Siapakah Kim Jong Un Sebenarnya: Mitos dan Fakta Pemimpin Korea Utara
Asia

Siapakah Kim Jong Un Sebenarnya: Mitos dan Fakta Pemimpin Korea Utara

Kim Jong Un berdiri di samping istrinya Ri Sol Ju saat mereka menonton Lomba Penerbangan Tempur 2014 di antara perwira komando Angkatan Udara Rakyat Korea dalam foto tak bertanggal yang dirilis oleh KCNA di Pyongyang, 10 Mei 2014. (Foto: KCNA via Reuters)
Home » Featured » Asia » Siapakah Kim Jong Un Sebenarnya: Mitos dan Fakta Pemimpin Korea Utara

Sedikit yang diketahui tentang pemimpin Korea Utara Kim Jong Un—dan sebagian besar—patut dipertanyakan. Berikut ini adalah kisah hidup Kim yang misterius mulai dari saat dia kecil, sifat-sifat dan kesukannya, masalah keluarga, hingga proses dan perannya sebagai pemimpin Korea Utara.

Oleh: Jamie Tarabay (CNN)

Tahun kelahiran Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un konon diubah supaya menjadi lebih serasi dengan kakeknya Kim Il Sung, sama halnya seperti yang dilakukan dengan tahun kelahiran ayahnya. Ia mungkin—atau mungkin tidak—memiliki tiga orang anak. Ia mungkin memiliki temperamen yang mudah meledak-ledak, sesuatu yang dikabarkan pernah dialami oleh mantan pacarnya selama tahun-tahun sekolahnya di Swiss.

Siapakah Kim Jong Un Sebenarnya: Mitos dan Fakta Pemimpin Korea Utara

Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un pada hari Senin mengumumkan untuk membuka dialog dengan Korea Selatan mengenai partisipasi Utara di Olimpiade Musim Dingin, yang dimulai pada 9 Februari. Kedua negara tersebut telah membuka sebuah hotline lintas batas yang telah lama ditangguhkan pada hari Rabu. (Foto: AP)

Pengamat mengatakan bahwa Kim sakit, dan menderita asam urat. Mereka mengatakan bahwa pemimpin Korea Utara tersebut terasingkan dan dalam bahaya akan digulingkan, dan bahwa ada rencana pembunuhan terhadapnya. Bahwa Kim lemah dan manja, dan dikelilingi oleh para pria penurut. Hal ini tidak akan lama—seperti yang diklaim para pemberontak—sebelum akhirnya Kim akan tersingkir.

Bagaimana pun, tidak ada tanda-tanda bahwa hal itu akan terjadi dalam waktu dekat.

    Baca juga: Ancaman Nuklir Korea Utara: Kim Siap Tembakkan 60 Senjata Nuklir

Setelah tahun yang penuh uji coba rudal, dan ancaman militer dari Amerika Serikat (AS) jika Pyongyang tidak berhenti, Korea Utara dan Korea Selatan pada Selasa (9/1) mengadakan perundingan pertama mereka dalam hampir dua tahun. Walau dasar perundingan tersebut adalah untuk menegosiasikan partisipasi Korea Utara di Olimpiade Musim Dingin di Korea Selatan bulan depan, terdapat harapan tinggi bahwa mereka akan mengarah pada perundingan yang lebih luas.

Pemimpin Korea Utara belum menunjukkan bahwa dia akan beralih dari ambisi yang dinyatakannya, untuk mengembangkan kemampuan nuklir negara tersebut.

Sejak kenaikannya menjadi pemimpin tertinggi Republik Rakyat Demokratik Korea—nama resmi Korea Utara—Kim telah menyia-nyiakan sedikit waktu untuk mendorong kebijakan jalur ganda (dual-track) milik kakeknya dalam pembangunan militer, bersamaan dengan pertumbuhan ekonomi.

Ia ikut dalam latihan militer dan melayani pos artileri (propaganda resmi menyatakan bahwa ia adalah seorang jenius militer). Ia memeriksa pangkalan yang mengawasi Korea Selatan, dan memberikan komando yang tegas. Pada saat yang sama, ia telah mengalihkan basis kekuatan dari militer, kembali ke Partai Buruh yang berkuasa.

Ia mengadakan sebuah pertemuan kongres partai pada tahun lalu untuk pertama kalinya dalam 36 tahun.

Ia mendorong pembangunan ekonomi dan proyek konstruksi kelas tinggi. Dan dia sama fokusnya terhadap kemajuan nuklir seperti para leluhurnya, bahkan ia bisa dibilang jauh lebih fokus.

Namun sikapnya yang penuh permusuhan berpengaruh terhadap lawan domestiknya yang ragu terhadap pewaris muda tersebut dan kemampuannya untuk memerintah negara yang terasingkan itu, namun juga memberikan lapisan kekebalan dan kekuatan.

