Silicon Valley Mungkin Jadi Medan Perang Dagang Amerika-China Berikutnya
Amerika

Silicon Valley Mungkin Jadi Medan Perang Dagang Amerika-China Berikutnya

Silicon Valley bermandikan cahaya malam saat matahari terbit, dalam foto luar angkasa. (Foto: iStock/NASA)
Home » Featured » Amerika » Silicon Valley Mungkin Jadi Medan Perang Dagang Amerika-China Berikutnya

Investasi China mengalir di industri teknologi tinggi Amerika Serikat, tetapi kekhawatiran semakin meningkat di sektor-sektor sensitif di Silicon Valley. Ini menjadi isu sensitif, karena hak kekayaan intelektual dan industri teknologi tinggi telah menjadi titik kunci yang penting antara Amerika dan China dalam perang dagang, yang telah berdampak ke dalam ekonomi dunia yang lebih luas.

Baca juga: Opini: Jangan Hanya Salahkan Trump dan China atas Perang Dagang Ini

Oleh: Asia Times

Perusahaan-perusahaan startup yang berteknologi tinggi mungkin akan masuk ke daftar Presiden Donald Trump seiring perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China. Investasi China semakin mengalir ke sektor-sektor sensitif Silicon Valley, pusat teknologi tercerdas dan terbaik di AS.

“Lebih dari 20 perusahaan modal Silicon Valley memiliki hubungan erat dengan pemerintah China karena perusahaan-perusahaan itu didanai atau milik negara,” lapor kantor berita Reuters.

Danhua Capital, yang didanai oleh Grup Pengembangan Zhongguancun milik negara, telah berinvestasi di beberapa “sektor teknologi paling sensitif,” termasuk manajemen data dan keamanan.

Sejauh ini, pemerintah AS telah gagal untuk fokus pada pendanaan China di startup teknologi Amerika, tetapi itu kemungkinan akan berubah jika Kongres AS mengeluarkan undang-undang untuk memungkinkan pemerintah untuk memblokir investasi asing.

Pada hari Kamis (5/7), Trump menarik ancaman awalnya yang membatasi keterlibatan China tetapi menegaskan bahwa kesepakatan dan pendanaan akan sangat diteliti jika mereka sampai ke wilayah keamanan nasional atau sektor sensitif.

Hak kekayaan intelektual dan industri teknologi tinggi telah menjadi titik kunci yang penting antara AS dan China dengan aksi saling balas perang dagang, yang telah berdampak ke dalam ekonomi dunia yang lebih luas.

“Kenyataan mendasarnya adalah bahwa mengatakan itu semua lebih mudah dibanding mengimplementasikannya,” kata Peter Navarro, penasihat perdagangan Gedung Putih, kepada media dalam sebuah konferensi telepon pekan lalu, menambahkan bahwa China “mungkin telah meremehkan tekad kuat Presiden Trump.”

“Jika mereka berpikir bahwa mereka dapat membeli kami dengan harga yang murah dengan beberapa produk tambahan yang dijual dan memungkinkan mereka untuk terus mencuri kekayaan intelektual dan perhiasan mahkota kami, mereka salah perhitungan,” tambahnya.

Meskipun telah diadakannya tiga kali perundingan dan diplomasi antara pemerintah AS dan China, kedua pihak gagal menyelesaikan perbedaan mereka ketika ketegangan meningkat.

Menteri Keuangan Steven Mnuchin memimpin delegasi AS ke China awal bulan ini dan mengajukan daftar tuntutan untuk menangani tuduhan pencurian kekayaan intelektual dan kebijakan utama lainnya yang dianggap pemerintah AS tidak adil.

Baca juga: Perang Dagang Amerika-China Tingkatkan Risiko bagi Ekonomi Global

“China telah mengatakan, ‘Kami ingin melihat spesifikasinya.’ Kami memberi mereka semua spesifikasi dalam hal masalah perdagangan. Jadi mereka tidak dapat mengatakan bahwa mereka tidak tahu apa yang kami minta,” Terry Branstad, Duta Besar AS untuk China, mengatakan pada sebuah konferensi di Tokyo awal pekan ini.

“Kami masih sangat jauh dari kesepakatan. Ada banyak sektor di mana China telah berjanji untuk melakukan tetapi belum (dilakukan). Kami ingin melihat jadwal waktunya. Kami ingin melihat hal-hal ini terjadi lebih cepat,” tambahnya. “Kami ingin melihat China menjadi sama terbuka seperti Amerika Serikat.”

Keterangan foto utama: Silicon Valley bermandikan cahaya malam saat matahari terbit, dalam foto luar angkasa. (Foto: iStock/NASA)

Silicon Valley Mungkin Jadi Medan Perang Dagang Amerika-China Berikutnya
Click to comment

Beri Tanggapan!

To Top