pencak silat
Berita Politik Indonesia

Topik Debat Pilpres 2019: Masalah Pajak Jadi Isu Terpanas?

Prabowo dan Jokowi berpelukan bersama atlet pencak silat. (Foto: via Twitter Jokowi)
Berita Internasional >> Topik Debat Pilpres 2019: Masalah Pajak Jadi Isu Terpanas?

Banyak orang memperkirakan masalah pajak akan jadi salah satu masalah terpanas yang akan diangkat dalam debat capres-cawapres di televisi. Debat Pilpres 2019 pertama akan dilangsungkan pada 17 Januari 2019. Debat akan mengangkat beberapa masalah lain seperti energi dan makanan, sumber daya alam dan lingkungan, dan infrastruktur.

Baca juga: Debat Pilpres 2019: Kisi-Kisi Hambat Publik Ketahui Kemampuan Asli Paslon

Oleh: Leo Jegho (Global Indonesian Voices)

Dengan lima putaran debat presiden yang dimulai hanya dalam waktu sekitar satu minggu, banyak orang di publik berharap bahwa masalah pajak akan menjadi salah satu masalah paling panas yang akan diangkat dalam acara-acara televisi.

Debat pertama, yang dijadwalkan berlangsung pada 17 Januari 2019, akan menampilkan Presiden Joko ‘Jokowi’ Widodo dan pasangannya Ma’ruf Amin melawan duo Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno. Sementara itu, pada 17 April 2019, pemilih di seluruh negara akan memilih salah satu dari dua pasangan untuk memimpin Indonesia.

Selama beberapa hari terakhir, kamp Prabowo-Sandiaga dilaporkan menuduh bahwa pemerintahan Jokowi ‘berbohong’ kepada rakyat Indonesia dengan membuka kinerja pengumpulan pajaknya di luar proporsi. Kubu Prabowo-Sandiaga mengatakan negara itu benar-benar mengalami kekurangan penerimaan pajak pada tahun 2018, seperti yang kabarnya dinyatakan awal bulan ini oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.

Para calon presiden akan berdebat tentang masalah ekonomi pada 17 Februari 2019 serta selama putaran terakhir debat. Pada 17 Februari, perdebatan akan fokus pada energi dan makanan, sumber daya alam dan lingkungan, dan infrastruktur. Sementara itu, babak terakhir adalah tentang ekonomi dan kesejahteraan sosial, keuangan dan investasi, dan perdagangan dan industri.

Sudah menjadi rahasia umum bahwa pendapatan pajak tahun lalu mencapai 92,4 persen dari target Rp1,424 triliun, angka tertinggi dalam empat tahun. Menteri Sri Mulyani mengatakan bahwa kekurangan pajak tahun lalu disebabkan oleh pendapatan dari non-migas yang mencapai di bawah target.

Indonesia selalu mengalami kekurangan penerimaan pajak selama dekade terakhir meskipun berbagai upaya telah dilakukan oleh pemerintah. Tahun 2008 adalah saat terakhir penerimaan pajaknya Indonesia melebihi target, menurut laporan Tirto.id.

Faktanya, dalam kampanye pemilihan mereka dalam tiga bulan terakhir, Prabowo dan Sandiaga serta para pendukung mereka telah mengutarakan urgensi untuk mengakhiri pendapatan pajak negara yang sangat rendah. Pasangan ini telah berjanji untuk memperkenalkan reformasi pajak.

Baca juga: Debat Pilpres 2019: Kisi-Kisi, Solusi KPU demi Ajang Debat Bersubstansi

Selama beberapa dekade terakhir, pajak telah menjadi sumber utama pendapatan negara Indonesia. Dan, kubu Prabowo-Sandiaga telah menyerang Presiden Jokowi karena diduga menggunakan sejumlah besar dana negara untuk proyek-proyek infrastrukturnya yang ambisius di berbagai provinsi di seluruh nusantara.

Prabowo dan Sandiaga juga secara terbuka mengingatkan bahwa anggaran negara sebagian berasal dari utang. Sandiaga, yang adalah pengusaha terkemuka sebelum menjadi politisi, mengatakan pemerintah seharusnya melibatkan sektor swasta dan menggunakan skema keuangan ekuitas jangka panjang. Ini dimaksudkan untuk menghindari dana negara untuk proyek semacam itu, menurutnya.

Keterangan foto utama: Prabowo dan Jokowi berpelukan bersama atlet pencak silat. (Foto: via Twitter Jokowi)

Topik Debat Pilpres 2019: Masalah Pajak Jadi Isu Terpanas?

BERLANGGANAN

Click to comment

Beri Tanggapan!

To Top