hukum imigrasi
Amerika

Trump Terbuka untuk Negosiasi Terkait Imigrasi dan Tembok Perbatasan

Berita Internasional >> Trump Terbuka untuk Negosiasi Terkait Imigrasi dan Tembok Perbatasan

Presiden Trump mengatakan bahwa dia terbuka dan memberi ruang untuk negosiasi dengan Kongres terkait masalah imigrasi dan tembok perbatasan. Pernyataan itu ia keluarkan setelah Presiden dari Partai Republik tersebut mengancam bahwa ia akan menutup pemerintah federal jika Partai Demokrat tidak mendanai tembok perbatasannya dan mendukung perubahan hukum imigrasi. Ancamannya tersebut mendapat kritik dari beberapa pihak.

Baca juga: Protes Kebijakan Imigrasi Trump, Para Demonstran Banjiri Kota-kota di Amerika

Oleh: Reuters

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengancam lagi pada Senin (30/7) untuk menutup pemerintah federal, atas tuntutannya untuk tembok perbatasan, dan perubahan lain dalam kebijakan imigrasi, tetapi mengatakan bahwa dia tetap terbuka untuk berbicara dengan Kongres tentang masalah ini.

“Saya selalu memberikan ruang untuk negosiasi,” kata Trump dalam konferensi pers dengan Perdana Menteri Italia Giuseppe Conte di Gedung Putih, dan menambahkan bahwa dia tidak menarik “garis merah” untuk masalah ini.

Kongres harus mengeluarkan RUU anggaran pada akhir September untuk mencegah penutupan pemerintah, dan Trump pada Senin (30/7) menegaskan kembali tuntutannya bahwa reformasi imigrasi—termasuk $25 miliar untuk pembangunan tembok di perbatasan AS dengan Meksiko—harus dimasukkan dalam paket anggaran apa pun.

“Jika kita tidak mendapatkan keamanan perbatasan, setelah bertahun-tahun perundingan di Amerika Serikat, tidak masalah bagi saya untuk melakukan penutupan pemerintah,” kata Trump.

Gagasan penutupan pemerintah ini dikritik oleh Ketua Komite Perbankan Senat Richard Shelby.

Berbicara kepada para wartawan di Capitol, Shelby mengatakan, “Saya berharap gagasan untuk menutup pemerintah bukanlah hal yang serius dan itu akan terlupakan.” Dia menambahkan bahwa ancaman Trump tidak akan membantu para pembuat undang-undang untuk membuat RUU anggaran yang diperlukan, sebelum batas waktu tanggal 30 September, “karena kami mencoba bekerja sama dengan cara bipartisan.”

Selain membangun tembok, pemerintah juga ingin melakukan apa yang disebut “migrasi rantai”, yang memungkinkan kerabat imigran untuk datang ke negara itu, dan program keberagaman visa-undian, dan untuk bergerak ke arah apa yang Trump sebut sebagai sistem imigrasi “berdasarkan manfaat”.

Baca juga: Tembok Meksiko, Imigran Karavan dan Rencana Penempatan Tentara: Yang Perlu Kita Tahu

Presiden Partai Republik tersebut mengatakan pada Minggu (29/7), bahwa ia akan menutup pemerintah federal jika Partai Demokrat tidak mendanai tembok perbatasannya dan mendukung perubahan hukum imigrasi, dengan bertaruh bahwa mempertahankan garis keras akan berhasil dalam mendukung Partai Republik dalam pemilihan kongres pada bulan November mendatang.

Namun, gangguan dalam operasi pemerintah federal dapat menjadi bumerang bagi Trump jika para pemilih menyalahkan Partai Republik—yang mengendalikan Kongres—atas gangguan dalam pelayanan.

Pelaporan oleh Roberta Rampton dan Richard Cowan; Penulisan oleh James Oliphant; Penyuntingan oleh Frances Kerry.

Keterangan foto utama: Presiden AS Donald Trump berbicara dalam konferensi pers bersama dengan Perdana Menteri Italia Giuseppe Conte di Ruang Timur Gedung Putih di Washington, AS, pada tanggal 30 Juli 2018. (Foto: Reuters/Carlos Barria)

Trump Terbuka untuk Negosiasi Terkait Imigrasi dan Tembok Perbatasan

BERLANGGANAN

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top