Mohammed bin Salman
Global

Turki Keluarkan Perintah Penangkapan Pembantu Mohammed bin Salman

Berita Internasional >> Turki Keluarkan Perintah Penangkapan Pembantu Mohammed bin Salman

Sehari setelah para senator Amerika Serikat memutuskan bahwa Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman terlibat dalam pembunuhan Jamal Khashoggi, pengadilan Turki mengeluarkan perintah penangkapan untuk dua sekutu terdekat bin Salman. Turki juga telah meningkatkan kemungkinan penyelidikan internasional, sementara secara agresif mengejar penyelidikannya sendiri. Jaksa meminta surat perintah untuk Mayor Jenderal Ahmed al-Assiri dan Saud al-Qahtani pada hari Selasa (4/12) berdasarkan “kecurigaan kuat” bahwa mereka “termasuk di antara para perencana” pembunuhan Khashoggi.

Baca Juga: 9 Pertanyaan yang Belum Dijawab Saudi Soal Pembunuhan Khashoggi

Oleh: Kareem Fahim (the Washington Post)

Pengadilan Turki mengeluarkan surat perintah penangkapan pada hari Rabu (5/12) bagi dua pembantu dekat Mohammed bin Salman, putra mahkota dan pemimpin de facto Arab Saudi. Perintah itu dikeluarkan setelah jaksa menuduh para pembantu membantu merencanakan pembunuhan wartawan Saudi Jamal Khashoggi, menurut kantor berita resmi Turki.

Para pembantunya, Mayor Jenderal Ahmed al-Assiri dan Saud al-Qahtani, diyakini berada di Arab Saudi, dan ada sedikit kemungkinan bagi pemerintah Saudi untuk menyerahkan mereka kepada penguasa Turki. Sebaliknya, surat perintah penangkapan tampaknya menjadi bagian dari upaya berkelanjutan oleh pemerintah Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan untuk menekan Arab Saudi mengungkapkan lebih banyak rincian tentang pembunuhan Khashoggi, serta untuk mengisolasi putra mahkota.

Surat perintah dikeluarkan sehari setelah beberapa senator AS menuduh Mohammed terlibat dalam upaya pembunuhan Khashoggi, menuduh dalam bahasa kasar mereka. Mereka membuat tuduhan setelah Direktur CIA Gina Haspel memberi penjelasan kepada mereka dalam sesi tertutup yang tidak biasa tentang bukti yang telah dikumpulkan oleh CIA dalam kasus pembunuhan tersebut.

“Jika putra mahkota menghadap juri, dia akan dihukum dalam 30 menit,” kata Ketua Komite Hubungan Luar Negeri Senat Bob Corker (Republikan Tennessee) setelah pengarahan.

Pejabat senior administrasi presiden AS Donald Trump telah menegaskan bahwa tidak ada bukti “kuat” yang menunjukkan keterlibatan langsung Mohammed. Arab Saudi mengatakan bahwa meskipun penyelidikannya masih berlangsung, pihaknya telah membebaskan putra mahkota dari tuduhan.

Khashoggi, kontributor The Washington Post dan kritikus Mohammed, dibunuh oleh tim agen Saudi segera setelah memasuki konsulat Saudi di Istanbul, Turki, tanggal 2 Oktober 2018. Mayatnya kemudian dipotong-potong, menurut jaksa Turki dan Saudi, dan jenazahnya belum ditemukan.

Hari Rabu (5/12), Michelle Bachelet, komisioner tinggi PBB untuk hak asasi manusia, menyerukan penyelidikan internasional atas pembunuhan tersebut. “Saya percaya [penyelidikan] itu benar-benar diperlukan untuk memastikan apa yang sebenarnya terjadi dan siapa [orang] yang bertanggung jawab atas pembunuhan yang mengerikan itu,” katanya pada konferensi pers di Jenewa, menurut kantor berita Reuters.

Turki juga telah meningkatkan kemungkinan penyelidikan internasional, sementara secara agresif mengejar penyelidikannya sendiri. Jaksa meminta surat perintah untuk Assiri dan Qahtani pada hari Selasa (4/12) berdasarkan “kecurigaan kuat” bahwa mereka “termasuk di antara para perencana” pembunuhan Khashoggi, menurut kutipan dari dokumen jaksa yang disediakan oleh seorang pejabat Turki.

Bahasa yang digunakan kejaksaan menempatkan tanggung jawab atas kematian di lingkaran dalam putra mahkota dan membiarkan kemungkinan terbuka bahwa pejabat senior Saudi lainnya terlibat dalam perencanaannya.

Assiri, seorang perwira angkatan udara, bertugas sebagai juru bicara koalisi militer pimpinan Arab Saudi yang berperang di Yaman, sebelum dia ditunjuk sebagai wakil kepala intelijen Saudi tahun 2017, promosi yang dikatakan mencerminkan hubungan dekatnya dengan putra mahkota.

Baca Juga: Warga Washington Ingin Namai Jalan di Depan Kedutaan Saudi Jamal Khashoggi

Qahtani, seorang teman dan penasihat dekat Mohammed, dianggap sebagai penegak hukum utama istana kerajaan, mempromosikan kebijakan agresif kerajaan di media sosial serta mengawasi tindakan keras terhadap lawan dan pembangkang pemerintah. Para pembangkang tersebut meliputi Khashoggi, yang menerima beberapa panggilan dari Qahtani ketika mencoba membujuk sang jurnalis untuk mengakhiri pengasingannya di Amerika Serikat dan kembali ke Arab Saudi, kata teman-teman Khashoggi.

Beberapa pekan setelah Khashoggi terbunuh, Arab Saudi mengumumkan bahwa Assiri dan Qahtani telah dipecat dari jabatan mereka. Para jaksa penuntut Saudi telah menghubungkan kedua orang itu dengan sebuah rencana untuk membawa Khashoggi kembali ke Arab Saudi hidup-hidup, tetapi menyalahkan pembunuhan atas para pelaku tingkat bawah yang konon bertindak di luar kewenangan mereka.

Administrasi Trump menjatuhkan sanksi pada Qahtani dan 16 warga Arab Saudi lainnya bulan November 2018 karena keterlibatan mereka dalam kematian Khashoggi. Qahtani adalah “bagian dari perencanaan dan pelaksanaan” operasi, menurut sebuah pernyataan Departemen Keuangan AS.

Meskipun jaksa Saudi mengatakan Assiri telah mengeluarkan perintah asli untuk membawa Khashoggi kembali ke Arab Saudi, dia tidak termasuk dalam daftar orang-orang yang dijatuhi sanksi oleh Amerika Serikat.

Kareem Fahim adalah kepala biro Istanbul dan koresponden Timur Tengah untuk The Washington Post. Fahim sebelumnya bekerja selama 11 tahun di New York Times, meliput dunia Arab sebagai koresponden yang berbasis di Kairo, di antara tugas-tugas lainnya. Kareem juga bekerja sebagai reporter di Village Voice.

Keterangan foto utama: Putra Mahkota Mohammed bin Salman dari Arab Saudi membuat Washington waspada ketika ia menyatakan awal tahun ini bahwa “jika Iran mengembangkan bom nuklir, kami akan segera mengikutinya.” (Foto: Agence France-Presse/Getty Images/Giuseppe Cacace)

Turki Keluarkan Perintah Penangkapan Pembantu Mohammed bin Salman

BERLANGGANAN

Click to comment

Beri Tanggapan!

To Top