Konflik Rusia Ukraina
Eropa

Ukraina kepada NATO: ‘Bantu Kami Lawan Rusia’

Seorang tentara Ukraina melihat ke arah garis depan dalam pertarungan dengan separatis yang didukung Rusia, dari tempat perlindungan di kota kecil Shyrokyne. (Foto: AFP/Getty Images)
Berita Internasional >> Ukraina kepada NATO: ‘Bantu Kami Lawan Rusia’

Ukraina memohon kepada NATO untuk membantu mereka melawan Rusia. Presiden Ukraina Poroshenko pada Kamis (29/11) mendesak NATO untuk mengirim kapal perang ke Laut Azov, seiring konflik Rusia Ukraina terjadi di perairan tersebut pada Minggu (25/11), di mana angkatan laut Rusia menyita kapal dan awak kapal Ukraina. Ukraina mengatakan bahwa kapal-kapalnya mematuhi hukum maritim internasional saat mereka menuju pelabuhan Ukraina di Laut Azov.

Baca juga: Krisis Maritim Baru Rusia-Ukraina adalah Tantangan Besar bagi Eropa

Oleh: Mark Moore (New York Post)

Presiden Ukraina Petro Poroshenko pada Kamis (29/11) memohon NATO untuk mengirim kapal perang untuk pertahanan negaranya, seiring salah satu menteri Ukraina menuduh Rusia memblokir dua pelabuhannya di Laut Azov—perairan di mana Moskow menyita tiga kapal dan awak kapal Ukraina pada awal minggu ini.

Dalam sebuah wawancara dengan surat kabar Jerman, Poroshenko mengatakan bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin ingin mengambil alih seluruh negaranya, setelah secara ilegal mencaplok Krimea dari Ukraina pada tahun 2014.

“Putin ingin kerajaan Rusia yang lama kembali,” katanya. “Krimea, Donbass, seluruh negeri. Seperti Tsar Rusia, ketika ia melihat dirinya sendiri, kekaisarannya tidak dapat berfungsi tanpa Ukraina. Dia melihat kita sebagai koloninya,” kata Poroshenko kepada Bild, menurut Reuters. “Jangan percaya kebohongan Putin.”

Pada saat yang sama, Menteri Infrastruktur Ukraina Volodymyr Omelyan, mengatakan bahwa Moskow telah memberlakukan blokade de facto pada dua pelabuhan—Mariupol dan Berdyansk—di laut tersebut, dengan memotong akses untuk kapal mereka melalui Selat Kerch yang dikendalikan Rusia.

“Tujuannya sederhana… dengan menempatkan blokade di pelabuhan Ukraina di Laut Azov, Rusia berharap untuk mendorong Ukraina keluar dari wilayah kami sendiri—wilayah yang menjadi milik kami sesuai dengan semua hukum internasional yang relevan,” tulis Omelyan di Facebook.

Baca juga: Bentrokan Laut Ukraina-Rusia, Trump Mungkin Akan Batalkan Pertemuan G20 dengan Putin

Moskow menepis tuduhan bahwa pihaknya membatasi pengiriman, dan mengatakan bahwa gangguan di daerah itu disebabkan oleh cuaca buruk.

Poroshenko mendesak NATO untuk mengirim kapal perang ke Laut Azov.

Kiev—yang memberlakukan 30 hari undang-undang darurat militer atas konfrontasi angkatan laut tersebut—mengatakan bahwa kapal-kapalnya mematuhi hukum maritim internasional saat mereka menuju pelabuhan Ukraina di Laut Azov.

Hubungan antara kedua negara memburuk setelah Rusia mencaplok Krimea.

Moskow juga mendukung separatis pro-Rusia di timur Ukraina, di mana lebih dari 10 ribu orang tewas dalam pertempuran.

Keterangan foto utama: Seorang tentara Ukraina melihat ke arah garis depan dalam pertarungan dengan separatis yang didukung Rusia, dari tempat perlindungan di kota kecil Shyrokyne. (Foto: AFP/Getty Images)

Ukraina kepada NATO: ‘Bantu Kami Lawan Rusia’

BERLANGGANAN

Click to comment

Beri Tanggapan!

To Top