Jamal Khashoggi
Timur Tengah

Teman Khashoggi Tuntut Firma Israel karena Berkontribusi pada Pembunuhannya

Berita Internasional >> Teman Khashoggi Tuntut Firma Israel karena Berkontribusi pada Pembunuhannya

Omar Abdulaziz adalah seorang aktivis Arab Saudi yang tinggal dalam pengasingan, di Kanada, seperti temannya, Jamal Khashoggi. Akhir pekan ini, Abdulaziz menuntut sebuah firma dari Israel, dengan gugatan bahwa program dari firma itu telah memungkinkan pemerintah Saudi mengakses percakapannya dengan Khashoggi. Ia mengatakan, firma Israel itu telah berkontribusi terhadap pembunuhan Khashoggi.

Baca Juga: Saudi Bersiap Akui, Jamal Khashoggi Terbunuh Saat Interogasi

Oleh: Loveday Morris (The Washington Post)

Seorang aktivis Arab Saudi yang bermukim di Kanada mengajukan gugatan pekan ini terhadap perusahaan keamanan siber Israel. Ia menuduh bahwa pemerintah Saudi menggunakan spyware perusahaan itu untuk meretas ponselnya dan mengakses percakapan sensitif yang ia lakukan dengan wartawan Saudi yang terbunuh, Jamal Khashoggi.

Dokumen hukum menunjukan, pengacara untuk Omar Abdulaziz (27 tahun), yang berbasis di Montreal, mengajukan kasus perdata terhadap Grup NSO di Tel Aviv pada hari Minggu (2/11). Aktivis oposisi mengatakan dia mengetahui bahwa ponselnya telah diretas pada bulan Agustus, sekitar dua bulan setelah dia mengklik tautan yang terinfeksi.

The Citizen Lab, sebuah proyek Universitas Toronto yang menyelidiki spionase digital yang ditujukan untuk masyarakat sipil, menyimpulkan dengan “keyakinan yang tinggi” bahwa pemerintah Saudi menargetkan ponsel Abdulaziz menggunakan spyware Pegasus yang dibuat oleh NSO.

Sebelum diberi tahu bahwa ponselnya diretas, Abdulaziz telah melakukan kontak rutin dengan Khashoggi, yang dengannya dia telah menjalin pertemanan. Khashoggi, kontributor dari Global Opinions di The Washington Post dan seorang kritikus kerajaan, tewas di Konsulat Saudi di Istanbul pada tanggal 2 Oktober oleh tim beranggotakan 15-orang dari Arab Saudi.

Arab Saudi telah memecat dua pejabat senior yang dekat dengan Putra Mahkota Mohammed bin Salman, penguasa de facto kerajaan, sehubungan dengan pembunuhan itu tetapi menyangkal bahwa putra mahkota tahu tentang operasi itu.

Pengajuan hukum berpendapat bahwa perangkat lunak Israel disediakan Saudi dengan pengetahuan tentang percakapan antara Abdulaziz dan Khashoggi tentang proyek-proyek yang mereka kerjakan. Perangkat lunak canggih ini memungkinkan operator untuk mengakses semua informasi yang disimpan di telepon target dan secara rahasia memfilmkan atau merekam audio.

“Detail dari kolaborasi ini diketahui oleh pihak berwenang di Kerajaan melalui sistem Pegasus,” menurut dokumen pengadilan.

Pengajuan mengatakan Abdulaziz akan berpendapat bahwa penggunaan spyware Pegasus untuk mengekspos komunikasi dengan Khashoggi berkontribusi pada keputusan untuk membunuhnya.

Dalam percakapan mereka, Abdulaziz mengatakan, Khashoggi memintanya untuk membantu merancang sebuah situs yang mengadvokasi hak asasi di Timur Tengah dan membantu dengan sebuah logo untuk sebuah yayasan yang direncanakan untuk didirikan Khashoggi yang disebut Demokrasi untuk Dunia Arab Sekarang.

Khashoggi juga membahas pengiriman dana Abdulaziz untuk proyek yang disebut “lebah (bee)”, yang melibatkan pembelian kartu SIM asing untuk aktivis di Arab Saudi yang ingin membuka akun Twitter yang kritis terhadap pemerintah dan takut ditelusuri pada kartu SIM Saudi mereka.

Baca Juga: Bagaimana Media Saudi Bicara Tentang Hilangnya Jamal Khashoggi

Khashoggi juga secara langsung mengkritik putra mahkota dalam pesan-pesan WhatsApp kepada Abdulaziz, menurut gambar yang diberikan kepada The Post oleh Abdulaziz, menggambarkannya sebagai “pac-man” yang menghabisi kritiknya.

Dalam sebuah pernyataan untuk surat kabar Haaretz Israel, kelompok NSO menyebut kasus tersebut “tidak berdasar” dan mengatakan tidak ada bukti bahwa teknologinya digunakan untuk meretas ponsel Abdulaziz.

“NSO adalah perusahaan teknologi yang tidak terlibat dengan bagaimana produk kami digunakan setelah dijual kepada pelanggan kami,” katanya. “Ini adalah gugatan berdasarkan jurnalisme sensasional.”

NSO spyware juga telah digunakan untuk menargetkan dua aktivis Saudi di London dan seorang peneliti Amnesty International, menurut Citizen Lab.

Keterangan foto utama: Aktivis oposisi Saudi Omar Abdulaziz, terlihat di Montreal pada bulan Oktober, telah menuntut suatu firma Israel. Ia mengatakan perangkat mata-mata firma itu telah memberi akses pada Arab Saudi untuk melihat percakapan ponselnya dengan temannya, Jamal Khashoggi. (Foto: François Olliver/untuk The Washington Post)

Teman Khashoggi Tuntut Firma Israel karena Berkontribusi pada Pembunuhannya

BERLANGGANAN

Click to comment

Beri Tanggapan!

To Top