Pelaku Serangan Papua
Berita Politik Indonesia

TNI Janji Akan Buru Pelaku Serangan Papua

Anggota keluarga menunjukkan gambar salah satu korban pembunuhan massal di Papua. (Foto: AFP/Anyong)
Berita Internasional >> TNI Janji Akan Buru Pelaku Serangan Papua

Pihak berwenang dan TNI berjanji akan memburu dan menemukan pelaku serangan Papua pada pekan lalu, yang menyebabkan 31 orang tewas. Presiden Jokowi sebelumnya telah memerintahkan TNI-Polri untuk memburu para pelaku. Papua telah lama menghadapi gerakan separatis oleh Organisasi Papua Merdeka (OPM) yang ingin memisahkan diri dari Indonesia, tetapi jarang meluncurkan serangan pada skala yang terlihat seperti pada akhir pekan lalu.

Baca juga: Bagaimana Presiden Jokowi Gagal Menangkan Hati dan Pikiran Papua

Oleh: Nicola Smith (The Telegraph)

Pihak berwenang Indonesia telah berjanji untuk memburu pelaku serangan Papua yang menewaskan 31 pekerja konstruksi yang sedang membangun jalan utama di provinsi Papua yang bergolak.

Orang-orang itu dibunuh di distrik pegunungan terpencil Nduga, diduga oleh anggota Organisasi Papua Merdeka (OPM), lapor Associated Press.

Sebagian besar korban ditembak di lokasi konstruksi mereka, sementara tujuh orang berusaha bersembunyi di kediaman seorang anggota dewan setempat sebelum dilacak di sana dan dibantai.

Insiden itu digambarkan oleh Ryamizard Ryacudu, Menteri Pertahanan, sebagai salah satu serangan terburuk di negara itu dalam beberapa tahun terakhir.

“Mereka bukan hanya penjahat, tetapi separatis,” katanya tentang para pelaku. “Mereka ingin memisahkan Papua dari Indonesia, jadi mereka harus berurusan dengan militer, bukan polisi. Tidak akan ada negosiasi. Mereka menyerah atau kita menghabisinya.”

Presiden Indonesia Joko Widodo—yang menghadapi pemilihan tahun depan—mengatakan pada Rabu (5/12), bahwa ia telah menugaskan Tentara Nasional Indonesia dan Polisi Nasional untuk menemukan para pembunuh.

“Tidak ada tempat bagi kelompok-kelompok kriminal bersenjata seperti ini di tanah Papua maupun di setiap sudut negara,” katanya. “Saya, atas nama rakyat, bangsa, dan negara, menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada semua keluarga dari para korban.”

Para pekerja tersebut telah dipekerjakan oleh Istaka Karya—sebuah perusahaan konstruksi milik negara—dan telah membangun salah satu dari 14 jembatan di jalan baru sepanjang 173 mil, ketika mereka diserang. Tubuh-tubuh mereka belum semuanya ditemukan.

Saat ini, sebagian besar wilayah Papua, yang tertutup oleh hutan lebat, hanya dapat diakses melalui udara atau berjalan kaki. Setelah kekejaman itu, semua konstruksi jembatan di wilayah itu ditangguhkan.

Presiden Indonesia Joko Widodo mengutuk pembunuhan itu. (Foto: STF/AFP)

Papua—yang terletak di bagian barat pulau Nugini—dianeksasi oleh Indonesia setelah serah terima dari penjajah Belanda pada tahun 1963. Kemudian dimasukkan ke negara itu setelah pleno kontroversial yang disetujui PBB pada tahun 1969, yang secara luas dipandang sebagai tidak sah.

Sejak itu, Papua menghadapi gerakan separatis yang telah lama berjalan namun tidak terlalu kuat, yang dipimpin oleh pemberontak Organisasi Papua Merdeka.

Baca juga: Presiden Jokowi Perintahkan Perburuan Pembunuh Pekerja di Papua

Mereka sebelumnya telah melakukan penculikan dan menyerang personel keamanan pemerintah untuk mendapatkan perhatian internasional, tetapi jarang meluncurkan serangan pada skala yang terlihat seperti pada akhir pekan ini.

Papua—provinsi terbesar di Indonesia—kaya akan mineral, minyak, dan kayu, dan merupakan rumah bagi tambang emas terbesar di dunia. Tetapi Papua juga merupakan wilayah termiskin di negara itu, di mana 28 persen masyarakat hidup di bawah garis kemiskinan dan dengan angka kematian bayi dan buta huruf terburuk di Asia.

Sangat sedikit wartawan asing yang diizinkan masuk, dan pihak berwenang Indonesia telah dituduh melakukan penyiksaan dan penganiayaan secara luas dalam upaya untuk menumpas gerakan kemerdekaan.

Keterangan foto utama: Anggota keluarga menunjukkan gambar salah satu korban pembunuhan massal di Papua. (Foto: AFP/Anyong)

TNI Janji Akan Buru Pelaku Serangan Papua

BERLANGGANAN

Click to comment

Beri Tanggapan!

To Top