Abu Bakar Baasyir
Berita Politik Indonesia

‘Tamparan di Wajah’: Korban Bom Bali Kecam Pembebasan Abu Bakar Baasyir

Berita Internasional >> ‘Tamparan di Wajah’: Korban Bom Bali Kecam Pembebasan Abu Bakar Baasyir

Korban dari bom Bali mengecam keputusan untuk membiarkan Abu Bakar Baasyir, yang berada di balik serangan, keluar dari penjara. Bom Bali terjadi pada tahun 2002, yang menewaskan 202 orang. Ulama radikal itu hanya menjalani 9 dari 15 tahun masa hukumannya.

Baca Juga: Alasan Kesehatan, Abu Bakar Baasyir Akan Dibebaskan

Oleh: Lauren Ferri (Daily Mail) dan Sarah Malm (AP)

Korban selamat dari Bom Bali pada tahun 2002 telah mengkritik keputusan kontroversial pemerintah Indonesia untuk membiarkan ulama radikal yang mengilhami serangan berjalan bebas dari penjara. Teroris Islam yang sedang sakit, Abu Bakar Baasyir, yang mengilhami serangan itu, akan dibebaskan dari penjara di tengah hukuman 15 tahun penjara.

Baasyir adalah pemimpin spiritual Jemaah Islamiyah yang berafiliasi dengan al-Qaeda, yang bertanggung jawab atas pemboman di pulau wisata Indonesia pada tahun 2002 dan menewaskan 202 orang, banyak di antaranya adalah turis asing.

Keputusan itu memicu kemarahan di seluruh dunia, khususnya di Australia di mana 88 korban berasal.

Lima teman terdekat Jan Laczynski dari Melbourne tewas dalam serangan itu, dan dia mengatakan dia ‘terpana’ pada pembebasan Bashir.

“Berita yang benar-benar menghancurkan, seperti fakta bahwa ia bisa melanjutkan hidupnya sementara orang lain menderita melihatnya keluar dari penjara,” ujarnya pada Fairfax.

Australia mendesak Indonesia Maret lalu agar tidak memberi keringanan hukuman terhadap Baasyir ketika pemerintah mempertimbangkan tahanan rumah dan bentuk-bentuk pengampunan lainnya.

Laczynski juga mengatakan dia percaya presiden Indonesia seharusnya mempertimbangkan mereka yang masih menderita.

“Siapa selanjutnya? Ali Imron, orang yang membuat bom? Menakutkan,” katanya.

“Ini tamparan di wajah bagi begitu banyak orang Australia yang masih terluka dan masih dalam pemulihan.”

Korban selamat Bom Bali merasa terguncang setelah mendengar keputusan kontroversial untuk membebaskan ulama radikal yang menginspirasi Bom Bali akan dibebaskan. (Foto: AP)

Pria Indonesia Dewa Ketut Rudita menderita luka bakar parah hingga 35 persen dari tubuhnya dan menderita luka di mata kanannya.

Dia mengatakan kecewa dengan keputusan itu dan meskipun dia berempati dengan kondisi Baasyir yang sakit, tetapi pendapat keluarga korban seharusnya dipertimbangkan.

Baca Juga: Apakah Serangan-Serangan Teror di Indonesia Ini Baru Permulaan?

“Jika alasan kemanusiaan adalah alasan yang diberikan untuk pembebasannya, bukankah seharusnya ditanyakan di mana kemanusiaannya ketika dia melakukan kejahatan yang merenggut begitu banyak nyawa? Banyak orang masih menderita, para korban dan keluarga para korban,” katanya.

Pembebasan Baasyir yang akan segera terjadi menjelang pemilihan presiden bulan April, dan ada juga fakta bahwa  lawan-lawan Presiden Joko Widodo mencoba untuk mendiskreditkannya sebagai orang yang tidak cukup Islami.

“Saya sudah mempertimbangkan keputusan ini sejak lama, melibatkan kepala Kepolisian Nasional dan ahli hukum,” kata Widodo kepada wartawan.

“Pelepasan ini diputuskan karena pertimbangan kemanusiaan dan juga terkait dengan perawatan kesehatannya.”

Berbicara dari penjara Gunung Sindur, Baasyir menyambut berita itu, “Jika saya dibebaskan, saya akan memuji Allah.”

Pemboman tahun 2002 adalah titik balik dalam pertempuran Indonesia melawan para ekstremis yang kejam, menjadikan keamanan besar sebagai norma di kota-kota besar dan menjalin kerjasama kontra-terorisme yang lebih dekat dengan AS dan Australia.

Keterangan foto utama: Abu Bakar Baasyir yang menginspirasi Bom Bali akan dibebaskan setelah hanya menjalani setengah lebih dari masa tahanannya. (Foto: AP)

‘Tamparan di Wajah’: Korban Bom Bali Kecam Pembebasan Abu Bakar Baasyir

BERLANGGANAN

Click to comment

Beri Tanggapan!

To Top