Tim Kesehatan Indonesia Bergegas Tangani Wabah Campak Papua
Berita Tentang Indonesia

Tim Kesehatan Indonesia Bergegas Tangani Wabah Campak di Papua

Tim penanganan kesehatan di Asmat. (Foto: Supplied/ Jane Soepardi)
Home » Berita Tentang Indonesia » Tim Kesehatan Indonesia Bergegas Tangani Wabah Campak di Papua

Dalam beberapa bulan terakhir ini, kurang lebih 60 anak meninggal karena wabah campak di daerah terpencil dimana kasus malnutrisi juga melonjak. Oleh karena itu, tim kesehatan Indonesia pun mendatangi wilayah tersebut unutk membantu mereka yang terserang penyakit.

Foto: TIm di Asmat. Foto: Supplied/Jane Soepardi

Tim kesehatan Indonesia berebut mendatangi wilayah yang terkena wabah campak yang mematikan di kabupaten Asmat, Provinsi Papua.

Dalam beberapa bulan terakhir ini, kurang lebih 60 anak meninggal karena wabah campak di daerah terpencil dimana kasus malnutrisi juga melonjak.

Sejak laporan tentang tingkat keparahan wabah tersebut di Papua awal bulan ini, pemerintah Indonesia segera bergerak cepat untuk mendatangi tempat tersebut. Namun, pemerintah tetap mendapat kritikan karena telah mengabaikan kesehatan orang Papua selama bertahun-tahun.

    Baca juga: Kematian Beruntun Bayi di Papua Nodai Pesta Demokrasi

Kapolda Papua, Boy Rafli Amar, pekan lalu mengatakan jumlah yang terkena malnutrisi telah melampaui angka 10.000, dan hal tersebut memperburuk wabah campak.

Tim gabungan kesehatan yang akan langsung menanggapi  krisis tersebut telah dikirim dari Dinas Kesehatan Provinsi Papua, Tentara Nasional Indonesia, dan Kementerian Kesehatan.

Tim tersebut dibekali pasokan kebutuhan penduduk desa di Asmat yang berupa obat-obatan, vaksin, peralatan medis dan makanan bergizi.

Humas dari tim tersebut mengatakan kepada kantor berita Antara bahwa mereka telah berhasil mendatangi desa-desa di Asmat dimana wabah campak sekarang dibasmi.

Menurut petugas kesehatan, penyebaran wabah campak disebabkan karena kekurangan pangan, buruknya sanitasi, dan kurangnya tenaga dan fasilitas medis di Asmat.

Berdasarkan informasi yang diterima pada tanggal 25 Januari, sebanyak 12.398 anak di Asmat telah menjalani cek kesehatan dan perawatan.

Dari total jumlah anak-anak, 646 dikonfirmasi terinfeksi wabah campak.

Jakarta bertanggung jawab atas wabah campak

LSM Human Rights Watch menyalahkan pemerintah Indonesia atas wabah campak yang menyebar di Papua.

Mereka menyatakan bahwa di saat Jakarta menyalahkan gaya hidup nomaden di kabupaten terpencil Asmat sebagai penyebab kematian akibat menyebarnya wabah campak, sebenarnya, penyebabnya adalah pemerintah yang selama ini mengabaikan hak dasar atas kesehatan orang Papua.

Human Rights Watch mengatakan bahwa Indonesia dapat mencegah kematian tersebut dengan menetapkan program vaksinasi yang efektif di Papua. Program tersebut saat ini masih belum merata dan belum mengikutsertakan anak-anak Asmat, menurut LSM tersebut.

Meskipun sumber daya alam melimpah di Papua, dan itulah yang memberikan pendapatan signifikan bagi negara Indonesia, Papua terus tertinggal dalam perkembangan suber daya manusia.

Di seluruh Indonesia, tingkat kemiskinan tertinggi, secara relatif, berada di provinsi timur Papua, Papua Barat dan Maluku, menurut Badan Pusat Statistik.

Masalah kesehatan di Papua menjadi perhatian khusus. Papua memiliki tingkat harapan hidup terendah di Indonesia dan angka kematian bayi, anak, dan ibu yang paling tinggi. Penyakit seperti malaria, kusta dan gizi buruk selalu ada di Papua, seperti halnya HIV / AIDS.

    Baca juga: Indonesia Tempatkan Paramedis Militer untuk Atasi Krisis Kesehatan di Papua

Sejak mulai memerintah di akhir 2014, Presiden Joko Widodo telah berjanji akan membawa pembangunan ekonomi dan sosial yang lebih besar ke Papua, dan juga perawatan kesehatan yang lebih baik. Namun, kesejahteraan orang-orang Papua tampaknya malah memburuk.

Dalam beberapa tahun terakhir ini, beberapa wabah penyakit endemik dilaporkan menyebar di berbagai wilayah di Papua, dan telah membunuh ratusan orang.

Pemerintah masih secara signifikan membatasi akses untuk LSM kemanusiaan dan kesehatan internasional yang dapat membantu meningkatkan layanan kesehatan masyarakat di Papua.

Reporter khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang hak atas kesehatan, Dainius Pūras, setelah mengunjungi tahun lalu melaporkan bahwa dia “prihatin dengan status kesehatan orang-orang Papua” dan menyerukan investasi kesehatan yang lebih besar di Papua.

Keterangan foto utama: Tim penanganan kesehatan di Asmat. (Foto: Supplied/ Jane Soepardi)

Tim Kesehatan Indonesia Bergegas Tangani Wabah Campak di Papua
Click to comment

Beri Tanggapan!

To Top