Mata-Mata
Eropa

Warga Negara AS yang Ditahan di Moskow Kemungkinan Bukan Mata-Mata

Paul Whelan, seorang warga negara Amerika yang ditahan oleh otoritas Rusia dan dituduh melakukan spionase. (Foto: milik keluarga Whelan)
Berita Internasional >> Warga Negara AS yang Ditahan di Moskow Kemungkinan Bukan Mata-Mata

Seorang warga negara AS, Paul Whelan, ditahan di Moskow atas tuduhan menjadi mata-mata. Penangkapan ini bisa menjadi pembalasan atas dakwaan AS terhadap warga negara Rusia atas tuduhan upaya memengaruhi politik AS. Namun begitu, Paul Whelan kemungkinan bukanlah seorang mata-mata. Karena latar belakangnya, Whelan akan dianggap sebagai orang yang diawasi oleh Dinas Keamanan Federal Rusia (FSB), dan AS tidak akan mengirimnya sebagai mata-mata.

Baca juga: Pensiunan Kolonel Dituduh Jadi Mata-Mata Rusia Selama 25 Tahun

Oleh: Amy Mackinnon (Foreign Policy)

Seorang mantan perwira tinggi CIA yang bertugas dalam dinas rahasia selama beberapa dekade dan menghabiskan waktu di Moskow, mengatakan bahwa Paul Whelan—warga negara Amerika Serikat (AS) yang ditahan di sana karena dicurigai sebagai mata-mata—kemungkinan tidak akan menjadi kandidat untuk operasi mata-mata di Rusia, mengingat latar belakangnya sebagai seorang marinir AS dan pekerjaannya di bidang keamanan—yang kemungkinan akan menimbulkan kewaspadaan di dinas keamanan Rusia.

Dinas Keamanan Federal Rusia mengumumkan pada Senin (31/12), bahwa mereka telah menangkap Whelan pada tanggal 28 Desember ketika dia “sedang melakukan kegiatan spionase,” dan bahwa sebuah kasus pidana telah dibuka terhadapnya.

Sebagai seorang mantan marinir yang bertugas beberapa kali di Irak sebagai cadangan tugas aktif, Whelan saat ini bekerja sebagai direktur keamanan global untuk pemasok industri otomotif BorgWarner. Dia dilaporkan berteman dengan tentara Rusia dan memiliki profil aktif di situs jejaring sosial Rusia VKontakte.

“Hampir ada nol persen kemungkinan bahwa Whelan terlibat dalam spionase,” kata pensiunan perwira tersebut, John Sipher, yang menghabiskan 28 tahun dengan CIA, bertugas di Moskow pada tahun 1990-an, dan kemudian menjalankan operasi agen Rusia.

“AS hanya menjalankan kasus yang paling kritis di Rusia dengan menggunakan mata-mata terbaik yang ada. Kami tidak mengizinkan orang tanpa kekebalan diplomatik untuk beroperasi di Moskow untuk alasan ini,” katanya.

Karena latar belakangnya, Whelan akan dianggap sebagai orang yang diawasi oleh Dinas Keamanan Federal Rusia (FSB)—badan pengganti KGB—menurut Daniel Hoffman, yang menjabat sebagai kepala stasiun CIA di Moskow di bawah pemerintahan Obama.

“FSB akan melacaknya dan akan menandainya dengan maksud untuk menggunakannya nanti,” kata Hoffman.

Dalam beberapa laporan media, saudara kembar Whelan, David Whelan, membantah tuduhan spionase itu.

Duta Besar AS untuk Rusia Jon Huntsman mengunjungi Whelan pada Rabu (2/1) di Fasilitas Penahanan Lefortovo, di mana mantan marinir itu saat ini ditahan. Seorang juru bicara Departemen Luar Negeri mengatakan bahwa Huntsman menyatakan dukungannya untuk Whelan dan menawarkan bantuan kedutaan.

Penangkapan Whelan terjadi dua minggu setelah aktivis hak senjata Rusia Maria Butina, mengaku bersalah atas tuduhan berkonspirasi untuk bertindak sebagai agen asing. Dia adalah warga negara Rusia pertama yang dihukum karena berupaya memengaruhi kebijakan AS menjelang pemilihan presiden 2016.

vladimir putin

Presiden Rusia Vladimir Putin menghadiri upacara untuk memberikan penghargaan negara kepada personel militer yang bertempur di Suriah, di Kremlin, Moskow, pada 28 Desember 2017. (Foto: AFP/Getty Images/Kirill Kudryavtsev)

Beberapa analis percaya bahwa penangkapan Whelan adalah tindakan pembalasan atas dakwaan yang dijatuhkan terhadap Butina.

