mata mata politik
Global

Top 10 Artikel Mata Mata Politik 2018

Berita Internasional >> Top 10 Artikel Mata Mata Politik 2018

Tahun 2018 sudah berakhir. Sepanjang tahun ini, Mata Mata Politik berusaha mengkurasi artikel-artikel terbaik dari seluruh dunia tentang apa yang sedang terjadi, baik di dalam maupun di luar negeri. Apa saja artikel yang paling banyak dibaca oleh pembaca setia Mata Mata Politik tahun ini?

Oleh: Tim Editorial Mata Mata Politik

Mengkurasi berita tidak selalu menjadi hal yang mudah. Sementara selalu ada kejadian penting terjadi sekaligus di berbagai tempat di seluruh penjuru dunia, tim editorial Mata Mata Politik harus memilihkan mana yang paling relevan dan sesuai dengan pembaca Indonesia.

Suriah dan Yaman masih terus dilanda perang. Gerakan separatis mengalami peningkatan di Papua, sementara itu, kampanye menuju Pilpres 2019 berjalan dengan tenang–atau setidaknya tanpa pertikaian berarti.

Sementara itu, Palestina dan Israel masih juga belum bisa berdamai. Terlepas dari sesumbar menantu Donad Trump dengan perjanjian abad ininya untuk menyatukan kedua bangsa yang memperebutkan tanah suci mereka. Donald Trump, Mohammaed bin Salman, dan pendatang baru Jair Bolsonaro menjadi beberapa tokoh yang paling banyak diperbincangkan tahun ini–selain Jamal Khashoggi tentunya.

Jadi, laporan berita mana yang paling diminati pembaca Mata Mata Politik?

Islamisme

Presiden Indonesia Joko “Jokowi” Widodo (kiri tengah), dan rekannya Ma’ruf Amin (di sebelahnya dengan jubah putih), memberikan berkas-berkas pendaftaran resmi sebagai kandidat untuk Pemilihan Presiden 2019 kepada Ketua Komisi Pemilihan Umum Arief Budiman (kanan depan), di Jakarta, Indonesia, pada tanggal 10 Agustus 2018. Peta pertempuran untuk Pemilihan Presiden 2019 Indonesia terbentuk ketika Jokowi secara resmi terdaftar sebagai kandidat, setelah memilih seorang ulama Islam konservatif sebagai cawapresnya. (Foto: AP Photo/Achmad Ibrahim)

10.  Demokrasi Dinilai Mundur, Oposisi Sebut Pemerintahan Jokowi Otoriter

Dari: Voice of America, 22 September 2018

Presiden Joko Widodo dinilai telah bersikap otoriter oleh para kritikusnya dari kalangan oposisi, dengan terjadinya pembubaran demonstrasi di bawah kampanye #2019GantiPresiden oleh aparat. Selain itu, pemerintahan Jokowi juga dikritik telah membungkam kebebasan berbicara, dengan adanya pelarangan terhadap kelompok Islam Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Secara umum, kebebasan berbicara dan demokrasi Indonesia dinilai menurun.

9. John Bolton: ‘Palestina Bukan Negara’ 

Dari: Washington Examiner, 6 Oktober 2018

Penasihat Keamanan Nasional Amerika Serikat mengatakan bahwa Palestina bukan sebuah negara. Menurut John Bolton, terdapat banyak alasan mengapa itu bukan sebuah negara. Ia mengatakan bahwa Palestina tidak memenuhi ujian hukum internasional kenegaraan dan tidak memenuhi fungsi normal pemerintah. Namun begitu, ia mengatakan bahwa Palestina dapat menjadi sebuah negara, dengan negosiasi diplomatik dengan Israel dan lainnya.

Tsunami dan Gempa Palu

Situs kuburan massal dekat Palu, di mana ratusan korban tewas telah dikubur selama seminggu terakhir. (Foto: Al Jazeera/Ted Regencia)

8. Tsunami dan Gempa Palu: Tragedi dan Duka Tak Memandang Agama

Dari: Al Jazeera, 6 Oktober 2018

Gempa bumi kuat memicu rentetan bencana, termasuk tsunami mematikan dan pencairan tanah menjadi lumpur (likuifaksi) di Sulawesi. Seminggu setelah tsunami dan gempa Palu pada Jumat (28/9) lalu, evakuasi terus dilakukan dan bantuan terus berusaha diberikan. Dalam bencana ini, semuanya melupakan politik dan perpecahan. Di sini, tak ada yang memandang agama atau ras.

7. Mohammed bin Salman adalah Saddam Hussein Berikutnya

Dari: Foreign Policy, 31 Oktober 2018

Sebelum menjadi musuh bebuyutan Amerika Serikat, Saddam Hussein adalah salah satu sekutu utama. Dukungan kuat Washington terhadap Saddam selama tahun 1980-an tidak hanya memungkinkan amukannya terhadap rakyatnya sendiri dan negara-negara tetangga, tetapi juga akhirnya mengancam kepentingan keamanan AS. Hal yang sama kini sedang terjadi terhadap Mohammed bin Salman.

