Tak Dapat Dukungan, Kanada Lawan Arab Saudi dan China Sendirian
Amerika

Tak Dapat Dukungan, Kanada Lawan Arab Saudi dan China Sendirian

Freeland (kanan) menyambut al-Qunun di Kanada. (Foto: AFP/Getty Images/Lars Hagberg)
Berita Internasional >> Tak Dapat Dukungan, Kanada Lawan Arab Saudi dan China Sendirian

Kanada berupaya untuk melawan Arab Saudi dan China seorang diri, setelah Amerika Serikat tidak mau memberikan dukungan terhadap negara itu. Kanada terlibat konflik dengan China terkait penangkapan eksekutif Huawei Meng Whanzhou dan hukuman mati China terhadap warga negara Kanada, dan konflik dengan Arab Saudi terkait pemberian suaka oleh Kanada terhadap warga negara Saudi yang melarikan diri.

Oleh: Dave Lawler (Axios)

Baca Juga: Sendirian, Kanada Ditekan Negara-Negara Adidaya Terkait Kasus Huawei

Kanada telah melibatkan dirinya dalam perselisihan dengan dua negara otoriter, tanpa bergantung pada dukungan Amerika Serikat (AS).

Gambaran besarnya: Ferry de Kerckhove—seorang mantan diplomat Kanada yang sekarang menjadi peneliti di Universitas Ottawa—mengatakan bahwa perselisihan itu telah menempatkan Kanada dalam posisi yang “sangat tidak biasa”. “Sekarang kita hidup di dunia yang benar-benar berbeda,” katanya, di mana orang China dan Saudi tahu bahwa AS tidak akan mendukung Kanada.

Dalam tiga hari terakhir:

1. Pengadilan China telah menghukum mati Robert Schellenberg dari Kanada atas dakwaan perdagangan narkoba—suatu tindakan yang hampir pasti terkait dengan penangkapan Meng Wanzhou, CFO perusahaan teknologi China Huawei, oleh Kanada bulan lalu.

  • Schellenberg telah mengajukan banding atas hukuman 15 tahunnya, namun hukuman itu justru diubah menjadi hukuman mati. Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau telah mengecam tindakan itu dan mengatakan bahwa “semua negara di seluruh dunia” seharusnya khawatir karena China telah menolak untuk mematuhi norma-norma internasional.
  • Dua orang Kanada lainnya ditahan beberapa hari setelah penangkapan Meng. Meng—yang menghadapi dakwaan AS terkait dugaan penggelapan sanksi Iran—berada di bawah tahanan rumah, sementara pengadilan memutuskan apakah dia akan diekstradisi. Sementara itu, Trump mengatakan bahwa kasus ini bisa menghambat negosiasi perdagangan.

2. Menteri Luar Negeri Kanada Chrystia Freeland menyambut Rahaf al-Qununseorang warga Arab Saudi berusia 18 tahun yang menjadi berita utama internasional pekan lalu, setelah menghindar dari petugas yang berniat ingin mengembalikannya ke Arab Saudipada Sabtu(12/1) malam di bandara Toronto.

  • Al-Qunun—yang mengatakan bahwa ia akan dibunuh jika ia dideportasi karena tidak lagi menganut Islam—tadinya sedang dalam perjalanan ke Australia, berharap akan mendapat suaka. Namun, Kanada memberikan suaka langsung padanya.
  • David Chatterson—mantan Duta Besar Kanada untuk Arab Saudi—telah mengatakan kepada CBC bahwa langkah Kanada tersebut akan membuat orang-orang Saudi marah, dan mereka “akan menganggap ini sebagai campur tangan Kanada dalam perselisihan keluarga dan dalam urusan internal mereka.”
  • Freeland juga pernah memicu krisis diplomatik dengan pemerintah Arab Saudi pada bulan Agustus lalu, dengan tweet-nya yang menyerukan pembebasan para aktivis Saudi yang dipenjara. Respons Arab Saudi sangat dahsyat, dan hubungan antara dua negara itu tetap tegang.

Seiring berjalannya waktu, dukungan internasional semakin sedikit, kata de Kerckhove.

“Dunia internasional yang suka dengan keberadaan Kanada tidak mau mendukung pertahanan kami. Jika AS tidak mendukung Kanada seperti yang telah dilakukan oleh Trump, tidak ada harapan lagi untuk menerima dukungan dari negara-negara lain.”

Sejak Trump menjabat, de Kerckhove mengatakan, 90 persen dari kebijakan luar negeri Kanada telah difokuskan pada pengelolaan hubungan dengan AS.

Namun, Trudeau dan Freeland telah menarik banyak perhatian dalam pembelaan mereka atas hak asasi manusia, demokrasi, dan multilateralisme. Profil itu terbentuk bukan karena Kanada mengalami kemajuan, menurut pendapat de Kerckhove, tetapi karena negara lain telah mengalami kemunduran.

Intinya: “Kanada tidak akan repot-repot melakukan perlindungan terhadap tatanan internasional liberal jika kita memiliki pemimpin yang kuat di Eropa yang bisa melakukan itu,” katanya, merujuk pada penurunan taraf politik Emmanuel Macron di Prancis, Theresa May di Inggris, dan Angela Merkel di Jerman. “Kita tidak punya banyak pengaruh dan Trudeau hanya bisa mengatasi sebagian kecil dari masalah itu.”

Baca Juga: China Kecam Perlakuan ‘Tak Manusiawi’ Kanada Terhadap Bos Huawei

Keterangan foto utama: Freeland (kanan) menyambut al-Qunun di Kanada. (Foto: AFP/Getty Images/Lars Hagberg)

Tak Dapat Dukungan, Kanada Lawan Arab Saudi dan China Sendirian

BERLANGGANAN

Click to comment

Beri Tanggapan!

To Top