Upaya Jemput Paksa: Polisi Gagal Tangkap Setya Novanto di Kediamannya
Berita Tentang Indonesia

Upaya Jemput Paksa: Polisi Gagal Tangkap Setya Novanto di Kediamannya

Polisi dan KPK gagal tangkap Setnov di rumahnya. (Foto: Anadolu Agency)

Ketua DPR dan tersangka korupsi Setya Novanto gagal untuk diperiksa pada Rabu (15/11). KPK tak bisa menemukan Novanto di kediamannya. Novanto mengirimkan sebuah surat, yang mengatakan bahwa KPK harus mendapatkan izin dari presiden untuk melakukan pemeriksaan terhadapnya.

Oleh: Chandni Vasandani dan Megiza Asmail (Anadolu Agency)

Polisi dan KPK gagal tangkap Setnov di rumahnya.

Polisi dan KPK gagal tangkap Setnov di rumahnya. (Foto: Anadolu Agency)

Sebagai bagian dari upaya peradilan yang sedang berjalan, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Rabu (15/11) malam berusaha untuk menangkap Ketua DPR dan tersangka korupsi Setya Novanto untuk diperiksa.

Operasi yang dilakukan pada larut malam di kediaman Novanto (Setnov) di Jakarta, Indonesia, dipimpin oleh sekitar delapan orang penyidik KPK yang didampingi oleh sekitar 30 petugas polisi dan Brigade Mobil (Brimob), dan telah ditayangkan secara langsung di televisi di Indonesia.

“Kami bertemu dengan keluarga dan pengacaranya, namun kami tidak dapat menemukannya,” ujar juru bicara KPK Febri Diansyah kepada media dalam sebuah konferensi pers setelah dilaksanakannya operasi tersebut.

“Masih belum terlambat untuk menyerahkan diri dan mempermudah semua pihak. Namun begitu, kami akan berkoordinasi dengan Polri untuk memasukannya ke dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) jika diperlukan,” ujar Febri Diansyah menambahkan.

Enam penyidik KPK membawa sejumlah tas yang diduga berisi bukti-bukti tersangka korupsi dan Setnov, menurut wartawan Anadolu Agency yang berada di lokasi kejadian.

Pada Rabu (15/11) pagi, Setnov tidak hadir untuk diperiksa, dan justru memilih untuk hadir pada rapat pleno legislatif, dan menggunakan alasan itu untuk tidak hadir pada panggilan KPK.

Ini akan menjadi pemeriksaan pertama bagi Setya Novanto sejak ia ditetapkan kembali sebagai tersangka korupsi pada Jumat lalu, dalam kasus yang dipercaya telah merugikan negara hingga Rp2.3 triliun.

Pada Senin (13/11), Setya Novanto dijadwalkan untuk diperiksa di gedung KPK sebagai saksi dalam penyelidikan kasus korupsi, dimana politisi tersebut diduga memainkan peran penting.

Namun begitu, ia justru mengirimkan sebuah surat, yang mengatakan bahwa KPK harus mendapatkan izin dari presiden untuk melakukan pemeriksaan terhadapnya.

Pada tanggal 17 Juli, KPK menetapkan Setya Novanto sebagai tersangka. KPK mengatakan bahwa ia memainkan peran penting dalam dugaan korupsi pendanaan untuk proyek KTP elektronik.

Pada akhir September, Pengadilan Negeri Jakarta Selatan mengeluarkan putusan praperadilan yang diajukan Setya Novanto, dan mengatakan bahwa KPK kekurangan bukti yang mencukupi untuk menuntut Setnov.

Para ahli UU korupsi memperkirakan bahwa Setya Novanto akan dibawa oleh polisi pada Kamis (16/11) pagi, untuk diperiksa terkait kasus korupsi KTP elektronik.

Ini adalah kasus yang akan terus berkembang.

Upaya Jemput Paksa: Polisi Gagal Tangkap Setya Novanto di Kediamannya
4 Comments

4 Comments

  1. Pingback: Dilanda Skandal, Partai Golkar Hadapi Masa Kritis - Mata Mata Politik

  2. Pingback: Setya Novanto: Politisi Indonesia Paling Dicari yang Masuk Rumah Sakit - Mata Mata Politik

  3. Pingback: Analis: Akibat Kasus Setnov, Dukungan Golkar terhadap Jokowi Dipertaruhkan - Mata Mata Politik

  4. Pingback: Pakai Rompi Oranye, KPK Tahan Ketua DPR Setya Novanto - Mata Mata Politik

Beri Tanggapan!

To Top