Korea Selatan memiliki narasi lamanya sendiri, yang menggambarkan rezim Korea Utara sebagai rezim yang lemah, terasingkan, dan tidak stabil. Sumber-sumber pemerintah telah membocorkan informasi “kredibel” yang kemudian terbukti salah. Sebagai contoh, pada tahun 2015, dilaporkan secara luas bahwa Kim mengeksekusi arsitek Ma Won Chun karena Kim tidak menyukai desain bandara baru Pyongyang. Ma kemudian muncul di media pemerintah, tampak hidup dan sehat.

Semua kesimpulan mengenai motif Kim Jong Un sangatlah spekulatif, dan secara tidak masuk akal sangat histeris.

Kim dan Ri melihat ke atas pada saat berkunjung ke Markas Unit 1017 Angkatan Udara Korea Utara (KPA) dan Pasukan Anti-Angkatan Udara dalam foto yang dirilis oleh KCNA Korea Utara pada tanggal 21 Juni 2013. (Foto: KCNA via Reuters)

Tahun-Tahun Awal Kehidupan Kim Jong Un

Pada tahun 1990-an, Kim dan dua saudaranya dikirim ke sekolah di Bern, Swiss, dimana mereka belajar bahasa Jerman dan Prancis, dan bergabung bersama murid internasional lainnya. Tante yang merawat mereka kemudian membelot kepada AS. Dia dan suaminya membeberkan rincian kepada intelijen Amerika, bahwa pihak berwenang tidak mungkin mendapatkan informasi dari tempat lain mengenai keluarga misterius Kim.

“Saya mendorongnya (Kim Jong Un) untuk mengajak teman-temannya ke rumah, karena kami ingin mereka menjalani kehidupan normal. Saya membuat makanan ringan untuk anak-anak,” kata bibinya, Ko Yong Suk, dalam sebuah wawancara dengan Washington Post. “Mereka makan kue dan bermain Lego.” Kim Jong Un berusia 12 tahun saat itu.

    Baca juga: Kasus Penculikan Korea Utara: Akankah Kim Jong Un Dipenjara?

Dia mengatakan bahwa mereka mengunjungi sebuah taman hiburan Disney di Paris, berenang di Riviera Prancis, makan malam di restoran di Italia, dan berseluncur di Pegunungan Alpen Swiss. Hal ini yang telah menghibur para pengamat Barat, saat Kim Jong Un dinobatkan sebagai penerus ayahnya pada tahun 2010. Mereka berharap Kim akan mengantarkan era baru keterbukaan di Korea Utara dengan dunia luar.

Ko Yong Suk menegaskan apa yang sekarang diketahui banyak orang, bahwa Kim Jong Un terobsesi dengan bola basket. Dia bermain basket terus-menerus. Dia bahkan tidur dengan bola basket, katanya. Teman sekelasnya kemudian mengatakan kepada para wartawan bahwa Kim memiliki Sony Play Stations terbaru yang dilengkapi dengan permainan bola basket, dan sepatu Air Jordan terbaru.

Tapi Ko mengatakan bahwa Kim Jong Un sudah tahu sejak pesta ulang tahunnya yang ke-8, bahwa dia ditakdirkan untuk hal yang lebih penting. Dia diberi hadiah seragam jenderal, katanya, dan bahwa di pesta tersebut, para jenderal sebenarnya membungkuk kepada Kim yang berusia delapan tahun. “Tidak mungkin dia tumbuh sebagai orang biasa, di saat orang-orang di sekitarnya membesarkanya seperti itu,” kata Ko.

Kim Jong-Un saat mengunjungi Pabrik Pelumas Chonji.

Kim Jong-Un saat mengunjungi Pabrik Pelumas Chonji. (Foto: KCNA)

Ko mengatakan bahwa dia dan suaminya memutuskan untuk membelot setelah adiknya, ibu Kim Jong Un, didiagnosis menderita kanker payudara. Begitu ibu Kim meninggal, mereka percaya bahwa mereka tidak memiliki seseorang dalam lingkaran kekuatan di Pyongyang untuk melindungi mereka. Mereka pindah ke AS, membuka bisnis cuci pakaian, dan mengirim anak-anak mereka ke perguruan tinggi Amerika. Dalam wawancara dengan Washington Post, Ko berbicara mengenai harapan bahwa suatu hari nanti mereka bisa kembali ke Korea Utara.

Menunjukkan Sedikit Belas Kasihan

Ko dan keluarganya kemungkinan tidak akan disambut jika mereka kembali. Sejak menjadi pemimpin, Kim Jong Un telah menunjukkan kekejaman yang telah menciptakan teori luar biasa mengenai kepribadiannya dan apa yang memotivasi dia.

