Westgate, serangan ini tampaknya ditujukan terhadap orang-orang Kenya dan orang asing yang kaya.

Itu terjadi sehari setelah hakim memutuskan bahwa tiga orang harus diadili sehubungan dengan pengepungan mal Westgate.

Baca Juga: Afrika Khawatir Aliran Investasi China akan Surut

Keterangan foto utama: Pihak berwenang mengirim pasukan khusus ke hotel tersebut untuk mengusir para pria bersenjata. (Foto: Reuters/Thomas Mukoya)

Serangan Teror Kenya: 21 Orang Tewas, 50 Orang Masih Hilang

BERLANGGANAN

Click to comment

Beri Tanggapan!

To Top