Tiga Orang Meninggal, Gempa Guncang Pertemuan IMF-Bank Dunia
Berita Politik Indonesia

Tiga Orang Meninggal, Gempa Guncang Pertemuan IMF-Bank Dunia

Home » Berita Politik Indonesia » Tiga Orang Meninggal, Gempa Guncang Pertemuan IMF-Bank Dunia

Gempa Bumi terjadi di wilayah pantai Pulau Bali dan Pulau Jawa, berkekuatan 6.0 SR. Gempa ini menewaskan tiga orang, dan membuat terkejut para anggota pertemuan IMF-Bank Dunia yang sedang berlangsung di Nusa Dua, Bali. “Kami menyampaikan belasungkawa kami kepada mereka yang terkena dampak gempa. Di sini di Bali, gempa bumi tidak menyebabkan kerusakan signifikan atau gangguan terhadap pertemuan,” kata juru bicara IMF.

Oleh: AFP

Gempa bumi pada hari Kamis (11/10) menewaskan tiga orang di Indonesia dan mengguncang hotel tempat delegasi IMF menghadiri pertemuan puncak, dua minggu setelah bencana gempa dan tsunami menewaskan lebih dari 2.000 orang di kawasan lain di kepulauan Indonesia.

Gempa berkekuatan 6,0 SR menghantam wilayah pantai Pulau Bali dan Pulau Jawa di Indonesia pada jam-jam dini hari, mengejutkan penduduk dan membuat mereka bergegas ke jalan. Gempa berkekuatan 7,5 SR dan tsunami sebelumnya telah melanda Pulau Sulawesi di Indonesia pada bulan September 2018, menewaskan lebih dari 2.000 orang.

Beberapa peserta pertemuan tahunan Dana Moneter Internasional (IMF/International Monetary Fund) dan Bank Dunia minggu ini di Bali melakukan evakuasi dari hotel mereka ketika gempa mengguncang pulau tersebut.

“Saya merasakan gempa setidaknya selama 30 detik dan saya panik. Awalnya saya tidak ingin keluar tetapi kemudian saya memutuskan untuk pergi,” kata Katharina Sudiyono, seorang peserta Indonesia kepada AFP.

Peter Jacobs, kepala IMF-Bank Dunia gugus tugas Bank Sentral Indonesia, mengatakan bahwa delegasi di distrik Nusa Dua Bali untuk KTT dengan cepat diberitahu tentang situasi.

Baca Juga: Pertemuan IMF-Bank Dunia Hamburkan Dana, Lebih Baik Fokus Tangani Bencana

“Banyak peserta KTT yang bangun dan mengajukan pertanyaan, tetapi kami segera mengirimkan informasi kepada mereka bahwa telah terjadi gempa dan dampak di Nusa Dua,” katanya kepada AFP.

Tidak ada laporan langsung tentang kerusakan atau cedera di Bali dan KTT berlanjut pada hari Kamis (11/10) tanpa gangguan.

“Kami menyampaikan belasungkawa kami kepada mereka yang terkena dampak gempa. Di sini di Bali, gempa bumi tidak menyebabkan kerusakan signifikan atau gangguan terhadap pertemuan,” kata juru bicara IMF.

Pusat konferensi dirancang untuk tahan terhadap peristiwa seismik, dan para peserta diminta untuk tetap di sana jika terjadi gempa. Dalam kasus risiko tsunami, peserta akan dievakuasi ke gedung terdekat.

Para turis di kawasan pariwisata yang populer di pulau itu juga berhamburan  ke jalan ketika bangunan-bangunan bergoyang oleh gempa.

“Wow, gempa itu benar-benar kuat dan berlangsung lama,” kata seorang wanita yang berlindung di tempat parkir hotel di Nusa Dua, beberapa kilometer dari tempat IMF dan Bank Dunia mengadakan pertemuan mereka.

Orang-orang di Nusa Dua, bandara internasional utama di selatan Bali, juga mengalami kepanikan.

“Gempa itu sangat besar. Saya segera bangun dan membawa anak-anak kecil saya keluar dari rumah,” kata Ni Komang Sudiani kepada AFP. “Semua tetangga saya juga berlari,” kata ibu dua anak itu.

Baca Juga: Indonesia Akan Koordinasikan Kebijakan pada Pertemuan IMF-Bank Dunia

Nusantara yang Bergolak

Dwikorita Karnawati, kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Indonesia yang juga berada di Nusa Dua untuk pertemuan IMF, mengatakan tidak ada peringatan tsunami yang dikeluarkan.

“Saya juga merasakan gempa,” katanya kepada AFP. “Kami masih mengumpulkan data dari tim kami di Jawa Timur.”

Di Jawa Timur, tiga orang tewas tertimpa ketika tidur saat gempa merobohkan gedung-gedung di kabupaten Sumenep dan manimbulkan orang-orang melarikan diri dari rumah mereka.

“Semua orang panik dan seluruh desa berlarian keluar. Kami tidak pernah mengalami gempa bumi sekuat tadi malam,” kata warga setempat Zainurrohman, 21 tahun, kepada AFP. “Kami tinggal di luar sampai fajar,” katanya.

Episentrum gempa berada di Laut Bali sekitar 40 kilometer dari ujung timur Pulau Jawa, menurut Survei Geologi Amerika Serikat.

Getaran terjadi setelah gempa berkekuatan 7,5 SR dan tsunami yang melanda Pulau Sulawesi Indonesia bulan September 2018 sekitar 1.000 kilometer timur laut episentrum gempa terakhir, menewaskan lebih dari 2.000 orang. Ribuan lainnya masih hilang sejak bencana kembar melanda kota Palu dan sekitarnya. Pencarian untuk korban tewas diperkirakan akan berakhir pada hari Kamis (11/10).

Serangkaian gempa bumi di Lombok di Indonesia timur menewaskan lebih dari 550 orang selama bulan Juli 2018. Indonesia, salah satu negara paling rawan bencana di bumi, berada di atas apa yang disebut Cincin Api Pasifik, tumbukan lempeng tektonik yang menjadi lokasi terjadinya banyak letusan gunung berapi dan gempa bumi di dunia.

Keterangan foto utama: Indonesia kembali di guncang gempa, setelah gempa berkekuatan 7.5 SR mengguncang Sulawesi yang disusul tsunami dan menewaskan lebih dari 2.000 orang. (Foto: Adek Berry/AFP)

 

Tiga Orang Meninggal, Gempa Guncang Pertemuan IMF-Bank Dunia

BERLANGGANAN

Click to comment

Beri Tanggapan!

To Top