Emmanuel Macron
Global

Trump Berselisih dengan Macron Segera Setelah Mendarat di Prancis

Berita Internasional >> Trump Berselisih dengan Macron Segera Setelah Mendarat di Prancis

Begitu tiba di Prancis, Presiden Amerika Serikat langsung mengritik Presiden Prancis Emmanuel Macron atas pernyataannya bahwa Eropa perlu melindungi diri dari Amerika. Macron juga menyarankan bahwa sejak dimulainya kepresidenan Trump, AS telah dilihat sebagai sekutu yang kurang dapat diandalkan. Para pemimpin dunia berkumpul di Paris, Prancis untuk memperingati 100 tahun berakhirnya Perang Dunia I. 

Baca Juga: Popularitas Menurun, Presiden Prancis Emmanuel Macron Rombak Kabinet

Oleh: Maegan Vazquez and Michelle Kosinski (CNN)

Presiden Donald Trump berselisih dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron atas pertahanan Eropa segera setelah Air Force One mendarat di Prancis pada hari Jumat (9/11).

“Presiden Macron dari Prancis baru saja menyarankan agar Eropa membangun militernya sendiri untuk melindungi diri dari AS, China dan Rusia. Sangat menghina, tapi mungkin Eropa pertama-tama harus membayar bagian yang adil dari NATO, yang sangat disubsidi oleh AS,” kata Trump melalui Twitternya beberapa menit setelah mendarat di Prancis.

Dia rencananya akan menghabiskan akhir pekan di Paris untuk memperingati seratus tahun dari akhir Perang Dunia I.

Pada hari Selasa (5/11), di radio Eropa 1, Macron menyebut “tentara Eropa sejati” di dalam Uni Eropa, menurut AFP.

“Kami harus melindungi diri kami sendiri dari China, Rusia dan bahkan Amerika Serikat,” kata Macron.

Macron juga menyarankan bahwa sejak dimulainya kepresidenan Trump, AS telah dilihat sebagai sekutu yang kurang dapat diandalkan.

“Ketika saya melihat Presiden Trump mengumumkan bahwa dia keluar dari perjanjian perlucutan senjata utama yang dibentuk setelah krisis euro-rudal tahun 1980-an yang melanda Eropa, siapa yang menjadi korban utamanya? Eropa dan keamanannya,” katanya.

Macron telah mengusulkan langkah yang sama selama berbulan-bulan.

Seorang pejabat senior Prancis mengatakan Jumat malam (9/11) bahwa Trump mengambil kata-kata Macron “keluar dari konteks.”

Menurut pejabat, Macron kemungkinan akan ingin membalas tweet Trump secara langsung, kemungkinan pada hari Sabtu (10/11).

Namun pejabat tersebut, mengklarifikasi bahasa yang digunakan Macron, mengatakan bahwa pemimpin Prancis itu bermaksud dia menginginkan tentara Eropa tapi koordinasi dan pendanaan yang lebih baik terhadap sumber daya Eropa yang telah ada.

Pejabat itu mengatakan bahwa Macron berusaha menyampaikan maksudnya perihal Eropa harus bisa melindungi dirinya sendiri. Sudah ada proyek pertahanan yang berlangsung di Eropa, dan Macron ingin melihat proyek itu dikembangkan kapabilitasnya lebih lanjut, kata sang pejabat.

“Tidak harus berarti tentara Eropa. Dia tidak bermaksud menyampaikan bahwa Eropa harus membentuk pasukan,” kata pejabat itu. “Dan ini semua merupakan pelengkap bagian NATO, bukan bagian yang terpisah.”

Ketegangan lebih lanjut dalam hubungan Trump-Macron

Kicauan Trump pada hari Jumat (9/11) dapat menjadi cuplikan dari pertemuan internasional tingkat tinggi lainnya di mana Presiden AS menjauhkan diri dari sekutu tradisional Amerika. Berbeda dengan KTT G7 yang tegang pada bulan Juni, bagaimanapun, Presiden Rusia Vladimir Putin akan hadir pada peringatan akhir pekan ini.

Baca Juga: Macron tentang Bertelepon dengan Trump: ‘Ibarat Makan Sosis, Lebih Baik Tak Tahu Apa Isinya’

Meskipun Trump dan Macron nampaknya akan memiliki hubungan yang hangat mengikuti inaugurasi Trump, hubungan keduanya kini telah mendingin.

Seorang sumber yang tahu mengenai permasalahan berikut mengatakan bahwa panggilan antara keduanya yang membahas mengenai perdagangan dan migrasi pada bulan Juni tidak berlangsung dengan baik.

“Buruk, percakapan tersebut berlangsung mengerikan,” kata seorang sumber kepada CNN . “Macron mengira dia akan mampu mengungkapkan pikirannya, melihat hubungan mereka. Tetapi nampaknya Trump paling tidak bisa menangani kritik seperti itu.”

Dan baru-baru ini, seorang sumber diplomatik senior mengatakan kepada CNN bahwa Trump “mengomel dan marah-marah saat membicarakan mengenai perdagangan” dengan Macron selama pertemuan bilateral mereka pada bulan September.

Ada “beberapa kecocokan” di antara keduanya, “tetapi sekarang sudah tidak seperti dulu,” kata sumber tersebut.

Macron bukanlah satu-satunya pemimpin Eropa yang mendorong Eropa untuk lebih mempertimbangkan prospek pertahanannya sendiri.

Presiden Uni Eropa Donald Tusk membuat usulan serupa pada bulan Mei lalu setelah Trump mundur dari kesepakatan Iran dan perjanjian iklim Paris, mengancam serangkaian sengketa perdagangan dengan Eropa dan terus-menerus mengritik NATO.

“Eropa harus mengerahkan segala daya untuk melindungi, terlepas dari suasana hari ini, ikatan transatlantik. Tetapi pada saat yang sama kita harus siap untuk skenario itu, di mana kita harus bertindak sendiri,” kata Tusk.

Tusk juga mengatakan bahwa Uni Eropa “harus berterima kasih” kepada Trump “karena, berkat dia, kami telah menyingkirkan semua ilusi.”

“Melihat keputusan terbaru dari Presiden Trump, seseorang bahkan dapat berpikir: Dengan teman seperti itu, siapa yang butuh musuh?” kata Tusk, yang kemudian menambahkan, “Dia telah membuat kami menyadari bahwa jika Anda membutuhkan uluran tangan, Anda akan menemukan satu di ujung lengan Anda.”

Kicauan Trump pada hari Jumat (9/11) melanjutkan kesalahpahamannya yang berulang-ulang tentang cara kerja NATO. Presiden telah secara konsisten mengeluh bahwa anggota NATO tidak cukup berkontribusi terhadap kesepakatan pertahanan bersama, menunjukkan 28 anggota lainnya entah bagaimana berhutang uang AS.

Sebenarnya, semua anggota aliansi berkomitmen untuk membelanjakan 2% dari PDB mereka untuk pertahanan. Meskipun hanya sedikit yang mencapai ambang itu, sebagian besar anggotanya telah meningkatkan pengeluaran dalam beberapa tahun terakhir dan mendekati tingkat pengeluaran yang disarankan.

Keterangan foto utama: Presiden Trump dan Presiden Prancis Emmanuel Macron bertemu di Istana Elysee di Paris. (Foto: Christophe Petit Tesson/AP)

Trump Berselisih dengan Macron Segera Setelah Mendarat di Prancis

BERLANGGANAN

Click to comment

Beri Tanggapan!

To Top