Sanksi Rusia
Eropa

Uni Eropa Perpanjang Sanksi Rusia atas Ukraina

Poroshenko (kiri) bertemu Tusk (kanan) di Brussels pada Rabu (12/12). (Foto: Anadolu/Dursun Aydemir)
Berita Internasional >> Uni Eropa Perpanjang Sanksi Rusia atas Ukraina

Presiden Dewan Eropa Donald Tusk mengatakan bahwa Uni Eropa akan memperpanjang sanksi Rusia atas konflik Rusia-Ukraina di Laut Azov. Moskow dengan demikian akan menghadapi enam bulan lagi sanksi Eropa karena tidak adanya kemajuan dalam implementasi perjanjian damai Ukraina. Sanksi ini menargetkan seluruh sektor ekonomi Rusia termasuk bisnis minyaknya yang berharga.

Baca juga: G7 Nyatakan ‘Dukungan Penuh’ untuk Ukraina dalam Konflik dengan Rusia

Oleh: Al Jazeera

Para pemimpin Uni Eropa memperpanjang sanksi Rusia selama enam bulan lagi, atas konflik di Ukraina, di tengah meningkatnya ketegangan antara Kiev dan Moskow atas bentrokan mereka di Laut Azov.

Presiden Dewan Eropa Donald Tusk mengatakan di Twitter pada KTT di Brussels, bahwa para pemimpin Eropa membuat keputusan “dengan suara bulat” pada Kamis (13/12).

Dia mengatakan bahwa keputusan itu dibuat “mengingat tidak adanya kemajuan dalam implementasi perjanjian Minsk”.

Perjanjian perdamaian Minsk yang ditengahi Uni Eropa—yang didukung oleh Moskow dan Kiev—pertama kali dicapai pada akhir tahun 2014 dan kemudian kembali berlaku pada awal tahun 2015, tetapi secara rutin dilanggar.

Uni Eropa pertama kali memberlakukan sanksi itu pada Juli 2014, setelah penerbangan Malaysia Airlines MH17 ditembak jatuh di atas Ukraina, dan menewaskan 298 orang—di mana Uni Eropa menyalahkan pemberontak pro-Rusia atas serangan itu.

Sanksi ini menargetkan seluruh sektor ekonomi Rusia termasuk bisnis minyaknya yang berharga.

Tusk menyambut Presiden Ukraina Petro Poroshenko di Brussels pada Rabu (12/12).

Krisis Maritim Baru Rusia-Ukraina adalah Tantangan Besar bagi Eropa

Seorang tentara Ukraina berpatroli di kapal yang tertambat di Mariupol, Ukraina, di Laut Azov pada 27 November. (Foto: AFP/Getty Images/Sega Volskii)

Insiden terbaru

Konflik Ukraina-Rusia meletus lagi bulan lalu, ketika pasukan Rusia menyita tiga kapal dan awak kapal Ukraina, ketika mereka mencoba melewati Selat Kerch dari Laut Hitam ke Laut Azov.

Uni Eropa dan NATO telah mengecam Rusia atas insiden itu, dan mengatakan bahwa tidak ada pembenaran untuk kekerasan, dan menuntut agar para awak kapal dibebaskan.

Sebelumnya pada Kamis (13/12), NATO mengumumkan bahwa mereka akan memberi Ukraina peralatan komunikasi yang aman pada akhir tahun, untuk membantu memerangi “perilaku destabilisasi” Rusia.

Baca juga: Tunjukkan Dukungan, Militer AS Terbangkan Pesawat Lintasi Ukraina

Selain sanksi dalam sektor ekonomi yang luas, Uni Eropa juga memberlakukan sanksi yang menargetkan individu dan organisasi atas pencaplokan oleh Rusia terhadap Krimea pada tahun 2014, dan sehubungan dengan konflik yang sedang berlangsung di Ukraina.

Perang di timur Ukraina antara pasukan pemerintah dan pemberontak yang didukung oleh Moskow telah merenggut lebih dari 10.000 jiwa dan terus berkecamuk, terlepas dari serangkaian kesepakatan gencatan senjata berkala.

Awal pekan ini, Uni Eropa kembali menjatuhkan sanksi terhadap sembilan orang, atas pemilu di daerah pro-Rusia yang memisahkan diri dari Ukraina, yang dikecam sebagai tidak sah oleh masyarakat internasional.

Keterangan foto utama: Poroshenko (kiri) bertemu Tusk (kanan) di Brussels pada Rabu (12/12). (Foto: Anadolu/Dursun Aydemir)

Uni Eropa Perpanjang Sanksi Rusia atas Ukraina

BERLANGGANAN

Click to comment

Beri Tanggapan!

To Top