Skandal Penjara Mewah Khusus Koruptor Indonesia: Lapas Sukamiskin
Berita Tentang Indonesia

Skandal Penjara Mewah Khusus Koruptor Indonesia: Lapas Sukamiskin

Sipir penjara di Lapas Sukamiskin ditangkap bersama dengan lima orang lainnya selama operasi di lembaga pemasyarakatan, yang menaungi narapidana korupsi. (Foto: The Jakarta Post/Arya Dipa)
Home » Berita Tentang Indonesia » Skandal Penjara Mewah Khusus Koruptor Indonesia: Lapas Sukamiskin

Suasana penjara di Indonesia seringkali menyedihkan dan penuh sesak, tetapi para petugas Lapas Sukamiskin di Jawa Barat telah ditangkap karena diduga menyediakan fasilitas “mewah” bagi tahanan yang mampu membayar kenyamanan selama di penjara. Lembaga pemasyarakatan Sukamiskin yang disidak KPK tersebut merupakan penjara khusus yang menahan mantan pejabat tinggi dan pengusaha yang terbukti korup.

Oleh: Ayu Purwaningsih (Deutsche Welle)

Baca Juga: Hambat Kemajuan, Keputusan Jusuf Kalla Bisa Jadi Langkah Mundur

Ruangan kamar dengan fasilitas penyejuk udara, televisi, kulkas besar, dan kamar mandi pribadi terdengar lebih mirip dengan gambaran hotel daripada sel penjara. Tetapi, di penjara Sukamiskin di Provinsi Jawa Barat, para sipir penjara diduga menyediakan berbagai perlengkapan mewah tersebut kepada para narapidana yang kaya dan berposisi kuat, yang dilaporkan membayar antara $19.000 hingga $35.000, atau sekitar Rp275 juta hingga Rp506 juta, untuk mendapatkan pelayanan khusus. Beberapa tahanan bahkan menerima kunci sel sendiri dan dapat keluar-masuk sesuka hati.

Setelah inspeksi mendadak yang dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada hari Minggu (22/7), beberapa narapidana dan sipir penjara ditangkap atas keberadaan beberapa sel penjara mewah tersebut. Menurut juru bicara KPK, Febri Diansyah, KPK menyita uang tunai dan kendaraan, yang kabarnya telah diberikan sebagai uang suap kepada ketua sipir penjara, Wahid Husen. Husen ditangkap bersama seorang anggota stafnya.

Lembaga Pemasyarakatan Sukamiskin. (Foto: Agus D. Prasetyo/Jawa Pos)

Lembaga Pemasyarakatan Sukamiskin. (Foto: Agus D. Prasetyo/Jawa Pos)

“Penyidik KPK telah menyita uang tunai sebanyak hampir $20.700 atau Rp300 juta, serta dokumen pembelian dan tanda terima mobil, bersama dengan dua mobil yang diberikan kepada Wahid Husen,” ujar Febri.

Selama penggerebekan, tim KPK mengalami kesulitan membuka beberapa sel, karena para tahanan dapat mengontrol kunci. “Para penyelidik tidak bisa membuka pintu beberapa sel karena kuncinya tampaknya dipegang oleh para tahanan,” kata Febri kepada Deutsche Welle.

Lembaga pemasyarakatan Sukamiskin merupakan penjara khusus yang menahan mantan pejabat tinggi dan pengusaha yang terbukti melakukan tindakan korupsi.

Bukan Kejadian Satu-satunya

Selain sel-sel penjara yang mewah, petugas lapas Sukamiskin juga dilaporkan telah memberikan perlakuan istimewa kepada tahanan tertentu. Tahun lalu, majalah Tempo menerbitkan laporan yang mengungkapkan bahwa beberapa tahanan dapat meninggalkan Sukamiskin tanpa dikawal oleh petugas. Dengan menggunakan izin penunjukan medis yang dikeluarkan oleh Sukamiskin, beberapa narapidana yang dihukum karena korupsi diketahui tidak hanya bertemu dengan keluarga mereka tetapi juga keluar untuk berbelanja.

Perlakuan khusus di penjara merupakan suatu rahasia umum di Indonesia. Narapidana yang kaya dan memiliki posisi kuat mampu membeli barang mewah, termasuk waktu khusus untuk keluar dari penjara. Pada tahun 2010, media Indonesia melaporkan bahwa petinggi pajak Gayus Tambunan, yang menjalani hukuman penjara untuk korupsi, sempat terlihat di turnamen tenis internasional di Bali.

Dalam kasus lain beberapa tahun yang lalu, dilaporkan bahwa narapidana narkoba Indonesia yang dieksekusi mati Freddy Budiman, sering dikunjungi oleh kekasihnya di Penjara Cipinang, Jakarta. Kekasih Budiman mengatakan bahwa terdapat “bilik cinta” di Penjara Cipinang yang menyediakan ruang khusus untuk melakukan hubungan seks dan mengkonsumsi narkoba. Dalam wawancara dengan media lokal, dia mengatakan bahwa ruangan itu dimiliki oleh kepala sipir.

Para penyelidik KPK menyita sejumlah uang tunai dan bukti pembayaran barang mewah di Lapas Sukamiskin. (Foto: Detik.com)

Para penyelidik KPK menyita sejumlah uang tunai dan bukti pembayaran barang mewah di Lapas Sukamiskin. (Foto: Detik.com)

Budaya Korupsi?

Organisasi non-pemerintahan Indonesian Corruption Watch (ICW) mengatakan bahwa pemerintah Indonesia harus bertindak tegas terhadap kasus-kasus semacam itu dengan memecat semua sipir penjara yang bekerja di fasilitas lembaga pemasyarakatan yang menahan narapidana korupsi.

Baca Juga: Menjerat Tikus Pejabat: Bagaimana KPU Seharusnya Tangani Kandidat Pemilu yang Korup

“Semua petugas di penjara harus diberhentikan, karena pasti mereka tahu keberadaan sel-sel dengan fasilitas seperti itu,” kata Emerson Yuntho dari ICW kepada DW. Yuntho menambahkan bahwa penjara khusus untuk narapidana korupsi tidaklah diperlukan.

“Penjara khusus tidak diperlukan, karena ada diskriminasi menyolok seperti apa yang terjadi di Sukamiskin,” katanya, seraya menambahkan bahwa akan lebih baik untuk memenjarakan narapidana korupsi di sel dengan tahanan lain seperti pencuri dan pembunuh. “Penjara lain memiliki masalah kelebihan kapasitas, sementara penjara para koruptor di Sukamiskin memiliki suasana mewah.”

Keterangan foto utama: Sipir penjara di Lapas Sukamiskin ditangkap bersama dengan lima orang lainnya selama operasi di lembaga pemasyarakatan, yang menaungi narapidana korupsi. (Foto: The Jakarta Post/Arya Dipa)

Skandal Penjara Mewah Khusus Koruptor Indonesia: Lapas Sukamiskin
Click to comment

Beri Tanggapan!

To Top