Jika ini masalahnya, “itu menunjukkan bahwa Kremlin menganggap serius penangkapan Butina dan khawatir bahwa dia telah membocorkan informasi kepada FBI. Kremlin kemungkinan akan memberikan tekanan pada pemerintahan Trump untuk melakukan pertukaran mata-mata atau memulai negosiasi,” kata Sipher, mantan perwira intelijen senior.

Hoffman mencatat bahwa kemungkinan Whelan telah mengajukan permohonan visa Rusia sebelum Butina mengaku bersalah, sehingga pihak berwenang Rusia akan mengetahui sebelumnya tentang rencana perjalanannya. Whelan melakukan perjalanan ke Moskow untuk pernikahan seorang teman, kata anggota keluarganya kepada para wartawan.

Sebelumnya, warga negara AS yang ditangkap karena dicurigai melakukan spionase biasanya telah diusir dan dilarang dari negara tersebut. Pada tahun 2013, Ryan Fogle, seorang perwira politik di Kedutaan Besar AS di Moskow, ditahan karena diduga berusaha merekrut seorang petugas keamanan Rusia.

Namun penanganan Rusia yang aneh tentang kasus ini menimbulkan keraguan tentang tuduhan tersebut. Pihak berwenang mengarak Fogle di depan kamera dengan mengenakan wig pirang dalam perjalanan ke tahanan. Mereka merilis sebuah foto kemudian, yang diduga merupakan perlengkapan mata-matanya, dua pasang kacamata hitam, dan sebuah peta saku Moskow.

Dibebaskan setelah semalam ditahan, Fogle dinyatakan sebagai persona non grata dan diminta untuk meninggalkan negara itu.

Apa yang membuat penangkapan Whelan tidak biasa adalah, tanggapan Moskow yang tidak banyak kata-kata sejauh ini, kata Mark Galeotti, seorang rekan pengamat di Institut Hubungan Internasional di Praha, yang telah banyak menulis tentang dinas militer dan keamanan Rusia.

“Kecurigaan saya adalah, FSB benar-benar berpikir bahwa ia telah mendapatkan seorang mata-mata Amerika, dan masih ada beberapa perdebatan di balik layar terkait apa yang harus dilakukan,” kata Galeotti. “Kami tidak pernah bisa melihat perdebatan itu, tetapi jeda ini menunjukkan bahwa perdapat perdebatan.”

Walau dinas keamanan Rusia memiliki reputasi yang tangguh, namun Galeotti mencatat bahwa mereka kadang-kadang bisa tersesat dalam paranoia.

Baca juga: Puluhan Mata-Mata Amerika Dibunuh Setelah Pesan CIA Terbongkar via Google

Penangkapan tersebut diumumkan pada Malam Tahun Baru, hari libur nasional terbesar di kalender Rusia, mirip dengan Hari Natal di bagian lain negara-negara Kristen. Hoffman mencatat bahwa ini memberikan alasan kepada otoritas Rusia untuk secara terpaksa terlibat dalam kasus Whelan.

“Semakin lama dia tinggal di penjara, semakin banyak titik tekanan yang mereka nikmati,” katanya.

Jika terbukti bersalah di Rusia, Whelan bisa menghadapi 20 tahun penjara. Rusia mengamandemen hukumnya tentang spionase pada tahun 2012, yang memperluas definisi untuk tuduhan semacam itu.

Selama konferensi pers tahunan pada tanggal 20 Desember, Presiden Rusia Vladimir Putin ditanya oleh seorang reporter dari saluran RT yang didanai negara, apakah warga negara asing akan ditangkap di Rusia “dengan dalih yang dibuat-buat dan untuk dipertukarkan.”

Putin menanggapi: “Kami akan merespons jika orang-orang tertentu melanggar undang-undang Rusia, terlepas dari afiliasi nasional dan negara mereka. Tapi kami tidak akan menangkap orang yang tidak bersalah hanya untuk menukarkannya dengan orang lain nantinya.”

Amy Mackinnon adalah seorang reporter di Foreign Policy.

Keterangan foto utama: Paul Whelan, seorang warga negara Amerika yang ditahan oleh otoritas Rusia dan dituduh melakukan spionase. (Foto: milik keluarga Whelan)

Warga Negara AS yang Ditahan di Moskow Kemungkinan Bukan Mata-Mata

BERLANGGANAN

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top