Tunjukkan Dukungan, Militer AS Terbangkan Pesawat Lintasi Ukraina
Global

Tunjukkan Dukungan, Militer AS Terbangkan Pesawat Lintasi Ukraina

Sebuah pesawat KC-135—mirip dengan yang digunakan dalam penerbangan Open Skies di Ukraina—terlihat di Tinker Air Force Base, Oklahoma, pada 26 Agustus 2016. (Foto: Angkatan Udara AS/Greg L. Davis/Badan Logistik Pertahanan)
Berita Internasional >> Tunjukkan Dukungan, Militer AS Terbangkan Pesawat Lintasi Ukraina

Untuk menunjukkan dukungan, militer Amerika Serikat (AS) menerbangkan pesawat melintasi Ukraina, di bawah perjanjian Open Skies, yang memungkinkan penerbangan pengawasan udara tanpa senjata ke seluruh wilayah negara yang berpartisipasi. AS menunjukkan dukungan ini setelah Rusia menyerang kapal dan awak kapal Ukraina di Selat Kerch pada pekan lalu, dan menyebutnya pola aktivitas yang semakin provokatif dan mengancam.

Oleh: Carla Babb (VOA)

Baca Juga: Perluas Pangkalan Rudal, Korea Utara Bisa Serang Amerika

Amerika Serikat (AS) dan sekutu-sekutunya menerbangkan pesawat militer ke Ukraina pada Kamis (6/12), untuk menunjukkan dukungan setelah Rusia menyerang kapal angkatan laut Ukraina di Laut Hitam bulan lalu.

“Sebuah pesawat pengawas Angkatan Udara AS OC-135 terbang melintasi Ukraina pada Kamis (6/12) bersama para pengamat AS, Kanada, Jerman, Prancis, Inggris, Romania, dan Ukraina,” kata juru bicara Pentagon Eric Pahon kepada VOA.

“Pemilihan waktu penerbangan ini dimaksudkan untuk menegaskan kembali komitmen AS terhadap Ukraina dan negara mitra lainnya,” menurut pernyataan militer AS.

Militer menambahkan bahwa “serangan tidak beralasan Rusia” terhadap kapal-kapal Ukraina di dekat Selat Kerch pada tanggal 25 November lalu, adalah “eskalasi berbahaya dalam pola aktivitas yang semakin provokatif dan mengancam.”

Pahon mengatakan bahwa pesawat pengawas itu meninggalkan pangkalan dekat Washington pada tanggal 30 November, dan terbang di wilayah udara Ukraina setelah berhenti di Jerman.

Direktorat Pengendalian Senjata Staf Umum Ukraina meminta penerbangan itu, yang berada di bawah Perjanjian Open Skies, yang memungkinkan penerbangan pengawasan udara tanpa senjata ke seluruh wilayah negara yang berpartisipasi.

Perjanjian itu “mempromosikan keterbukaan dan transparansi dalam kegiatan militer melalui penerbangan pengawasan tak bersenjata timbal balik,” kata Pahon.

Selat Kerch adalah satu-satunya bagian ke dan dari Laut Hitam dan Laut pedalaman Azov, yang dikuasai bersama oleh Rusia dan Ukraina.

Penerbangan militer AS pada Kamis (6/12) dilakukan sehari setelah CNN melaporkan bahwa Angkatan Laut AS juga bersiap untuk mengarungi sebuah kapal ke Laut Hitam, sebagai tanggapan atas tindakan Rusia terhadap Ukraina.

Pentagon dilaporkan telah meminta Departemen Luar Negeri untuk memberi tahu Turki bahwa mereka berencana mengirim kapal perang ke Laut Hitam.

Amerika Serikat diharuskan memberi tahu Turki, berdasarkan perjanjian yang mengatur pengiriman kapal militer dari Laut Tengah ke Laut Hitam.

Baca Juga: Jaksa Agung Amerika Keluarkan Surat Panggilan untuk Trump Organization

Keterangan foto utama: Sebuah pesawat KC-135—mirip dengan yang digunakan dalam penerbangan Open Skies di Ukraina—terlihat di Tinker Air Force Base, Oklahoma, pada 26 Agustus 2016. (Foto: Angkatan Udara AS/Greg L. Davis/Badan Logistik Pertahanan)

Tunjukkan Dukungan, Militer AS Terbangkan Pesawat Lintasi Ukraina

BERLANGGANAN

Click to comment

Beri Tanggapan!

To Top