Foto yang diambil pada tanggal 4 Agustus 2009 dan dirilis oleh Agensi Berita Sentral Korea Utara ini, menunjukkan pemimpin Korea Utara Kim Jong Il

Foto yang diambil pada tanggal 4 Agustus 2009 dan dirilis oleh Agensi Berita Sentral Korea Utara ini, menunjukkan pemimpin Korea Utara Kim Jong Il (kanan depan), berpose dengan mantan Presiden AS Bill Clinton (kiri depan) dan anggota delegasinya di Pyongyang. (Foto: KNS/AFP/Getty Images)

Tidak seperti ayahnya, yang mampu membayangi Kim Il Sung selama bertahun-tahun sebelum mengambil alih tugas Pemimpin yang Terhormat, Kim Jong Un hampir tidak mendapatkan pengawasan publik selama setahun sebelum menjadi pengganti pemimpin, seorang jenderal bintang empat, dan wakil ketua Komisi Militer Pusat partai tersebut, sebelum Kim Jong Il wafat pada bulan Desember 2011.

Masyarakat masih mencoba mengenal sang pewaris muda tersebut, yang masih berusia dua puluhan, ketika Kim berjalan di samping mobil jenazah yang membawa peti mati ayahnya saat pemakaman Kim Jong Il di Pyongyang. Kim Jong Un tidak banyak menyembunyikan emosinya hari itu, ia menyeka air mata dari wajahnya, dan orang-orang di sekitarnya berlutut dalam keputusasaan.

Kim Jong Un harus bekerja cepat untuk memperkenalkan negaranya dengan peran baru ini, dan memperkuat peraturannya di antara para pengikut almarhum ayahnya. Para pengamat berspekulasi bahwa Penerus Agung tersebut adalah boneka yang memiliki dalang, yang dimanipulasi oleh para veteran kelas penguasa, pamannya Jang Song-taek dan istrinya. Ayahnya, yang telah dipersiapkan selama 20 tahun untuk menggantikan Kim Il Sung, memasuki masa berkabung yang berlangsung selama tiga tahun saat pendiri bangsa tersebut meninggal dunia. Sebaliknya, Kim Jong Un membuat pidato pertamanya ke publik hanya empat bulan setelah pemakaman ayahnya.

Masa jabatannya kemudian dimulai dengan nada brutal. Pembersihan terhadap puluhan pejabat senior. Kemudian, pengasingan politik dan eksekusi paman dan mentornya segera menyusul. Pada tahun 2015, terdapat lebih banyak pembersihan.

Dan terdapat masalah rumit dari seorang pria yang konon tidak pernah dia jumpai, yaitu saudara tirinya Kim Jong Nam, putra sulung ayahnya, yang dilewatkan saat Kim Jong Il menetapkan nama seorang penerus.

Kurang dari sebulan setelah Kim Jong Un mengambil alih kekuasaan, seorang jurnalis Jepang mempublikasikan isi email antara dirinya dengan Kim Jong Nam—yang saat itu diasingkan di wilayah yang dikuasai China di Macau—di mana Korea Utara mengatakan bahwa Kim Jong Nam khawatir mengenai apakah saudara tirinya tersebut akan “bisa memenuhi kebutuhan” rakyat.

Pemimpin Korea Utara Kim Jong-Un memegang gitar saat berkunjung ke sebuah unit militer di Detasemen Pertahanan Isolasi Wolnae pada tahun 2013

Pemimpin Korea Utara Kim Jong-Un memegang gitar saat berkunjung ke sebuah unit militer di Detasemen Pertahanan Isolasi Wolnae pada tahun 2013. (Foto: Reuters)

Dia bersikeras bahwa Kim Jong Un “hanyalah sosok simbolis dan anggota elit kekuasaan akan menjadi yang sebenarnya berkuasa.”

Secara kritis, dia juga mempertanyakan pemindahan kekuasaan ke generasi ketiga dari keluarga penguasa yang sama, dimana hal ini menjadi ancaman bagi elit penguasa Korea Utara, yang tujuan utamanya adalah untuk mempertahankan kekuasaan rezim keluarga Kim.

Setelah email tersebut diterbitkan dalam sebuah buku, Kim Jong Nam tetap jarang tampil, dan diduga berada di bawah perlindungan pemerintah China.

Namun pada tanggal 13 Februari 2017, saat bepergian ke luar negeri, dua wanita tertangkap kamera di Bandara Internasional Kuala Lumpur menyeka wajah Kim Jong Nam dengan sebuah zat yang oleh polisi kemudian disebut sebagai agen saraf VX. Dia meninggal dalam perjalanan ke rumah sakit.

