Titik Kritis Penyelidikan Mueller: Trump Akhirnya Akan Diperiksa
Amerika

Trump Blokir Memo Sanggahan, Partai Demokrat Marah

Presiden Trump di Gedung Putih di Washington DC pada 19 Januari 2018. (Foto: The Washington Post/Getty Images/Jabin Botsford)
Trump Blokir Memo Sanggahan, Partai Demokrat Marah

Kedua memo tersebut dirahasiakan informasinya sebelum perilisannya disetujui presiden. Trump menyetujui perilisan memo Partai Republik, meskipun FBI dan Departemen Keamanannya keberatan. Tetapi sekarang dia mengklaim bahwa memo sanggahan tersebut ditulis oleh Komisi Dewan Inteligensi Partai Demokrat “berisi banyak bagian yang benra-benar rahasia dan sangat sensitif.”

Oleh: Mary Papenfuss (Huffington Post)

Para anggota Partai Demokrat yang geram marah pada Jumat malam (9/2) setelah Presiden AS Donald Trump memblokir perilisan memo sanggahan untuk memo yang ditulis oleh Partai Republik menggunakan informasi selektif untuk menyerang investigasi FBI terhadap penasihat kampanye Trump sebelumnya.

Kedua memo tersebut dirahasiakan informasinya sebelum presiden menyetujui untuk dirilis. Trump menyetujui perilisan memo GOP (Partai Republik)  meskipun FBI dan Departemen Keamanannya keberatan. Tetapi sekarang dia mengklaim bahwa memo sanggahan tersebut ditulis oleh Komisi Dewan Inteligensi partai Demokrat “berisi banyak bagian yang benra-benar rahasia dan sangat sensitif,” menurut sebuah surat yang ditulis oleh penasihat Gedung Putih Don McGahn.

McGahn berkata bahwa Trump telah menyuruh Departemen Kehakiman untuk memberikan bantuan kepada Komisi DPR untuk merevisi memo partai Demokrat.

    Baca juga: Pengeboman Separatis China di Afghanistan, Jadi Pertanda Berubahnya Strategi Perang Trump

Ketua Minoritas Dewan Nancy Pelosi (D-Calif) menyebut bahwa tindakan Trump “memukau” dan merupakan “bagian dari tindak penyembunyian  yang berbahaya dan putus asa.” Dia menambahkan: “Jelas, presiden memiliki sesuatu yang disembunyikan.”

Adam Schiff, ketua Komisi Dewan Inteligensi partai Demokrat, mengecam Trump karena mengabaikan permintaan dari FBI dan Departemen Kehakimannya sendiri untuk tidak merilis memo GOP, yang ditulis oleh Devin Nunes (R-Calif), karena memo itu menghilangkan “fakta material.” Presiden sekarang “mengungkapkan kekhawatiran untuk berbagi fakta-fakta tersebut dengan publik.”

Senator Richard Blumenthal (D-Conn.) menyebut langkah tersebut “penyumbatan keadilan oleh Donald Trump terjadi di waktu yang sebenarnya.” Dia mengatakan bahwa permintaan tersebut “mengolok-olok keamanan nasional dan akal sehat.”

Anggota partai Republik Justin Amash (R-Mich) menyerukan perilisan memo Demokrat. Dia men-tweet bahwa dia telah membaca kedua memo tersebut dan keduanya tidak membahayakan keamanan nasional. “Masyarakat Amerika berhak mendapat kesempatan untuk membaca kedua memo tersebut,” tambahnya.

Anggota partai Demokrat Jamie Raskin (D-Md.) bertanya-tanya apakah pemerintahan Trump menganggap “seluruh warga dunia bodoh?”

Anggota partai Demokrat Brad Sherman (D-Calif.) menambahkan: “Rilis memo yang asli.”

Langkah Trump dapat meningkatkan tekanan untuk merilis seluruh permohonan surat perintah untuk mengawasi secara elektronik mantan penasihat kampanye Trump Carter Pageyang diajukan ke Pengadilan Pengawasan Intelijen Asing. Page, seorang investor yang tadinya bekerja di Kremlin sebelum dia bergabung dengan tim kampanye Trump, menjadi sasaran penyelidikan FBI mengenai campur tangan Rusia dalam pemilu presiden.

Pengadilan menyetujui surat perintah tersebut berdasarkan Undang-Undang Pengawasan Intelijen Asing pada tahun 2016 untuk melacak Page dan memperbaruinya tiga kali lagi, mengindikasikan bahwa penyelidikan tersebut menemukan informasi berguna.

The New York Times mengajukan permohonan ke pengadilan awal pekan ini untuk merilis permohonan lengkap untuk surat perintah tersebut, dengan alasan bahwa Trump telah melanggar batas kerahasiaan yang melarang informasi ini rilis tetapi mengizinkan memo GOP rilis. “Publikasi akan berkontribusi pada debat informasi tentang kepatutan permohonan FISA pemerintah,” menurut the Times.

    Baca juga: Dipublikasikan, Apa Sebenarnya Memo Kontroversial Nunes?

Anggota Komite Intelijen Dewan Jim Himes (D-Conn.) dan Brad Wenstrup (R-Ohio) juga menyerukan agar permohonan tersebut dirilis asalkan dapat dibatalkan sedemikian rupa sehingga tidak mengancam keamanan nasional, kata kedua orang tersebut di “State of the Union” CNN awal bulan ini.

Masyarakat Amerika akan melihat “puluhan halaman yang mengutip berbagai macam fakta. Kalian akan melihat sebuah proyek yang sangat komprehensif yang akan disatukan oleh 10,12 orang di FBI, kemudian diserahkan pada hakim federal,” kata Himes. “Saya pasti akan mendukung perilisan tersebut karena masyarakat Amerika akan melihat bagaimana komprehensifnya proses permohonan FISA daripada saat hal itu dirahasiakan.

Keterangan foto utama: Presiden Trump di Gedung Putih di Washington DC pada 19 Januari 2018. (Foto: The Washington Post/Getty Images/Jabin Botsford)

Trump Blokir Memo Sanggahan, Partai Demokrat Marah

BERLANGGANAN

Click to comment

Beri Tanggapan!

To Top