Uni Eropa Pertimbangkan untuk Mengurangi Bantuan Dana Aksesi Turki
Eropa

Uni Eropa Pertimbangkan untuk Mengurangi Bantuan Dana Aksesi Turki

Home » Featured » Eropa » Uni Eropa Pertimbangkan untuk Mengurangi Bantuan Dana Aksesi Turki

Uni Eropa mempertimbangkan untuk mengurangi bantuan dana aksesi Turki sebesar $5 miliar, pada tahun 2014-2020. Bantuan tersebut bertujuan untuk meningkatkan institusi publik Turki hingga mencapai standar Uni Eropa, termasuk pengadilan, juga pendidikan, pelatihan, infrastruktur dan pertanian. Angela Merkel menghubungkan langkah pengurangan bantuan tersebut dengan kritik yang dilontarkan oleh negara-negara Barat terkait catatan hak asasi manusia Turki.

    Baca juga: Yunani dan Turki di Ambang Peperangan

Oleh: Laurence Peter (BBC News)

 

Uni Eropa Pertimbangkan untuk Mengurangi Bantuan Dana Aksesi Turki

Uni Eropa telah menjadi semakin kritis terhadap catatan hak asasi manusia Turki. (Foto: EUROPEAN PHOTOPRESS AGENCY)

Uni Eropa mempertimbangkan pemotongan bantuan dana aksesi yang diberikannya kepada Turki setelah Kanselir Jerman Angela Merkel menyampaikan masalah tersebut pada agenda KTT di Brussels.

Merkel menghubungkan langkah tersebut dengan kritik yang dilontarkan oleh negara-negara Barat terkait catatan hak asasi manusia Turki.

“Kami memiliki kekhawatiran besar,” katanya, merujuk pada penangkapan massal di Turki sejak Presiden Recep Tayyip Erdogan menghentikan upaya kudeta pada Juni 2016.

Sebagai kandidat yang ingin bergabung dengan Uni Eropa, Turki menerima bantuan sebesar 4.5 miliar euro ($5.3 miliar) dari Uni Eropa pada tahun 2014-2020.

Bantuan tersebut bertujuan untuk meningkatkan institusi publik Turki hingga mencapai standar Uni Eropa, termasuk pengadilan, namun terdapat pula bantuan untuk pendidikan, pelatihan, infrastruktur dan pertanian.

Bantuan ini terpisah dari dana Uni Eropa yang didapatkan Turki untuk membantu lebih dari tiga juta pengungsi di wilayahnya, yang kebanyakan dari mereka adalah warga negara Suriah yang melarikan diri dari perang yang telah menghancurkan negara mereka.

Untuk masalah tersebut, Merkel mengatakan, “Turki melakukan pekerjaan yang bagus.”

    Baca juga: Ketika Kepentingan Strategis dan Nilai-nilai Saling Bertentangan dalam Kebijakan Timur Tengah

“Kami telah menjanjikan 3 miliar euro untuk beberapa tahun mendatang, sebagai tambahan dari 3 miliar euro yang telah kita berikan. Kita harus menepati janji ini.”

Uni Eropa melihat bahwa bantuan tersebut penting untuk menjaga Turki agar tetap berkomitmen pada kesepakatan tahun 2016 untuk menghentikan muatan kapal yang mengangkut para migran dan pengungsi yang memasuki Uni Eropa melalui Yunani.

Negosiasi Turki untuk keanggotaan Uni Eropa dibekukan, namun Merkel menolak tekanan kuat di Jerman untuk memutuskan pembicaraan.

Pemenang pemilihan umum Austria yang kemungkinan akan menjadi kanselir baru, Sebastian Kurz dari partai Konservatif, termasuk di antara mereka yang meminta agar keanggotaan Turki untuk dihentikan.

“Kami meminta Komisi [Uni Eropa] untuk memikirkan kembali tentang bantuan aksesi yang diperoleh Turki,” kata Merkel kepada para wartawan pada Kamis (19/10) malam.

Perpecahan Uni Eropa mengenai bagaimana menghadapi Turki tercermin dalam pernyataan KTT non-komisi: “Dewan Eropa melaksanakan debat mengenai hubungan dengan Turki.”

Selama berbulan-bulan Turki telah bertukar ancaman penuh kemarahan dengan para politisi Jerman karena kritik Berlin terkait catatan hak asasi manusia Turki.

Sejumlah warga Jerman termasuk di antara ribuan jurnalis, akademisi, dan aktivis masyarakat sipil yang ditangkap dalam langkah keras yang dilakukan Erdogan pasca pemberontakan.

 

Uni Eropa Pertimbangkan untuk Mengurangi Bantuan Dana Aksesi Turki

BERLANGGANAN

Click to comment

Beri Tanggapan!

To Top