Korea Utara membantah terlibat dalam pembunuhan Kim Jong Nam. Pejabat intelijen Korea Selatan mengatakan bahwa Kim Jong Un secara langsung memerintahkan pembunuhan tersebut. Kedua wanita yang melakukan tindakan terhadap Kim Jong Nam menghadapi tuduhan pembunuhan di pengadilan Malaysia.

Bagi para pengamat, pembunuhan saudara tirinya menunjukkan tekad Kim Jong Un yang kejam untuk memperkuat kekuasaan, sehingga tidak hanya menghilangkan kritik terhadap peraturannya, namun juga menghilangkan kemungkinan digantikan oleh seseorang yang dianggap dekat dengan Barat.

Istri Kim Jong Un, Ri Sol Ju, adalah wanita misterius.

Istri Kim Jong Un, Ri Sol Ju, adalah wanita misterius. (Foto: KCNA via Reuters)

Sejak dia menjabat, Korea Utara telah meningkatkan penolakannya dalam melawan kritik atau serangan yang dilayangkan terhadap pemimpinnya.

Bagi elit penguasa, pelecehan terhadap Kim Jong Un sama dengan mengejek negara tersebut, sesuatu yang dihadapi oleh Sony Pictures setelah merilis film The Interview. Film komedi tersebut menggambarkan seorang wartawan yang diberi kesempatan melakukan wawancara dengan penguasa Korea Utara, dan kemudian ditugaskan oleh pihak berwenang AS untuk membunuhnya. Ketika film tersebut dirilis, Komisi Pertahanan Nasional Korea Utara mengatakan bahwa Presiden Barack Obama adalah “pelaku utama yang memaksa Sony Pictures Entertainment untuk secara sembarangan mendistribusikan film tersebut,” dan memaksa bioskop untuk menampilkan film itu.

Korea Utara kemudian mengklaim bahwa hal itu tidak ada hubungannya dengan peretasan komputer besar-besaran di Sony, mematikan komputer, membekukan email, serta naskah, dokumen internal, dan gaji karyawan yang bocor.

Penerus Kakeknya

Hampir sejak awal, Kim Jong Un telah mengingatkan rakyatnya akan kakeknya, Kim Il Sung, yang merupakan pendiri negara tersebut dan simbol kemakmuran dan pertumbuhan Korea Utara, di bawah perlindungan Soviet. Kemiripan yang tak biasa yang dimiliki Kim Jong Un dengan kakeknya, dikabarkan telah dibesar-besarkan lebih jauh lagi dengan model potongan rambut Kim yang mirip dan memakai pakaian yang serupa. Bagi banyak warga Korea Utara, ini adalah pemandangan yang disambut baik. Kepemimpinan Kim Jong Il hampir tidak mungkin diingat tanpa mengingat hari-hari Kelaparan Besar, ketika dilaporkan sekitar 3 juta orang meninggal karena kelaparan.

Sekelompok wisatawan membungkuk di depan patung pemimpin Korea Utara Kim Il Sung dan Kim Jong Il, di Pyongyang pada 23 Juli 2017.

Sekelompok wisatawan membungkuk di depan patung pemimpin Korea Utara Kim Il Sung dan Kim Jong Il, di Pyongyang pada 23 Juli 2017. (Foto: AFP/Getty Images/Ed Jones)

Kim Jong Un secara rutin terekam bertemu dengan orang-orang, menjabat tangan mereka, dan memberi mereka pelukan, bertanya kepada para pekerja tentang tugas mereka, dan secara aktif tertarik pada aspek kehidupan pabrik—kontras dengan Kim Jong Il yang semakin terasingkan di tahun-tahun terakhirnya, dan semakin sedikit dalam memberikan pidato dan tampil di depan publik.

Warisan yang diteruskan Kim Jong Un juga diliputi oleh harapan bahwa dia akhirnya akan mencapai apa yang telah lama berusaha diraih oleh ayah dan kakeknya, namun tidak pernah tercapai: mengubah Korea Utara menjadi negara nuklir yang sah.

Program yang dimulai di bawah kepemimpinan Kim Il Sung dan berlanjut di bawah kepemimpinan Kim Jong Il, sekarang dilihat oleh Kim Jong Un sebagai satu-satunya jaminan umur panjang rezimnya. Entah apakah ia bisa mewujudkan ambisi itu dan apa yang akan terjadi jika itu terwujud—masih tidak diketahui.

Keterangan foto utama: Kim Jong Un berdiri di samping istrinya Ri Sol Ju saat mereka menonton Lomba Penerbangan Tempur 2014 di antara perwira komando Angkatan Udara Rakyat Korea dalam foto tak bertanggal yang dirilis oleh KCNA di Pyongyang, 10 Mei 2014. (Foto: KCNA via Reuters)

Siapakah Kim Jong Un Sebenarnya: Mitos dan Fakta Pemimpin Korea Utara
Click to comment

Beri Tanggapan!

To Top