perang tarif
Global

Tak Akan Ada Pemenang Perang Dagang Amerika-China. Kata Siapa?

Berita Internasional >> Tak Akan Ada Pemenang Perang Dagang Amerika-China. Kata Siapa?

Para pembuat kebijakan di Eropa telah melakukan segala upaya untuk menekankan, tidak akan ada pemenang dari konflik perdagangan yang terus bereskalasi antara Amerika Serikat dan China. Namun studi terbaru menemukan, ada beberapa pihak yang mereguk keuntungan. Siapa?

Baca Juga: China dan Eropa Mulai Muak dengan Kekuatan Keuangan Amerika

Oleh: Deutchze Welle (DW)

Menyuarakan kekecewaan mereka atas kebijakan proteksionis pemerintah Amerika Serikat (AS), sebagian besar politisi Eropa dari semua partai arus utama mengkritik pemerintah AS karena sikap perdagangannya yang agresif terhadap China, mempertahankan konflik yang semakin meningkat antara dua ekonomi terbesar di dunia hanya dapat menghasilkan pecundang.

Tapi sebuah studi oleh jaringan riset EconPol Eropa menunjukkan pernyataan seperti itu tidak sepenuhnya benar—malah, pernyataan itu sama sekali tidak benar. Survei ini menganalisis dampak tarif yang dikenakan oleh AS pada China dan dampak dari tarif balasan China.

Pada bulan September, pemerintah AS memberlakukan bea masuk yang mempengaruhi sekitar 50 persen produk China senilai $250 miliar, sementara China memberlakukan tarif yang memengaruhi barang impor senilai $60 miliar.

Tidak ada level pada permainan

Studi Eropa EconPol menghitung bahwa eksportir China menanggung sekitar 75 persen dari biaya, yang berarti bahwa akhirnya keuntungan bersih sebesar $18,4 miliar akan ditambahkan ke ekonomi AS.

Dua faktor memainkan peran utama dalam hal ini. Faktor yang sudah jelas adalah ketidakseimbangan berat volume yang diberlakukan oleh AS dan China. Tapi faktor yang tidak kalah penting adalah bahwa tarif Amerika dipungut secara strategis, memastikan tidak akan sulit untuk menemukan substitusi untuk impor China yang terpengaruh.

Baca Juga: Perang Dagang China Akan Korbankan Rakyat AS dari Buaian Hingga Liang Lahat

Ekspor China ke AS terpaksa turun sebesar 37 persen karena tarif yang lebih tinggi, studi mengatakan, dan ini pada akhirnya akan menyebabkan penurunan 17 persen dalam surplus perdagangan China dengan Amerika Serikat.

“Tarif tidak lain merupakan bea yang harus ditanggung oleh produsen asing dan konsumen domestik,” kata rekan penulis Gabriel Felbermayr dalam sebuah pernyataan.

Dia menunjukkan bahwa harga konsumen AS untuk impor China yang terpengaruh kemungkinan besar akan naik 4,5 persen, tetapi menegaskan bahwa ekonomi AS secara keseluruhan akan mendapat keuntungan dari lonjakan perdagangan yang berlarut-larut.

“Masalah dari proteksionisme ini adalah bahwa ini memang bisa menguntungkan Amerika Serikat secara ekonomi,” kata Felbermayr.

Perspektif Asia

Konflik perdagangan AS-China saat ini mungkin juga berfungsi sebagai bukti dari pepatah lama “Dua gajah bertarung, pelanduk mati di tengah”.

Menurut penelitian yang dilakukan oleh perusahaan jasa keuangan Jepang, Nomura Holdings, pencarian oleh perusahaan yang berbasis di AS dan China untuk substitusi yang sesuai untuk barang-barang tertentu yang terkena dampak tarif menguntungkan Malaysia pada khususnya, tetapi Jepang, Pakistan, Thailand dan Filipina juga termasuk di antara penerima manfaat.

Juga di Asia, Vietnam telah mendapatkan hasil maksimal dari perusahaan-perusahaan yang merelokasi produksi mereka dari China. Malaysia, Singapura, dan India juga mendapat keuntungan dari perkembangan ini.

Keterangan foto utama: Perang dagang Amerika Serikat-China, benarkah tidak ada pemenang? (Foto: Colourbox)

Tak Akan Ada Pemenang Perang Dagang Amerika-China. Kata Siapa?

BERLANGGANAN

Click to comment

Beri Tanggapan!

To Top