Donald Trump
Amerika

Tujuh Klaim Palsu Donald Trump di Pekan Pertama 2019

Berita Internasional >> Tujuh Klaim Palsu Donald Trump di Pekan Pertama 2019

Dalam tujuh hari pertama di tahun 2019, Presiden Amerika Serikat Donald Trump sudah mengucapkan banyak kebohongan. Mulai dari mengklaim telah membangun tembok, sesumbar telah membantai ISIS, sampai mengaku paling populer. Berikut klaim-klaim palsu yang sudah diutarakan Trump di hari-hari pertama tahun ini.

Baca juga: Presiden Membentuk Karakter Publik Bangsa dan Trump Telah Gagal

Oleh: NZ Herald/AP

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengemukakan segala hal sepanjang minggu ini, berpendapat selama lebih dari 90 menit jumpa pers Gedung Putih dalam pertemuan Kabinet dan mengakhiri pekan dengan konferensi pers yang berlangsung selama satu jam. Trump, selain itu, juga banyak mengoceh di Twitter.

Banyak klaim Trump hanya sedikit menyamar sebagai kebenaran. Berikut ini contoh kepalsuan yang ia nyatakan, mulai dari peringkat persetujuan rakyat Amerika terhadapnya hingga penutupan pemerintah Amerika Serikat, disertai dengan fakta-fakta sebenarnya.

“Kita sudah membangun banyak tembok.”

FAKTA: Dia belum membangun tembok satu pun. Klaim Trump hanya didukung ketika memperhitungkan pekerjaan yang dilakukan di bawah presiden AS di masa lalu. Klaim tersebut juga mengabaikan fakta bahwa pagar yang dibangun dari pemerintahan sebelumnya bukanlah tembok menjulang seperti yang dijanjikannya. Secure Fence Act 2006 telah menghasilkan sekitar 1.050 kilometer penghalang perbatasan. Dana yang disetujui oleh Kongres AS pada bulan Maret 2018 adalah untuk membayar pembangunan 135 kilometer dinding perbatasan, tetapi pekerjaan itu tidak dilakukan. Trump telah mewujudkan beberapa renovasi terhadap tembok penghalang yang telah ada.

“Narkoba mengalir masuk ke negara ini. Narkoba tidak masuk melalui pelabuhan masuk.”

FAKTA: Trump salah saat mengatakan bahwa penyelundup narkoba tidak atau jarang menggunakan penyeberangan perbatasan resmi untuk perdagangan mereka. Pelabuhan masuk Amerika Serikat merupakan sarana utama mereka untuk membawa obat ke AS, bukan di perbatasan tanpa hambatan, menurut Administrasi Penegakan Penyalahgunaan Narkoba AS.

Lembaga itu mengatakan dalam laporan bulan November 2018 bahwa teknik perdagangan narkoba yang paling umum oleh organisasi kriminal transnasional adalah menyembunyikan obat-obatan di kendaraan penumpang atau traktor-trailer saat mereka berkendara ke AS melalui pelabuhan masuk, tempat mereka dihentikan dan harus diperiksa. Mereka juga menggunakan bus, kereta barang, dan terowongan, menurut laporan itu, mengutip metode penyelundupan yang tidak akan terhalang oleh dinding perbatasan.

“Rusia tidak senang kita menarik diri dari Suriah karena kita sudah membunuh ISIS untuk mereka.”

FAKTA: Rusia mengatakan merasa senang. Penarikan pasukan AS membuka peluang bagi pemerintah Rusia dan Iran untuk meningkatkan pengaruh mereka dan dapat membantu pemerintah Suriah bertahan ketika pasukan oposisi yang dipimpin Kurdi kehilangan sekutu militernya di darat. Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan bahwa AS “telah melakukan hal yang benar” saat berencana untuk menarik pasukan.

“Apakah Anda pikir merupakan keberuntungan belaka bahwa harga gas jatuh? Itu bukan keberuntungan, saya memanggil orang-orang tertentu.”

FAKTA: Ini bukan tentang Trump, atau bahkan sebagian besar tentang Trump. Sementara orang-orang Amerika mungkin membayar lebih sedikit untuk bensin tahun ini, klaim Trump bahwa ia yang paling berjasa dan telah mencegah depresi ekonomi AS adalah pernyataan berlebihan. Harga minyak, yang memuncak pada tanggal 3 Oktober 2018, secara umum telah jatuh pada kesadaran bahwa sanksi AS terhadap Iran tidak akan menimbulkan kekurangan dan di tengah kekhawatiran bahwa kelebihan pasokan minyak global akan tumpah ke tahun 2019 jika pertumbuhan ekonomi internasional yang lebih lambat menekan permintaan energi.

