Gunung Agung
Berita Politik Indonesia

Setelah Anak Krakatau, Gunung Agung Kembali Erupsi

Berita Internasional >> Setelah Anak Krakatau, Gunung Agung Kembali Erupsi

Gunung Agung kembali erupsi. Erupsi terjadi selama tiga menit yang melontarkan abu vulkanik setinggi 700 meter ke udara. Walau begitu, erupsi tersebut masih belum mengharuskan evakuasi dan mengganggu jadwal penerbangan.

Baca juga: Indonesia Revisi Jumlah Korban Tsunami Anak Krakatau

Oleh: Associated Press

Gunung berapi di kota pulau wisata Indonesia, Bali, melontarkan ledakan debu panas baru ke udara pada Minggu pagi. Hal itu menjadi salah satu dari rangkaian erupsi yang terjadi di negra itu dalam seminggu ini.

Gunung Agung bererupsi selama sekitar tiga menit, memuntahkan gumpalan asap putih dan debu lebih dari 700 meter ke udara, menurut Kantor Geologi dan Mitigasi Vulkanologi (PVMBG) dalam sebuah pernyataan.

Erupsi dari gunung berapi setinggi 3.031 meter itu tidak mengharuskan evakuasi, dan status sianya tetap berada di tingkat kedua paling tinggi. Pihak berwenang memperingatkan turis agar menjauh dari area berbahaya yang berada dalam radius 4-kilometer di sekitar kawah.

Juru bicara BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, abu putih dari erupsi menyelubungi beberapa desa di sekitar kaki gunung di distrik Karangasem.

Baca juga: Status Anak Krakatau Naik Jadi Siaga 3, Apa Artinya?

Juru bicara Bandara Internasional Ngurah Rai Arie Ahasanurrohim mengatakan, penerbangan beroperasi seperti biasa. Pihak berwenang mengatakan udara di sekitar Denpasar, ibu kota Bali, bersih dari abu.

Lebih dari 140.000 telah meninggalkan area sekitar gunung pada akhir bublan September setelah status siaganya dinaikkan ke tingkat tertinggi, menandakan letusan bisa sangat mungkin terjadi. Status siaga diturunkan dua minggu kemudian, memungkinkan warga kembali ke rumah mereka dari pengungsian.

Satu erupsi pada tahun 1963 telah menewaskan 1.100 orang. Gunung Agung berada 70 km di timur laut pusat wisata Bali, Kuta.

Gunung Agung hanyalah salah satu dari gunung berapi aktif di Indonesia, yang rentan terhadap letusan vulkano dan gempa bumi karena lokasinya yang berada di atas apa yang disebut sebagai “Cincin Api”—serangkaian garis patahan yang terbentang dari Belahan Bumi Barat melewati Jepang dan Asia Tenggara.

Minggu lalu, gunung Anak Krakatau di Selat Sunda berupsi dan runtuh ke laut, menyebabkan gelombang tsunami yang menewaskan sekitar 431 orang di Jawa dan Sumatra. Lebih dari 46.000 kehilangan tempat tinggal.

Keterangan foto utama: Gunung Agung meletus dekat Kubu, Kabupaten Karangasem, Bali, Indonesia, pada 28 November 2017. (Foto: Reuters/Darren Whiteside)

Setelah Anak Krakatau, Gunung Agung Kembali Erupsi

BERLANGGANAN

Click to comment

Beri Tanggapan!

To Top