Trump Sahkan Undang-Undang Inisiatif Reasuransi Asia
Global

Trump Sahkan Undang-Undang Inisiatif Reasuransi Asia

Berita Internasional >> Trump Sahkan Undang-Undang Inisiatif Reasuransi Asia

Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah menandatangani Undang-Undang Inisiatif Reasuransi Asia. Undang-undang ini mengesahkan $1,5 miliar dalam anggaran baru untuk inisiatif-inisiatif AS di Asia. ARIA mencakup banyak ketentuan, dan sebagian besar mendukung dokumen Strategi Keamanan Nasional dan dokumen Strategi Pertahanan Nasional, yang keduanya telah mengidentifikasi Indo-Pasifik sebagai wilayah strategis dengan prioritas tertentu.

Oleh: Ankit Panda (The Diplomat)

Baca Juga: Dari Ganja sampai Korea Utara, Ini 9 Isu Besar di Asia Tahun 2019

Pada hari terakhir di tahun 2018, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald J. Trump menandatangani Undang-Undang Inisiatif Reasuransi Asia (ARIA), yang disahkan Senat AS pada awal bulan itu.

Undang-undang ini “menetapkan beragam strategi AS untuk meningkatkan keamanan, kepentingan ekonomi, dan nilai-nilai AS di kawasan Indo-Pasifik,” menurut Gedung Putih.

Secara khusus, ARIA akan mengesahkan $1,5 miliar dalam anggaran untuk berbagai program AS di Asia Timur dan Tenggara, dan “mengembangkan visi strategis jangka panjang dan kebijakan Amerika Serikat yang komprehensif, beraneka ragam, dan berprinsip, untuk kawasan Indo-Pasifik, dan untuk tujuan lain.”

ARIA mencakup banyak ketentuan, dan sebagian besar mendukung dokumen Strategi Keamanan Nasional dan dokumen Strategi Pertahanan Nasional, yang keduanya telah mengidentifikasi Indo-Pasifik sebagai wilayah strategis dengan prioritas tertentu.

Satu hari setelah diloloskannya undang-undang itu, Presiden China Xi Jinping menegaskan kembali posisi lama China terhadap Taiwan, yang merupakan fokus khusus ARIA. Pernyataan Xi juga menyusul pidato Tahun Baru Presiden Taiwan Tsai Ing-wen, yang mengumumkan serangkaian empat prinsip untuk negara tersebut.

ARIA menarik perhatian terhadap hubungan AS dengan China, India, sepuluh negara anggota Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN), dan sekutu Asia Timur Laut, Jepang dan Korea Selatan.

Selain itu, undang-undang ini membahas kebijakan AS terhadap Korea Utara. Secara khusus, ARIA menyerukan kepada Menteri Luar Negeri AS, bersama dengan Menteri Keuangan, untuk membenarkan pemberhentian dukungan AS untuk setiap resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa yang memberikan sanksi kepada Korea Utara atau pencabutan sanksi sepihak AS terhadap Korea Utara.

Korea Utara telah memperjelas bahwa pihaknya meminta keringanan sanksi dari Amerika Serikat, atas tindakan pelucutan senjata terbatas yang ditawarkannya pada tahun 2018, termasuk penutupan satu tempat pengujian nuklirnya dan pembongkaran sebagian tempat uji coba untuk mesin-mesin rudal yang terkait dengan rudal balistik antarbenua-nya, yang mampu menyerang Amerika Serikat.

ARIA mencurahkan energi yang cukup besar untuk menegaskan kembali dukungan AS untuk Taiwan, dan menyerukan Presiden Amerika Serikat untuk “mendorong perjalanan pejabat tinggi Amerika Serikat ke Taiwan, sesuai dengan Taiwan Travel Act,” yang dijadikan sebagai undang-undang pada tahun 2018.

Di area lain, ARIA mencurahkan perhatian pada maritim bersama di Asia dan Laut China Selatan, di mana ARIA menyerukan Amerika Serikat untuk mendukung negara-negara ASEAN, seiring mereka mengadopsi kode etik di Laut China Selatan dengan China.

Undang-undang tersebut meminta presiden untuk “mengembangkan strategi diplomatik yang mencakup bekerja dengan sekutu dan mitra Amerika Serikat untuk melakukan pelatihan maritim bersama dan operasi kebebasan navigasi di wilayah Indo-Pasifik, termasuk Laut China Timur dan Laut China Selatan, dalam mendukung sistem internasional berbasis aturan yang menguntungkan semua negara.”

Baca Juga: Setengah Miliar Pemilih Milenial adalah Wajah Asia 2019

Keterangan foto utama: Presiden AS Donald Trump menghadiri makan malam kenegaraan di Beijing. (Foto: AP)

Trump Sahkan Undang-Undang Inisiatif Reasuransi Asia

BERLANGGANAN

Click to comment

Beri Tanggapan!

To Top