Keputusan Presiden yang seharusnya “membiarkannya begitu saja” tidak menghentikan OPEC dan sekutu-sekutunya yang dipimpin Rusia untuk menyetujui pada bulan Desember 2018 untuk memangkas produksi minyak. Langkah itu pada awalnya gagal menghentikan harga minyak mengalami penurunan lebih jauh, meski telah pulih beberapa Dolar AS dalam sepekan terakhir. Pemotongan produksi OPEC yang berkelanjutan akan mendorong harga lebih tinggi.

Trump menunjukkan hubungan positifnya dengan Arab Saudi, yang tetap menjadi eksportir minyak terbesar. Sebagai swing producer dengan kemampuan untuk menyesuaikan produksi naik atau turun dengan relatif cepat, Arab Saudi memang dapat mempengaruhi harga minyak mentah. Tapi pasarnya kompleks: Kanada, misalnya, sebenarnya adalah sumber utama impor minyak AS, dengan Arab Saudi berada di nomor dua.

“Saya pikir Anda akan menyaksikan penurunan harga obat secara luar biasa.”

FAKTA: Harga obat terus naik. Kebijakan administrasi yang diumumkan tahun 2018 dan saat ini sedang diselesaikan tampaknya tidak mengubah tren itu. Angka pada perubahan harga obat resep AS yang disusun oleh perusahaan data kesehatan Elsevier menunjukkan bahwa dari tanggal 20 Desember 2018 hingga 2 Januari 2019, ada 1.179 perubahan harga produk. Tiga puluh perubahan di antaranya adalah pemotongan harga dan 1.149 sisanya adalah kenaikan harga, dengan 328 perubahan di antaranya sebanyak 9 hingga 10 persen. Semua perubahan kecuali satu di antaranya adalah persentase yang lebih rendah. Juru bicara Elsevier Chris Capot mengatakan lebih banyak perusahaan akan mengumumkan kenaikan harga bulan Januari 2019.

Secara terpisah, sebuah perusahaan data yang perangkat lunaknya dapat membantu pasien menemukan obat yang paling hemat biaya mengatakan informasinya menunjukkan kenaikan harga pada banyak obat yang biasa digunakan untuk kondisi seperti tekanan darah tinggi dan diabetes. “Dalam dua hari pertama bulan Januari, harga telah meningkat pada lebih dari 250 produk yang berbeda,” kata Michael Rea, CEO Rx Savings Solutions. Peningkatan yang terjadi rata-rata sekitar enam persen, tambahnya.

“Mungkin 30 hingga 35 juta orang [tinggal di AS secara ilegal].”

FAKTA: Tidak ada jumlah imigran ilegal yang mendekati 30 juta hingga 35 juta orang, menurut Menteri Keamanan Dalam Negeri AS serta perkiraan independen. Pew Research Center non-partisan memperkirakan ada 10,7 juta imigran di AS secara ilegal pada tahun 2016, data terbaru yang tersedia. Kelompok advokasi di kedua sisi masalah imigrasi memiliki perkiraan yang sama. Pada sidang DPR bulan Desember 2018, Menteri Keamanan Dalam Negeri AS Kirstjen Nielsen mengakui jumlah itu “di suatu tempat” antara 11 juta dan 22 juta, secara signifikan lebih rendah dari klaim Trump sebesar 35 juta.

Baca juga: Donald Trump, Pahlawan Paling Populer di Amerika

Menurut Pew, jumlah imigran di AS secara ilegal telah mencapai angka 12,2 juta pada tahun 2007, mewakili sekitar empat persen populasi AS, sebelum menurun, sebagian karena melemahnya ekonomi AS.

“Saya adalah Republik paling populer dalam sejarah partai.”

Klaim ini dengan mudah terbukti salah dengan memeriksa angka-angka yang tersedia yang diterbitkan oleh CNN. Mantan Presiden AS George H.W. Bush menunjukkan peringkat persetujuan Partai Republikan sebesar 94 persen pada bulan Januari 1990, pada titik yang sama persis dalam kepresidenannya seperti Trump sekarang. Angka yang bahkan lebih tinggi ditunjukkan oleh peringkat persetujuan mantan Presiden AS George W. Bush untuk Partai Republikan 18 bulan di awal kepresidenannya. Bulan Juli 2002, ia menunjukkan peringkat persetujuan sebesar 96.

Keterangan foto utama: Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah membuat setidaknya tujuh klaim besar pada pekan pertama tahun 2019, yang dengan mudah terbukti salah. (Foto: Getty Images)

Tujuh Klaim Palsu Donald Trump di Pekan Pertama 2019

BERLANGGANAN

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top