Setelah Sumpah Netanyahu, Rusia Tolak Kedaulatan Israel atas Dataran Tinggi Golan
Timur Tengah

Setelah Sumpah Netanyahu, Rusia Tolak Kedaulatan Israel atas Dataran Tinggi Golan    

Berita Internasional >> Setelah Sumpah Netanyahu, Rusia Tolak Kedaulatan Israel atas Dataran Tinggi Golan    

Pernyataan Benjamin Netanyahu bahwa Dataran Tinggi Golan berada di bawah kedaulatan Israel mengundang kecaman dari Menteri Luar Negeri Rusia. Hal ini juga semakin memperburuk hubungan Israel dan Rusia, yang menegang akibat jatuhnya sebuah pesawat intelijen Rusia bulan lalu, yang Kremlin salahkan kepada Israel. Namun wakil perdana menteri Rusia berusaha mengambil pendekatan yang lebih damai terhadap hubungan kedua negara itu.

Oleh: Herb Keinon (Jerussalem Post)

Dua hari setelah Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berdiri di Dataran Tinggi Golan dan menyatakan akan tetap berada di bawah kedaulatan Israel, Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov mengatakan bahwa mengubah status dataran tinggi akan menjadi pelanggaran resolusi Dewan Keamanan.

“Status Dataran Tinggi Golan ditentukan oleh resolusi Dewan Keamanan PBB,” demikian Lavrov dikutip oleh Tass kepada wartawan pada hari Rabu (10/10). “Untuk mengubah status ini dengan melewati Dewan Keamanan, saya pikir, akan menjadi pelanggaran langsung terhadap resolusi ini.”

Ketidaksetujuan publik tentang masa depan Dataran Tinggi Golan tersebut terjadi menyusul kemunduran dalam hubungan Israel-Rusia yang dipicu oleh Suriah menjatuhkan sebuah pesawat intelijen Rusia bulan lalu–yang dituduhkan pemerintah Rusia pada Israel–dan keputusan Rusia untuk memasok Suriah dengan anti S-300 baterai rudal pesawat canggih yang membatasi kemampuan manuver IAF di langit Suriah.

Baca Juga: Konflik Suriah: Militer Rusia Bantu Perwakilan PBB Menuju Dataran Tinggi Golan

Pada hari Senin, Netanyahu–berbicara atas dedikasi dari sebuah sinagog berusia 1500 tahun yang telah dipulihkan di Dataran Tinggi Golan–mengatakan, “Selama itu tergantung pada saya, Golan akan tetap di bawah kedaulatan Israel. Kalau tidak, kita akan mendapatkan Iran dan Hizbullah di tepian Kinneret.” Netanyahu menambahkan, “Saya tahu bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin memahami komitmen saya terhadap keamanan Israel, dan saya tahu dia juga memahami kepentingan yang saya sematkan kepada Dataran Tinggi Golan.”

Komentar Lavrov tampaknya menjadi klarifikasi posisi Rusia tentang masalah ini. Sementara itu, Wakil Perdana Menteri Rusia Maxim Akimov menggunakan nada yang relatif damai selama pidato pada hari Selasa (9/10) malam di Yerusalem, mengatakan mengacu pada insiden pesawat sebagai “suatu insiden.”

“Di dunia kita yang sangat rumit dan multi-kutub, setiap dua negara yang berbagi hubungan dapat mengembangkan pendekatan yang berbeda mengenai tantangan global, dan sayangnya kadang-kadang terdapat insiden. Tapi sekarang kami merasakan semangat yang baik dan kemauan kuat para pemimpin kami untuk melanjutkan kerjasama dalam lingkup sosial ekonomi dan dialog politik mengenai resolusi masalah sulit di Timur Tengah,” katanya pada pembukaan Kamar Dagang Rusia-Israel hanya beberapa jam setelah bertemu Netanyahu.

“Jelas, ini adalah subjek yang sangat kompleks,” tambahnya. “Tapi kami berkonsentrasi pada agenda ekonomi dan sosial, dan saya berharap bahwa, di masa depan, tambahan subjek dan upaya akan dibahas oleh para pemimpin kami untuk menyelesaikan isu-isu politik.”

Akimov berada di Yerusalem untuk menghadiri pertemuan ke-15 Forum Ekonomi Israel-Rusia di Kementerian Luar Negeri.

Netanyahu mengatakan pada hari Minggu bahwa dia akan segera bertemu Putin, itu akan menjadi pertemuan keempat mereka tahun ini, tetapi yang pertama sejak insiden pesawat, tetapi belum ada tanggal yang ditetapkan.

Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan kepada wartawan pada hari Senin (8/10) bahwa terlalu dini untuk berbicara tentang tanggal pertemuan. Namun pada hari Selasa (9/10), Tass Vladimir Shamanov ketua komite pertahanan Duma dan mantan komandan Pasukan Lintas Udara Rusia mengatakan bahwa keduanya akan bertemu “segera.” Dia mengatakan “salah satu masalah akan menentukan masalah-masalah kerjasama udara.” Putin dan Netanyahu mengatur mekanisme dekonfliksi segera setelah Rusia terlibat secara militer di Suriah pada tahun 2015.

Baca Juga: Perang Suriah: Israel dan Yordania Bunuh Pejuang ISIS Dekat Golan

Keterangan foto utama: Tank IDF terlihat di sepanjang perbatasan Dataran Tinggi Golan dengan Suriah. (Foto: Reuters)

Setelah Sumpah Netanyahu, Rusia Tolak Kedaulatan Israel atas Dataran Tinggi Golan    

BERLANGGANAN

Click to comment

Beri Tanggapan!

To Top