Jika Brasil Memilih Jair Bolsonaro, Krisis Migrasi Venezuela Akan Memburuk

Kandidat Presiden Jair Bolsonaro, dari partai sayap kanan Social Liberal Party, tiba untuk konferensi pers di Rio de Janeiro, Brasil, 11 Oktober 2018 (Foto: AP/Leo Correa)

6. 4 Hal Penting tentang Presiden Baru Brasil Jair Bolsonaro

Dari: Vox, 31 Oktober 2018

Jair Bolsonaro memenangkan pemilihan presiden yang dilangsungkan pada hari Minggu (23/10) di Brasil. Sang “Trump Negara Tropis” tersebut telah membuat politik Brasil bergolak dengan menjanjikan berakhirnya status quo. Salah satu alasan utama mengapa banyak pemilih Brasil mendukung Bolsonaro adalah, janjinya untuk memperbaiki berbagai penyakit di negara itu—tingginya tingkat kejahatan kekerasan, ekonomi yang goyah, dan wabah korupsi.

Ditolak Kehadirannya, Trump Tetap Kunjungi Pittsburgh

Presiden AS Donald Trump dan Ibu Negara Melania Trump berdiri bersama Rabi Jeffrey Myers di sinagoga Tree of Life di Pittsburgh. (Foto: AFP)

5. Ditolak Kehadirannya, Trump Tetap Kunjungi Pittsburgh

Dari: CNN, 31 Oktober 2018

Presiden AS Donald Trump tetap mengunjung Pittsburgh, walau kehadirannya ditolak oleh para pejabat lokal, di mana mereka mengatakan bahwa mereka meminta Gedung Putih untuk menunda kunjungan sampai setelah korban serangan penembakan dimakamkan. Penembakan sebelumnya terjadi pada Sabtu (27/10) di sebuah sinagoga Yahudi, yang menewaskan 11 orang.

4. Banyak Pemeriksaan, Menteri Dalam Negeri AS Mengundurkan Diri

Dari: Associated Press, 17 Desember 2018

Menteri Dalam Negeri Amerika Serikat Ryan Zinke mengundurkan diri. Hal itu terjadi di tengah serangkaian penyelidikan federal terhadapnya. Presiden Donald Trump mengatakan akan mengumumkan pengganti Zinke minggu depan.

3. Kacau, Perunding Palestina Bocorkan Interaksinya dengan Jared Kushner

Dari: Buzzfeed News, 17 Desember 2018

Mari kita keluarkan dulu berita buruknya terlebih dahulu: ada kemungkinan Jared Kushner tidak akan berhasil memperantarai perjanjian damai Timur Tengah. Menantu Presiden Donald Trump itu ditunjuk sebagai kepala perunding untuk Timur Tengah. Namun penjabaran perunding Palestina mengisyaratkan, hal itu tidak akan terjadi dalam waktu dekat.

Indonesia

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Basuki Hadimuljono, menunjukkan peta Papua selama konferensi pers setelah setidaknya 24 pekerja konstruksi yang membangun jembatan di daerah terpencil di provinsi Papua diduga dibunuh oleh kelompok separatis, di Jakarta, Indonesia, 4 Desember, 2018. (Foto: Reuters/Willy Kurniawan)

2.  Pemerintah Indonesia: Separatis Papua Bunuh Puluhan Pekerja

Oleh: Reuters, 4 Desember 2018

Puluhan pekerja konstruksi Trans Papua “dibantai secara sadis” oleh kelompok separatis Papua. Kolonel Muhammad Aidi mengatakan pasukan keamanan sedang mencoba untuk mengkonfirmasi laporan dari seorang pendeta bahwa 24 pria dari perusahaan konstruksi PT Istaka Karya yang bekerja di distrik Yigi telah “dibantai secara sadis” oleh kelompok separatis kriminal bersenjata.

1. Papua: Ratusan Orang Ditangkap karena Kibarkan Bendera Bintang Kejora

Oleh: Newsweek, 4 Desember 2018

Setiap tanggal 1 Desember, ribuan orang Papua akan melakukan demonstrasi. Ini karena mereka meyakini, tanggal itu seharusnya menjadi tanggal kemerdekaan mereka, yang mereka umumkan ketika berada di bawah penjajahan Belanda. Pada tanggal 1 Desember 2018 kemarin, mereka kembali mengadakan demonstrasi yang berakhir dengan bentrokan dan penangkapan ratusan orang di Surabaya.

Keterangan foto utama: Para siswa Papua menuntut kebebasan Provinsi Papua Barat selama unjuk rasa di Surabaya, Provinsi Jawa Timur, pada 2 Desember 2013. Papua menyatakan kemerdekaan dari Belanda pada tahun 1961, tetapi Indonesia mengambil alih wilayah tersebut pada tahun 1963. (Foto: AFP/Getty/Juni Kriswanto)

 

Top 10 Artikel Mata Mata Politik 2018

BERLANGGANAN

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top