Setelah Amerika, Kini China yang Ingin Eratkan Hubungan dengan Indonesia
Berita Politik Indonesia

Setelah Amerika, Giliran China Ingin Pererat Hubungan dengan Indonesia

Setelah Amerika, Kini China yang Ingin Eratkan Hubungan dengan Indonesia. (Foto: EPA-EFE)
Setelah Amerika, Giliran China Ingin Pererat Hubungan dengan Indonesia

China ingin mempererat hubungan dengan Indonesia dan anggota ASEAN lainnya untuk meningkatkan Inisiatif Belt and Road, membawa hubungan dengan negara-negara Asia Tenggara ke tingkat yang baru dan memberikan kontribusi terhadap perdamaian, stabilitas, pembangunan dan kemakmuran daerah.

Oleh: Goh Sui Noi (The Straits Times)

Perdana Menteri China Li Keqiang mengatakan bahwa negaranya ingin hubungan dengan Indonesia untuk lebih menghubungkan Inisiatif Belt and Road (Sabuk dan Jalan) kepada strategi pembangunan negara Asia Tenggara.

Pada pertemuannya dengan Menlu Indonesia Retno Marsudi di Beijing pada hari Jumat (9/2), Li juga mengatakan bahwa China ingin hubungan dengan Indonesia dan anggota ASEAN lainnya untuk menjalin hubungan dengan kelompok negara tersebut ke tingkat yang baru dan memberikan kontribusi terhadap perdamaian, stabilitas, pembangunan dan kemakmuran daerah.

Retno, untuk sementara, mengatakan China tetap menjadi mitra penting di Indonesia dan bahwa kerja sama ekonomi bermanfaat bagi kedua belah pihak.

    Baca juga: Seperti Apa Strategi Indo-Pasifik ala Indonesia?

Kantor berita Xinhua mengutip Li mengatakan: “Perekonomian kedua negara sangat saling melengkapi dan potensi kerjasama ekonomi dan perdagangan sangat besar.”

Dia menambahkan bahwa China sangat mementingkan pengembangan hubungan dengan Indonesia.

China ingin “bekerja sama dengan Indonesia dalam pertukaran tingkat tinggi, membuat Inisiatif Belt and Road lebih baik dengan strategi pembangunan Indonesia, mempromosikan lebih banyak kerjasama di bidang-bidang utama seperti infrastruktur dan menyuntikkan kekuatan baru ke dalam pengembangan hubungan China dengan Indonesia.”

Indonesia memiliki rencana pembangunan infrastruktur yang ambisius dan Presiden Joko Widodo pada Mei tahun lalu menghadiri sebuah forum internasional di Beijing untuk mempromosikan Inisiatif Belt and Road, sebuah rencana besar untuk membangun transportasi dan infrastruktur lainnya di negara-negara dan wilayah-wilayah sepanjang rute darat dan laut dari China ke Eropa.

Investasi dan bantuan China ke Indonesia meningkat secara signifikan, terutama di proyek infrastruktur mulai dari jembatan dan jalan hingga pembangkit listrik dan rel kecepatan tinggi.

Tahun lalu, China merupakan investor asing terbesar ketiga di Indonesia dengan investasi sebesar $3,4 miliar.

Menteri Retno mengatakan kepada Perdana Menteri Li bahwa Indonesia siap, antara lain, untuk mempromosikan pembangunan kereta api berkecepatan tinggi Jakarta-Bandung, sebuah proyek yang diberikan Jakarta kepada pihak China pada tahun 2015 namun mengalami beberapa masalah.

Diplomat tertinggi Indonesia itu juga bertemu dengan rekannya dari China, Wang Yi, dan menjadi tuan rumah pertemuan ketiga komite gabungan untuk kerja sama bilateral yang didirikan di antara kedua pemerintah tersebut.

Kedua negara memiliki ikatan ekonomi yang kuat, dengan China merupakan mitra dagang terbesar di Indonesia. Perdagangan dua arah di tahun 2016 melampaui $52 miliar dan mencapai $63,4 miliar tahun lalu, meningkat 17 persen.

Namun, Indonesia mengalami defisit dengan China dan Retno mengatakan kepada media pada hari Jumat bahwa Indonesia menginginkan perdagangan yang seimbang dengan China.

Bank sentral Indonesia, Bank Indonesia, bulan lalu membuka kantor perwakilan di Beijing, bank sentral kesembilan asing untuk memulai sebuah kantor di China.

    Baca juga: Mengapa Indonesia Penting dalam Hubungan Amerika dengan Asia Tenggara

Gubernur Agus Martowardojo mengatakan bahwa hubungan ini adalah “untuk lebih mengoptimalkan hubungan ekonomi dan keuangan antara kedua negara dan memperbaiki pemahaman tentang perkembangan ekonomi dan keuangan dan kebijakan di China dan implikasinya bagi Indonesia.”

Terlepas dari hubungan ekonomi dan bilateral, Ibu Retno juga berdiskusi dengan para pemimpin China Asean dan arsitektur daerah.

Dia mengatakan kepada media setelah pertemuannya bahwa perundingan antara Asean dan China mengenai Kode Etik untuk mengelola perselisihan Laut Cina Selatan akan dimulai bulan depan.

“Saya harap ini akan segera teratasi,” katanya.

Kunjungan Retno ke China terjadi setelah kunjungan terakhir Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS) James Mattis ke Jakarta yang dipandang sebagai upaya untuk memperkuat hubungan pertahanan antara AS dan Indonesia, untuk melawan kehadiran dan pengaruh militer China di wilayah tersebut.

Keterangan foto utama: Setelah Amerika, Kini China yang Ingin Eratkan Hubungan dengan Indonesia. (Foto: EPA-EFE)

Setelah Amerika, Giliran China Ingin Pererat Hubungan dengan Indonesia

BERLANGGANAN

Click to comment

Beri Tanggapan!

To Top